Wednesday, October 10, 2012

Investasi Jati Super Yang Menjamin Masa Depan

Pengundulan hutan terus dilakukan tanpa berfikir resiko yang bakal mendatangkan bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, bencana kekeringan bahkan terakhir ancaman global warming yang begitu mengerikan. Kendati bencana alam datang silih berganti, namun hal ini tidak menyurutkan pelaku pembalakan liar untuk bertaubat demi kepentingan orang banyak.
Sebagai manusia bijak dan yang bertanggungjawab tentunya akan berupaya sebisa mungkin untuk melakukan penyelamatan hutan atau bumi yang ditempati ini. Dengan begitu, kita bakal terhindar dari penderitaan yang memilukan seperti yang terjadi di penjuru nusantara. Untuk itu, gerakan tanam pohon perlu digalakan dan didukung oleh semua pihak.

Investasi Masa Depan
Gerakan tanaman pohon ternyata tidak hanya untuk menyelamatkan hutan atau, tapi usaha ini menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Betapa tidak, hanya dengan modal yang kurang dari 1 juta rupiah menghasilkan milyaran. Soalnya, harga 1 kilo biji jati super 150 ribu ( belum termasuk ongkos kirim dan biayanya tergantung dari jarak) dan isinya 1500 biji. Apabila biji jati super tersebut disemai dan diperkirakan yang jadi 1.200 bibit jati, maka sepuluh tahun yang ke depan Anda bakal mengantongi minimal 1,1 milyar lebih. Menarik bukan? Silahkan Anda mencoba, sebelum menyesal datang kemudian.

Teknologi Mempercepat Pertumbuhan Jati
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merambah ke segala bidang. Pada intinya kehadiran teknologi mempermudah dan memperpendek serta memperbanyak hasil yang didiinginkannya. Tak heran, beragam penemuan mukhtahir bermunculan termasuk teknologi pembibitan pohon jati. Bayangkan, pohon jati yang tadinya berumur puluhan tahun, kini telah dipersingkat menjadi 10 tahun, namanya Jati Super.
Proses pembibitannya berasal dari biji pohon jati yang telah modifikasi sedemikian rupa sehingga pertumbuhannya lebih cepat ketimbang jati lokal. Bibit Jati Super yang ada dihadapan Anda ini diperoleh dari Kelompok Usaha Tani Putu Bogal, Nganjuk, Jawa Timur yang di ketuai oleh Solikhin.
Solikhin sendiri telah menerima banyak pesanan bibit dari berbagai penjuru tanah air. Tak heran, bibitnya pernah di beli seorang pengusaha daerah Subang, Jawa Barat dan kini sudah di panen alias tebang.
Menurut pengalaman penanan pohon Jati Super ini, pertumbuhannya lebih cepat ketimbang jati lokal atau jati jawa. Apalagi batang yang lurus menjulang keatas dan ditambah dengan daunnya yang lebar-lebar. Sehingga baru berumur 8 bulan saja, telah berdiameter 4 cm dengan catatan diberikan pupuk organik dan mendapat sinar matahari yang penuh.
Proses penanaman dan pemeliharaan tergolong mudah serta tidak menyita banyak waktu. Cukup sekali tanam, kemudian tinggal melakukan pengontrolan rutin agar terhindar dari ketidaksuburan karena kurang pupuk atau ganggguan tangan-tangan jahil. Maklum, si kuat ini menjadi incaran banyak orang. Apalagi hutan makin gundul akibat pembalakan liar yang membuat stok kayu kian menipis dan berujung pada melambungnya harga kayu. Apalagi kayu jati sudah dikenal dengan kualitas dan ketahanannya tak perlu diragukan lagi. Kalau sudah begini, harapan menjadi jutawan bahkan milyader sudah berada dalam genggaman tangan Anda.

Guna mendapatkan jati yang kokoh dan tidak mudah roboh diterjang angin besar, ada baiknya dimulai dari sejak pemindahan dari poliy back ke lubang tanam. Dimana pada bagian bawah lubang tanam tersebut diberikan lubang lagi menggunakan kayu sebesar jari tangan. Kemudian, akar tunggang bibit jati tadi dimasukan ke dalam lubang itu. Dengan begitu, akar tunggangnya langsung menancap ke dalam tanah.
 
 
 
 
 
Sumber:
http://investasi-jati.blogspot.com/

Tuesday, September 11, 2012

Faktor kimia dalam kesuburan tanah

Unsur kimia yang diperlukan tanaman disebut unsur hara. Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda-beda. Kebutuhan unsur hara dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu dalam jumlah banyak (makro), sedang (madya) dan sedikit (mikro).

  1. Unsur hara makro (banyak): Nitrogen (N), Fosfor (P), KAlium (K), Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O)
  2. Unsur hara madya (sedang):Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan belerang (S)
  3. Unsur hara mikro (sedikit): Besi (Fe), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Mangan (Mn), Boron (B), molibdin (Mo), Klor (Cl), Kobalt (Co), dan silisium (Si)
Jumlah unsur hara di dalam tanah umumnya terbatas. Penambahan unsur hara dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik, misalnya pupuk kandang atau kompos. Penyerapan unsur hara oleh tanaman tergantung dari derajat keasaman tanah (pH - power hidrogen). Untuk mengetahui atau mengukur pH tanah, dapat digunakan pH meter atau kertas pH.

Pada kondisi yang berbeda, ketersediaan unsur hara pun berbeda. Beberapa keadaan unsur hara dengan pH yang berbeda sebagai berikut:
  1. Pada tanah asam, unsur besi, tembaga, mangan dan alumunium banyak tersedia. Padahal kalau tersedia banyak, unsur-unsur tersebut akan meracuni tanaman.
  2. Pada pH tanah rendah dan tinggi, unsur fosfor banyak terikat pada komponen tanah sehingga sulit diserap oleh akar.
  3. Pada tanah netral dan alkalis, unsur kalium, magnesium, kalsium dan molibdin banyak tersedia dan mudah diserap oleh akar tanaman.
 Reaksi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman pada umumnya sekitar pH 6,5. Jasad renik dalam tanah hidup subur pada pH tanah netral sampai sedikit asam. Tanah di Indonesia umumnya asam (ber-pH rendah). Kondisi tanah asam tersebut perlu dinetralkan dengan pemberian kapur pertanian (dolomit) atau kapur bangunan yang telah mati (tidak panas).
 
Toko Pertanian Online Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template