<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740</id><updated>2011-12-15T17:42:44.420-08:00</updated><title type='text'>Toko Pertanian Online</title><subtitle type='html'>Menyediakan segala macam kebutuhan pertanian</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mitra-petani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6700719602802169279</id><published>2011-09-13T22:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-13T22:46:00.694-07:00</updated><title type='text'>Supaya Belimbing lebih Manis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belimbing memiliki rasa yang manis dan banyak mengandung air. Namun,  beberapa petani atau penanam belimbing mengeluh karena belimbing yang  dipanen terasa asam. Rasa manis atau rasa asam tersebut sangat  dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:&lt;span id="more-190"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Jenis tanah&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya belimbing dapat tumbuh pada semua jenis tanah, baik  tanah pasir, pasir berlempung, lempung, maupun lempung pasir. Namun,  jika tanahnya tidak sesuai maka tanaman belimbing tidak tumbuh optimal  atau tidak berbuah lebat. Jika berbuah, rasa buahnya tidak manis atau  asam. Setiap jenis tanah memiliki karakter yang berbeda-beda sesuai  dengan kandungan unsur-unsur hara, pH, dan kandungan bahan organik, atau  humus.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman belimbing dapat tumbuh optimal pada tanah lempung dengan  curah hujan sedang, yaitu 1.500-2/500 mm/tahun dan memiliki pH tanah  5,5-6. pada lahan tersebut, belimbing akan berbuah lebat dan rasa  buahnya pun lebih manis dibandingkan jika ditanam di jenis tanah  lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Sinar matahari&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di daerah yang bertipe iklim basah (curah hujan lebih dari 2.500  mm/tahun, tanaman belimbing akan menghasilkan buah yang rasanya kurang  manis dibandingkan tanaman yang ditanam di daerah bertipe ikim kering  (curah hujan kurang dari 1.00 mm/tahun). Di daerah dengan curah hujan  tinggi menyebabkan sinar matahari tidak banyak diterima tanaman.  Akibatnya, &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9"&gt;proses&lt;/span&gt; &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6"&gt;fotosintesis&lt;/span&gt; tanaman menjadi terhambat sehingga karbohidrat (pati) tidak terbentuk. Jika proses fotosintesis  berlangsung, karbohidrat akan terbentuk, lalu karbohidrat ini akan  diubah menjadi zat gula. Zat gula inilah yang menyebabkan rasa manis  pada belimbing. Oleh karena itu, di lokasi penanaman sebaiknya cahaya  sinar matahari dapat cukup menyinari sehingga prosess fotosintesis dapat berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Pemupukan&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pembentukan gula dalam buah dipengaruhi oleh unsur hara makro, antara  lain kalium (K). untuk tanaman yang berumur 2 tahun, masing-masing  pohon dipupuk KNO3 atau KCL sebanyak 500-1.000 g/tahun. Pemberian kalium  secara berlebih tidak berbahaya pada tanaman, kecuali menyebabkan  tanaman kekurangan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD12"&gt;Magnesium&lt;/span&gt; (Mg). Fungsi kalium dalam tanah adalah pemacu proses fotosintesis,  mengaktifkan kerja enzim, mengatur tekanan potensi air dalam stomata,  memperlancar translokasi gula dalam tanaman, dan memacu pembentukan  gula.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman harus dijaga jangan sampai kekeringan. Oleh karena itu, tanaman belimbing sebaiknya disiram setiap &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;hari&lt;/span&gt;. Jika musim kemarau atau hujan jarang turun sebaiknya penyiraman lebih dipersering lagi pada tanaman belimbing di kebun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Langkah langkah melakukan penyiraman belimbing&lt;br /&gt;1. Sistem tetes (drip). Sistem tetes dilakukan dengan menggunakan selang  yang dihubungkan ke menara air (tower) yang tinggi sehingga air  mengalir karena gaya berat.&lt;br /&gt;2. Sistem kabut. Sistem kabut dilakukan dengan menggunakan alat &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4"&gt;sprinkler&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;3. sistem tetes sederhana. Penyiraman sistem tetes sederhana dilakukan  melalui botol bekas air mineral bervolume 600 ml yang diberi lubang  jarum pada sisi bawah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika tinggi bibit belimbing sudah mencapai 50-100 cm maka bibit  tersebut sudah dapat ditanam di kebun. Bibit dimasukkan ke dalam lubang  tanam yang telah disiapkan. Berikut ini langkah-langkah menanam bibit ke  dalam lubang tanam.&lt;br /&gt;Buka polibag secara perlahan&lt;br /&gt;Masukkan bibit dalam posisi tegak tepat di tengah lubang tanam.&lt;br /&gt;Timbun lubang tanam dengan lapisan tanah sambil ditekan kebawah dan  mirik ke arah akarnya sampai cukup kuat. Jika perakaran kuat, bibit  tidak mudah goyang. Setelah bibit ditanam sebaiknya segera disiram air  secukupnya supaya cepat tumbuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengolahan lahan bertujuan untuk membersihkan gulma, menggemburkan lahan, dan memperbaiki aerasi tanah.&lt;br /&gt;Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan membajak tanah dengan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD11"&gt;traktor&lt;/span&gt;, cangkul, atau trisula. &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;Cara&lt;/span&gt; mengolah lahan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lahan. Lahan yang berbatu akan sulit dikerjakan dengan traktor, tetapi mudah dengan cangkul atau trisula.&lt;br /&gt;Varietas belimbing unggul adalah varietas belimbing yang memiliki  produktivitas tinggi, resisten terhadap hama dan penyakit, berkualitas  tinggi serta dapat ditanam di berbagai kondisi lingkungan baru (adaptasi  luas).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengembangan usaha tani belimbing bukan hanya untuk memperluas areal  tanaman, tetapi lebih diutamakan pada mutu hasil. Konsumen cenderung  memilih buah-buahan, termasuk belimbing, yang bermutu tinggi, terutama  penampilan sosoknya (performance). Sosok buah belimbing yang berkualitas  baik tampak bersih, tanpa ada cacat atau bekas gigitan serangga, dan  berwarna kuning menyala. Rasa yang manis juga menjadi suatu kriteria  suatu varietas dikategorikan sebagai varietas unggul. Agar rasa buah  belimbing lebih manis dapat dilakukan beberapa teknis budi daya.&lt;br /&gt;Tanaman belimbing dapat ditanam di kebun dan di halaman depan atau samping &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;rumah&lt;/span&gt;. Tanaman buah ini mampu tumbuh pada semua jenis tanah. Jika ditanam di halaman rumah,  tanaman belimbing dapat menciptakan lingkungan yang sejuk. tanaman  belimbing mudah tumbuh meskipun tanpa dirawat dengan baik. Akan tetapi,  tanpa perawatan yang baik belimbing juga tidak akan berbuah lebat.  Tanaman belimbing mudah tumbuh  dan mampu berbuah lebat jika dirawat  dengan sungguh-sungguh sesuai dengan aturan budi daya (good &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD8"&gt;farming&lt;/span&gt; &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;practices&lt;/span&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam era urbanisasi atau pengembangan kota, banyak bermunculan  komplek pemukiman baru. Oleh karena itu, ketersediaan lahan semakin  sempit sehingga banyak rumah tidak mempunyai halaman atau pekarangan. Untuk menghijaukan atau menyejukkan lingkungan rumah,  tanaman belimbing dapat dipilih untuk keperluan tersebut. Tanaman  belimbing dapat ditanam dan mampu berbuah jika ditanam di dalam pot atau  di lahan yang sempit.&lt;/p&gt;&lt;div style="overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: transparent; text-decoration: none; border: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Read more: &lt;a style="color: #003399;" href="http://www.g-excess.com/190/teknis-budidaya-supaya-belimbing-lebih-manis/#ixzz1VpA6uE53"&gt;Teknis Budidaya: Supaya Belimbing lebih Manis | Smart Click&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-6700719602802169279?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6700719602802169279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6700719602802169279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/supaya-belimbing-lebih-manis.html' title='Supaya Belimbing lebih Manis'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-1386914030364913366</id><published>2011-09-12T22:34:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T22:34:00.588-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Jahe</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Jahe  merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe  berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh  karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama  kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan  obat-obatan tradisional. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan  (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak  (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma  domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan  lain-lain. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo),  bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe  (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka  (Ternate), dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;2. Uraian Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;2.1 Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Divisi&lt;span&gt;                   &lt;/span&gt;: Spermatophyta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Sub-divisi&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;: Angiospermae&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Kelas&lt;span&gt;                   &lt;/span&gt;: Monocotyledoneae&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Ordo&lt;span&gt;                    &lt;/span&gt;: Zingiberales&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Famili&lt;span&gt;                  &lt;/span&gt;: Zingiberaceae&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Genus&lt;span&gt;                  &lt;/span&gt;: Zingiber&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Species&lt;span&gt;               &lt;/span&gt;:Zingiber officinale&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;2.2 Deskripsi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Terna  berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna  kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ;  tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang,  panjang 7,5 – 10 mm, dan tidak berbulu; seludang agak berbulu.  Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat  atau bundar telur yang sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ;  panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir  tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang  terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat,  hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm; daun pelindung berbentuk  bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna  hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota bunga berbentuk  tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna  kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna  ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 –  15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;2.3 Jenis Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jahe  putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak  Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari  kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat  berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe  olahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jahe  putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit  Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini  selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih  besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping  seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk  diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jahe  merah. Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih  kecil sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua,  dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil,  sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;3. Manfaat Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Rimpang  jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada  makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman.  Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri  jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap,  bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan  jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk  segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil  olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan  cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman  beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Adapun  manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif  (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh  darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti  piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan  getah empedu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;4. Sentra Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Terdapat  di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan. Pada saat ini  jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir,  Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan.  Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India  merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari  total produksi jahe dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;5. Syarat Pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;5.1. Iklim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Pada  umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar  matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang  terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;5.2. Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Tanaman  jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi  keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;5.3. Ketinggian Tempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;6. Pedoman Budidaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;6.1. Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Persyaratan Bibit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Bibit  berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu  fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang  dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit.  Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;a. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;b. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;c. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2) Teknik Penyemaian Bibit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Untuk  pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam, bibit jangan langsung  ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat  dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;a. Penyemaian pada peti kayu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Rimpang  jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering),  kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan  tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang  1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam  karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan  zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu  dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu  sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit  selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian  seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi  tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;b. Penyemaian pada bedengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Buat  rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton  (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut  dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit  disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, dan di atasnya diberi  rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga  didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.  Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap  hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya  rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa  bibit berkualitas rendah. Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan  dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya  40-60 gram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Penyiapan Bibit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Sebelum  ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit  tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan  fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah  ditanam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;6.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1) Persiapan Lahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Untuk  mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syaratsyarat  tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe. Bila keasaman tanah yang ada tidak  sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe, maka harus  ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2) Pembukaan Lahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Pengolahan  tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan  tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan  membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu  agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati  terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan  belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua  sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang  dengan dosis 1.500-2.500 kg.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3) Pembentukan Bedengan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Pada  daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk  encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi  bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm,  sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;4) Pengapuran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Pada  tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya,  Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau  sulit diserap. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media  perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium  sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat  diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu,  merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah dan  merangsang pembentukan biji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;a. Derajat keasaman &amp;lt; 4 (paling asam): kebutuhan dolomit &amp;gt; 10 ton/ha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;b. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;c. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;6.3. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1) Penentuan Pola Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Pembudidayaan  jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup  rasional, karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. Namun di  daerah, pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat  diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Penanaman jahe secara  tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai  berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;a. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;b. Menekan biaya kerja, seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;c. Meningkatkan produktivitas lahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;d. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Praktek  di lapangan, ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayursayuran,  seperti ketimun, bawang merah, cabe rawit, buncis dan lain-lain. Ada  juga yang ditumpangsarikan dengan palawija, seperti jagung, kacang tanah  dan beberapa kacang-kacangan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2) Pembutan Lubang Tanam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Untuk  menghindari pertumbuhan jahe yang jelek, karena kondisi air tanah yang  buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan.  Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm untuk  menanam bibit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3) Cara Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;4) Perioda Tanam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Penanaman  jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September  dan Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan  air cukup banyak untuk pertumbuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #ff9900"&gt;6.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1) Penyulaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Sekitar  2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang  mati. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman gar  pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain,  maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang  benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2) Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Penyiangan  pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian  dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman  pengganggu yang tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya  tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut  rimpangnya mulai besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3) Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Tanaman  jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan  dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan  pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas  permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul  tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan  berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan  berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang  berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Pertama  kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun  yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali  selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan  banyaknya hujan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;4) Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;a. Pemupukan Organik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Pada  pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk  buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan  menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih  sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian  pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat  pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar  yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk  kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam  di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan  selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10  bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman.  Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan  penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;b. Pemupukan Konvensional&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Selain  pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk  susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang  digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua  digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10  gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman  yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60  kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada  awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan  sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4  bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar  tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela tanaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;5) Pengairan dan Penyiraman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Tanaman  Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya,  akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim  hujan sekitar bulan September;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -9pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;6) Waktu Penyemprotan Pestisida&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyemprotan  pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang  untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada  fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau  vitamin-vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 45pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.naturindonesia.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-1386914030364913366?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1386914030364913366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1386914030364913366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jahe.html' title='Budidaya Jahe'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2769431962400796810</id><published>2011-09-11T22:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T22:28:00.478-07:00</updated><title type='text'>BUDIDAYA JAGUNG MANIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman &lt;a href="http://bbpp-lembang.info/search/budidaya+jagung+manis"&gt;jagung&lt;/a&gt;  (&lt;em&gt;Zea mays L&lt;/em&gt;.) berasal dari benua Amerika. Menurut Linnaeus  dalam Warisno (1998), klasifikasi tanaman jagung adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Divisio           : Spermathophyta&lt;br /&gt;Subdivisio      : Angiospermae&lt;br /&gt;Kelas             : Monocotyledonena&lt;br /&gt;Ordo              : Graminae&lt;br /&gt;Famili            : Graminaceae&lt;br /&gt;Subfamilia     : Ponicoidae&lt;br /&gt;Genus            : Zea&lt;br /&gt;Species          : Zea mays L.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVhWIETvI/AAAAAAAAAcw/L2a-M5v7-Ns/s1600/jm3.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVhWIETvI/AAAAAAAAAcw/L2a-M5v7-Ns/s320/jm3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bunga  pada tanaman jagung terdiri dari bunga jantan dan bunga betina  yang  letaknya terpisah, sedangkan bunga betina terdapat pada tongkol  jagung.  Biji jagung tersusun dalam janggel adalah tongkol yang dibentuk  pada  bunga betina setelah terjadi pembuahan terjadi perkembangan biji 7  hari  sampai 10 hari, yang pertama perkembangannya lambat.&lt;span id="more-1012"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suhu yang dikehendaki tanaman jagung berkisar antara 21ºC – 30ºC.  Akan  tetapi untuk pertumbuhan yang baik tanaman jagung khususnya jagung   hibrida suhu yang optimal adalah  23ºC – 27ºC. Suhu sekitar 25ºC akan   mengakibatkan perkecambahan biji jagung lebih cepat dan suhu tinggi   lebih dari 40ºC akan mengakibatkan kerusakan embrio sehingga tanaman   tidak jadi berkecambah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVwzsxSaI/AAAAAAAAAdA/53Fok60mFcs/s1600/jm1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVwzsxSaI/AAAAAAAAAdA/53Fok60mFcs/s320/jm1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi  pH yang baik untuk pertumbuhan jagung hibrida berkisar antara  5,5 –  7,0 dan pH optimal 6,8 terutama pada saat berbunga dan pengisian  biji.  Curah hujan yang normal untuk pertumbuhan tanaman jagung yang  ideal  adalah sekitar 250 mm/tahun sampai 2000 mm/tahun. Jagung hibrida  akan  tumbuh dengan baik di daerah yang ketinggiannya lebih dari 5000 m  di  atas permukaan laut. (Supapto, 1999).&lt;br /&gt;Tanaman jagung sangat bermanfaat  bagi kehidupan manusia ataupun  hewan,  jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi, produksi  jagung  kini dapat dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk penyajian, jagung   merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung hidrat arang, yang   dapat digunakan untuk menggantikan (mensubtitusi) beras.&lt;br /&gt;Jagung termasuk tanaman akar serabut yang terdiri dari tipe akar  yaitu  akar dan seminal, akar adventif dan akar udara, seminal tumbuh  dari  radikma dan embiro. Akar adventif disebut juga akar tunjang. Akar  ini  dari buku paling bawah. Sekitar 4 cm di bawah permukaan tanah. Akar   udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih dari buku terbawah   dekat permukaan tanah.&lt;br /&gt;Batang jagun­g tidak bercabang, berbentuk silinder. Pada buku ruas  akan  muncul tunas yang berkembang menjadi tongkol. Tinggi jagung  tergantung  variates, umumnya berkisar 100 – 300 cm. Daun jagung  memanjang dan  keluar dari buku-buku batang. Jumlah daun terdiri dari  8-48 helaian  tergantung varietasnya. Antara kelopak dan helaian terdapat  lidah daun  yang disebut Ligula, fungsi Ligula adalah mencegah air masuk  ke dalam  kelopak daun dan batang.&lt;br /&gt;Terdapat banyak jenis jagung, seperti:&lt;br /&gt;1  Jagung gigi kuda ( Zea  Mays Indentata )&lt;br /&gt;2  Jagung mutiara ( Zea Mays Indurata )&lt;br /&gt;3. Jagung manis ( Zea Mays Saccharata )&lt;br /&gt;4. Jagung berondong ( Zea Mays Everta)&lt;br /&gt;5. Jagung tepung ( Zea Mays Amylaceae )&lt;br /&gt;6. Jagung polong ( Zea Mays Tunicata )&lt;br /&gt;7. Jagung ketan ( Zea Mays ceratina )&lt;br /&gt;Pada proses tumbuh tanaman jagung dibedakan dalam dua stadia yaitu:&lt;br /&gt;a.   Stadia  vegetatif&lt;br /&gt;Pada stadia vegetatif ini melalui fase kecambah, dilanjutkan dengan   fase pertumbuhan vegetatif, akar batang  daun yang cepat pada akhirnya   pertumbuhan vegetatif menjadi lambat sehingga dinamainya stadia   generatif&lt;br /&gt;b.       Stadia generatif&lt;br /&gt;Pada stadia ini dinamai dengan pembentukan primordia. Proses  pembungaan  yang mencakup peristiwa  penyerbukan dan pembuahan.  Penyerbukan yang  terjadi pada tanaman jagung biasanya dibantu dengan  angin, yaitu dengan  cara menebarkan tepung sari kemudian menjatuhkan  pada tangkai. Letak   bunga jantan dan betina tidak berada di satu  tempat. Bunga jantan pada  ujung batang yang sedang berbunga, sedangkan  bunga betina berada di  pertengahan batang atau tongkol. Perlu dijaga  kemurnian biji dari  varietas yang dibudidayakan dan juga terjadinya  penyerbukan silang pada  tanaman jagung. Proses penyerbukan, tepung sari  tidak harus menempel  pada kepala putik. Karena tangkai putik dapat  menyebabkan proses  penyerbukan tetap berlangsung. Tangkai putik berupa  rambut jagung bila  ditempel tepung sari. Perkembangan dan pertumbuhan  serbuk sari  berlanjut. Proses pertumbuhan merupakan kelanjutan peristiwa   penyerbukan dapat berlangsung selama serbuk sari menempel pada putik.   Kemudian saluran-saluran tangkai putik bertemu sel telur&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syarat Tumbuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Curah hujan yang terjadi selama bulan penanaman cukup tinggi sebesar 309   mm dan 501 mm (rata-rata 427 mm/bulan),  nilai curah hujan yang cukup   tinggi apabila dibandingkan dengan distribusi hujan yang ideal bagi   pertumbuhan jagung yaitu 200 mm/bln (Sutoro et al., 1988) dan berpotensi   menyebabkan pencucian pada unsur hara yang terdapat di tanah.&lt;br /&gt;Dalam suatu langkah budidaya ada hal-hal yang perlu diperhatikan   diantaranya syarat tumbuh, adapun syarat tumbuh tanaman jagung yaitu   ketinggian 5-1.200 m dpl, kelembaban 80%, pH 2,3 dan suhu 15 – 20oC.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teknik Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.       Benih&lt;/strong&gt;Peranan benih sangat vital sebelum  memulai budidaya. Benih juga merupakan biji tanaman jagung yang tumbuh  menjadi tanaman  muda. Tanaman muda tersebut menjadi tanaman dewasa yang  dapat  menghasilkan bunga dan berbuah. Mutu benih yang bersifat  kualitas  memegang peranan penting dan peningkatan produksi, mutu benih  meliputi  mutu fisik, genetik fisiologis benih. Beberapa benih jagung  manis yang sudah beredar diantaranya Sweet boy merupakan hibrida, Super  Sweet inbrida dari produsen terkenal Cap Kapal Terbang dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.       Persiapan Lahan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi   gembur, sehingga pertumbuhan akar tanaman maksimal. Pengolahan tanah   juga akan memperbaiki tekstur tanah. Adapun tahapan dari pengolahan   tanaman jagung manis, yaitu:&lt;br /&gt;a.  Membuat bedengan dengan lebar 1 m , jarak bedengan 30 m dan  panjangnya sesuai dengan lahan.&lt;br /&gt;b.  Penggemburan ketanah  dengan kedalaman 30 – 40 cm&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.   Pemupukan Organik dan Non Organik &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemberian pupuk kandang diberikan sebelum pemasangan mulsa dan   diratakan di atas tanah bedengan. Pemberian pupuk Organik SP 36, ZA, Kcl   dengan perbandingan 1:1:½ berfungsi untuk penyanter tanaman vegetatif,   cara pemupukan dengan meratakan di atas bedengan dengan jarak per 1 m   dan diberikan 100 g.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.   Pemasangan Mulsa &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mulsa adalah plastik untuk bedengan, ada 2 warna yang berwarna perak  berada di atas, sedangkan warna hitam di bawah.&lt;br /&gt;Fungsi mulsa:&lt;br /&gt;1         Untuk menekan tumbuhnya gulma&lt;br /&gt;2         Menahan/menjaga kelembaban&lt;br /&gt;3         Mencegah/mengurangi penguapan air&lt;br /&gt;4         Menghemat biaya tenaga kerja dalam penyiangan&lt;br /&gt;5         Memblokir pantulan untuk mengusir hama&lt;br /&gt;6         Fotosintesis lewat pantulan sinar matahari&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.   Pembuatan Lubang Tanaman &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan lubang Komoditas untuk tanaman jagung, jarak tanaman 40 –  30  cm., dengan bedengan yang sudah ditutupi dengan mulsa, yang sudah   dilubangi. Setelah itu dilakukan penunggalan sedalam 2 – 3 cm.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.    Penanaman &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penanaman di lapangan dilakukan dengan menggunakan benih bukan biji.   Sebelum penanaman benih kita semai terlebih dahulu, dengan cara:&lt;br /&gt;-  Biji disimpan ke pot dengan media: pupuk kandang, arang sekam, selama  7 hari;&lt;br /&gt;-  Beri pupuk organik;&lt;br /&gt;-  Setelah tumbuh 3 – 5 daun, siap ke lahan.&lt;br /&gt;Penanaman dilakukan pada lubang yang sudah diberi pupuk dengan kedalaman   lubang 3 cm dengan jumlah bibit  per lubang tanam sebanyak 2 bibit   kemudian ditutup dengan tanah. Jarak tanam yang digunakan adalah 75 cm x   25 cm.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.      Penyiraman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari yang bertujuan mencegah   tanaman layu. Apabila musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.       Penyiangan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma di sekitar tanaman  yang  dilakukan sebanyak 3 kali. Penyiangan pertama dilakukan pada umur  21  hst dengan cara mencabut gulma. Penyiangan ke 2 dilakukan umur 42 hst   dengan menggunakan kored. Yang dimaksud penyiangan adalah membrantas   atau membuang gulma bagi tanaman yang dibudidayakan. Akibatnya daun   menjadi berimbang, cara pengendalian yaitu dengan mencabut rumput-rumput   yang tumbuh di sekitar tanaman guna mengatasi persaingan unsur hara   pada tanaman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9     Penjarangan dan Penyulaman &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penjarangan dilakukan 7 hst dengan cara meninggalkan satu tanaman  yang  pertumbuhannya baik. Sedangkan penyulaman dilakukan apabila tanaman   pada lubang tanam tidak ada yang tumbuh atau mati.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10.    Pembumbunan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembumbunan dimaksudkan untuk memperkokoh berdirinya tanaman dan   mendekatkan unsur hara. Pembumbunan dilakukan secara bersamaan dengan   penyiangan ke 2 yaitu pada umur 42 HST.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11.    Pengendalian Hama dan Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah serangan hama pada awalnya pertumbuhan dan tanaman   diberikan insektisida Furadan 3G pada saat tanam sebanyak 20 kg/ha (9   gr/petak) yang di berikan pada lubang tanam. Pengendalian hama   selanjutnya dengan menyemprotkan insektisida decis 2,5 EC dengan   konsentrasi 2 ml/liter, larutan yang diberikan pada umur 20 hst, 27 hst   dan 33 hst.&lt;br /&gt;Adapun penyakit yang menyerang yaitu:&lt;br /&gt;?       Bulai&lt;br /&gt;Penyakit ini terkenal bagi tanaman jagung disebabkan oleh cendawa yang     merajalela, tanaman yang terserang cenderung mengalami kematian.   Penyakit ini di takuti para petani. Cara pengendaliannya; tanaman di   cabut jika terserang lalu dimusnahkan atau disemprot dengan fungisida.&lt;br /&gt;?       Bercak Daun.&lt;br /&gt;Penyakit ini ditemukan di daerah lembab, yang disebabkan oleh Cendawan&lt;br /&gt;Cara pengendaliannya; mengatur kelembaban lahan agar tidak lembab, atau  dengan cara menyemprotkan Pestisida.&lt;br /&gt;?       Karat.&lt;br /&gt;Tanaman ini tumbuh di tanaman yang sudah tua, Penyakit ini disebabkan   oleh cendawan Pucunia songin. Akibatnya: bijinya tidak sempurna. Proses   pembuahan tidak terbentuk. Cara pengendalian: melakukan sanitasi pada   areal penanaman jagung, mencabut tanaman jika terserang, menyemprotkan   fungisida pestisida.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12.   Pemanenan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berumur 60 hst yang ditandai   dengan kelobot sudah bewarna kuning, bijinya sudah cukup keras dan   mengkilap, apabila ditusuk dengan kedua ibu jari biji tersebut tidak   berbekas, kadar air biji sekitar 25% – 30%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://goalterzoko.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2769431962400796810?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2769431962400796810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2769431962400796810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jagung-manis.html' title='BUDIDAYA JAGUNG MANIS'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVhWIETvI/AAAAAAAAAcw/L2a-M5v7-Ns/s72-c/jm3.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-464735385821409577</id><published>2011-09-10T22:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-10T22:24:00.101-07:00</updated><title type='text'>Teknis Budidya Bawang Putih pada Dataran Rendah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_2F7Ahvd7Zj4/TPT7KScuOiI/AAAAAAAAASE/LGgaPCeLcJc/s1600/bw+2.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_2F7Ahvd7Zj4/TPT7KScuOiI/AAAAAAAAASE/LGgaPCeLcJc/s200/bw+2.jpg" border="0" height="200" width="172" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bawang  putih (Allium sativum L) selain merupakan jenis sayuran yang penting,  juga merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi dalam  pembangunan pertanian. Bawang putih ini dianggap sebagai komoditas  potensial terutama untuk subsitusi impor dan dalam hubungannya dengan  penghematan devisa. Perkembangan terakhir (2006), impor bawang putih  indonesia berjumlah 295 ribu ton dengan nilai tidak kurang dari US$ 103  juta atau sebesar Rp 927 milyar, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam  negeri.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masalah yang dihadapi dalam budidaya bawang putih sampai saat ini adalah&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; varietas bawang putih yang berkembang di indonesia umumnya memiliki potensi hasil&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan potensi hasil bawang putih di daerah&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; subtropis. Bagitu pula tingkat pengusahaanya terbatas di daerah dataran tinggi (&amp;gt; 800&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; m dpl).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan  demikian dengan adanya jenis-jenis bawang putih yang cocok diusahakan  di dataran rendah merupakan peluang baru dalam pembangunan pertanian  khususnya untuk ekstensifikasi bawang putih dalam negeri bagi pemenuhan  kebutuhan konsumsi bawang putih yang terus meningkat tiap tahunnya.  Menurut data&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Susenas, konsumsi per kapita  bawang putih penduduk indonesia mencapai 1,13 kg/tahun sehingga  kebutuhan bawang putih nasional per tahun mencapai sekitar 250 ribu ton.  D.I.Yogyakarta mempunyai varietas bawang putih dataran rendah yaitu  Lumbu Putih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;PERSYARATAN EKOLOGIS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-  Tanaman bawang putih dataran rendah tumbuh  pada hampir semua jenis tanah, namun yang terbaik pada tanah bertekstur  sedang(lempung&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; sampai lempung berpasir).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- pH tanah yang cocok adalah 5,6 - 6,8 dan drainasenya baik. Walaupun&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; umumnya bawang putih ini tahan suhu panas, namun hanya dapat&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki suhu yang dingin&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; (&amp;lt;25` c pada bulan-bulan tertentu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Suhu dingin tersebut diperlukan terutama pada saat pembentukan dan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; pembesaran umbi tanaman. Di Indonesia, waktu tanam terbaik untuk&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; bawang putih dataran rendah yaitu bulan Mei, Juni atau Juli.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;TEKNOLOGI BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Lahan dibuat bedengan dengan lebar bedengan 1,2 - 1,75 m, dengan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; jarak perit antar bedengan 40 - 50 cm; sedangkan panjang bedengan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; disesuaikan dengan lahan yang tersedia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Kemudian diidtirahatkan sekitar 2 minggu, selanjutnya diolah 2 - 3 kali&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; sehingga permukaan tanahnya cukup halus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Sebelum penanaman, perlu dicek pH tanahnya, jika &amp;lt; 5,6 perlu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dilakukan pengapurandengan dosis 1,5 - 3, ton per ha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- 2 - 3 hari sebelum tanam dilakukan pemberian pupuk dasar yaitu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; menggunakan pupuk kandang (10 - 15 ton/ha) atau pupuk kompos (2&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; ton /ha) dan SP-36 sebanyak 200 - 300kg /ha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Umbi bibit yang telah siseleksi (dalam bentuk siung-siung) ditanam&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dibedengan dengan kedalaman 1/4 - 1/2 tinggi siung bibit, kemudian&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; ditutup dengan mulsa jerami padi setebal 3 - 5 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada umur 15, 30&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dan 45 hari setelah tanam dengan menggunakan campuran pupuk 200&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; kg ZA + 100kg Urea + 100 kg KCL per ha untuk setiap kali pemberian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pupuk susulan. Caranya, pupuk disebar antara barisan tanaman&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; kemudian diikuti dengan penyiraman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PEMELIHARAAN TANAMAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Penjarangan dan Penyulaman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_2F7Ahvd7Zj4/TE6DFG3EPfI/AAAAAAAAAKA/7SLCWlmJGFQ/s1600/bw+1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_2F7Ahvd7Zj4/TE6DFG3EPfI/AAAAAAAAAKA/7SLCWlmJGFQ/s200/bw+1.jpg" border="0" height="200" width="123" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak tumbuh&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Oleh&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; karena itu, tidak mengherankan jika dalam suatu lahan ada&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; tanaman yang tidak tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; lalu mati, dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Jika keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang dikehendaki&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; tidak tercapai. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; pertumbuhan yang seragam, seminggu setelah tanam&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dilakukan penyulaman terhadap bibit yang tidak tumbuh&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; atau pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; untuk penyualaman dipersiapkan bibit yang ditanam di&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; sekitar tanaman pokok atau disiapkan di tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dilakukan bersamaan dengan penanaman tanaman pokok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada penanaman bawang putih, penyiangan dan penggemburan dapat&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dilakukan dua kali atau lebih. Hal ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; selama satu musim tanam. Penyiangan dan penggemburan yang pertama dilakukan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; pada saat tanaman berumur 3-2 minggu setelah tanam. Adapun penyiangan berikutnya&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dilaksanakan pada umur 4-5 minggu setelah tanam. Apabila gulma masih leluasa&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; tumbuh, perlu disiang lagi. Pada saat umbi mulai terbentuk, penyiangan dan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan/ parit di sekeliling bedengan,&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam sehingga drainase&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; menjadi normal kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki struktur tanah dan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri kuat&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih besar-besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian pupuk dilakukan dengan 2  tahap, yaitu sebelum tanam atau bersamaan dengan penanaman sebagai pupuk  dasar dan sesudah penanaman sebagai pupuk susulan. Unsur hara utama  yang diperlukan dalam pemupukan adalah N, P, dan K dalam bentuk N, P2O5,  dan K2O. Unsur-unsurhara lainnya dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk  kandang. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan Bawang putih  memerlukan sulfur dalam jumlah yang cukup banyak. Unsur ini mempengaruhi  rasa dan aroma khas bawang putih. Oleh sebab itu, apabila menggunakan  KCl sebagai sumber kalium, maka sebagai sumber nitrogen sebaiknya  menggunakan pupuk ZA. Jika sebagai sumber nitrogen digunakan Urea, maka  untuk sumber kalium sebaiknya digunakan ZK. Hal ini dilakukan agar  kebutuhan sulfur tetap terpenuhi. Berdasarkan kebutuhan unsur hara di  atas, jumlah pupuk yang akan digunakan dapat dihitung berdasarkan jenis  dan kandungan unsur haranya. Aplikasi pemupukan dilakukan dengan  mebenamkan pupuk di dalam larikan disamping barisan tanaman seperti cara  memberikan pupuk dasar. Penggunaan pupuk anorganik ini dapat diimbangi  dengan pemberian pupuk organik maupun kompos yang diseseuaikan dengan  kebutuhan&lt;br /&gt;tanaman.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Pengairan dan Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemberian air dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau dengan  menggenangi saluran air di sekitar bedengan. Cara yang terakhir  dinamakan sistem leb. Penyiraman dengan gembor, untuk bawang yang baru  ditanam, diusahakan lubang gembornya kecil agar air yang keluar juga  kecil sehingga tidak merusak tanah di sekitar bibit. Jika air yang  keluar besar, maka posisi benih dapat berubah, bahkan dapat  mengeluarkannya dari dalam tanah. Pada awal penanaman, penyiraman  dilakukan setiap hari. Setelah tanaman tumbuh baik, frekuensi pemberian  air dijarangkan, menjadi seminggu sekali. Pemberian air dihentikan pada  saat tanaman sudah tua atau menjelang panen, kira-kira berumur 3 bulan  sesudah tanam atau pada saat daun tanaman sudah mulai menguning.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Ciri dan Umur Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bawang  putih yang akan dipanen harus mencapai cukup umur. Tergantung pada  varietas dan daerah, umur panen yang biasa dijadikan pedoman adalah  antara 90 120 hari. Ciri bawang putih yang siap panen adalah sekitar 50  prosen daun telah menguning/kering dan tangkai batang keras.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Cara Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Bawang putih didaratan rendah biasanya telah siap dipanen pada umur 80 –  100 hari tergantung keadaan kesuburan tanaman dilapangan. Ciri tanaman  bawang putih siap dipanen, daun tanaman 50 % telah menguning atau kering  dan tangkai batangnya sudah keras. Cara panen dapat dilakukan dengan  pencabutan langsung terutama pada tanah yang ringan dan pencukilan  dilakukan pada tanah-tanah bertekstur agak berat. Hasil tanaman diikat  sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dijemur selama 1 – 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Periode Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tanaman bawang putih dapat dipanen setelah berumur 95-125 hari untuk  varietas lumbu hijau dan umur antara 85-100 hari untuk varietas lumbu  kuning. Setelah pemanenan, lahan dapat ditanami kembali setelah  dibiarkan selama beberapa minggu dan diolah terlebih dahulu atau dapat  pula ditanami tanaman lainnya untuk melakukan rotasi tanaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PASCAPANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;- Pengumpulan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah  dipanen dilakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang semu bawang  putih menjadi ikatan-ikatan kecil dan diletakkan di atas anyaman daun  kelapa sambil dikeringkan untuk menjaga dari kerusakan dan mutunya tetap  baik.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Penyortiran dan Penggolongan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sortasi dilakukan untuk mengelompokkan umbiumbi bawang putih menurut  ukuran dan mutunya. Sebelum dilakukan penyortiran, umbi-umbi yang sudah  kering dibersihkan. Akar dan daunnnya dipotong hingga hanya tersisa  pangkal batang semu sepanjang ± 2 cm. Ukuran atau kriteria sortasi umbi  bawang putih adalah :&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt; &lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_2F7Ahvd7Zj4/TE6DJIZUNWI/AAAAAAAAAKI/q8Ow0iz9_1M/s1600/bw+5.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_2F7Ahvd7Zj4/TE6DJIZUNWI/AAAAAAAAAKI/q8Ow0iz9_1M/s200/bw+5.jpg" border="0" height="151" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;pengemasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) keseragaman warna menurut jenis.&lt;br /&gt;b) ketuaan/umur umbi.&lt;br /&gt;c) tingkat kekeringan.&lt;br /&gt;d) kekompakan susunan siung.&lt;br /&gt;e) bebas hama dan penyakit.f) bentuk umbi (bulat atau lonjong).&lt;br /&gt;g) ukuran besar-kecilnya umbi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan ukuran umbi, bawang putih dapat dikelompokkan menjadi beberapa&lt;br /&gt;kelas, yaitu :&lt;br /&gt;a) kelas A: umbi yang diameternya lebih dari 4 cm.&lt;br /&gt;b) kelas B: umbi yang diameternya antara 3-4 cm.&lt;br /&gt;c) kelas C: umbi yang diameternya antara 2-3 cm.&lt;br /&gt;d) kelas D: umbi yang kecil atau yang pecah dan rusak.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Penyimpanan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dalam jumlah kecil, bawang putih biasanya disimpan dengan cara digantung  ikatan-ikatannyadi atas para-para. Setiap ikatan beratnya sekitar 2 kg.  Para-paranya dibuat dari kayu atau bambu dan diletakkan diatas dapur.  Cara seperti ini sangat menguntungkan karena setiap kali dapur  dinyalakan, bawang putih terkena asap. Pengasapan merupakan cara  pengawetan yang cukup baik. Dalam jumlah besar, caranya adalah disimpan  di dalam gudang. Gudang yang akan digunakan harus mempunyai ventilasi  agar bisa terjadi peredaran udara yang baik. Suhu ruangan yang  diperlukan antara 25-30oC. Jika suhu ruangan terlalu tinggi, akan  terjadi proses pertunasan yang cepat. Kelembaban ruangan yang baik  adalah 60-70 prosen.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Pengemasan dan Pengangkutan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pengangkutan bawang putih dimasukkan ke dalam karung  goni atau karung plastik dengan anyaman tertentu. Alat pengangkutan bisa  bermacammacam, bisa gerobak, becak, sepeda atau kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://desaku-impianku.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-464735385821409577?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/464735385821409577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/464735385821409577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/teknis-budidya-bawang-putih-pada.html' title='Teknis Budidya Bawang Putih pada Dataran Rendah'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2F7Ahvd7Zj4/TPT7KScuOiI/AAAAAAAAASE/LGgaPCeLcJc/s72-c/bw+2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4055379861161855883</id><published>2011-09-09T22:20:00.000-07:00</published><updated>2011-09-09T22:20:00.076-07:00</updated><title type='text'>PROSPEK BUDIDAYA BAWANG DAUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para penjual martabak telur, sering memajang bawang daun utuh yang  sudah dibersihkan dan dipotong rapi di etalasenya. Selain memajang telur  bebek dan kaleng minyak samin. Bawang daun memang merupakan campuran  utama martabak telur. Bawang daun itu akan diikat kemudian diiris  melintang tipis-tipis, dicampur telur bebek, diberi daging yang sudah  diberi bumbu, lalu diaduk di cangkir stainless steel. Adonan tepung  terigu dikembangkan secara manual di landasan marmer, hingga melebar  menjadi lembaran tipis. Lembaran tepung terigu itu ditaruh di  penggorengan datar yang sudah diisi minyak goreng campur minyak samin,  dan sudah dipanaskan penuh. Adonan telur dengan daun bawang, dituang di  atasnya, lalu lembaran "kulit martabak" itu dilipat hingga berbentuk  segi empat. Jadilah martabak telur.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain diserap oleh tukang  martabak, bawang daun juga masuk ke restoran chinese food, terutama  untuk campuran bakmi, bihun dan capcai. Sebenarnya bawang daun juga  diperlukan untuk berbagai masakan lain. Misalnya sup dan salad. Potensi  pasar bawang daun masih cukup bagus, termasuk untuk pasar ekspor.  Beberapa eksportir kita, mengirim bawang daun segar ke Singapura dan  Timur Tengah, bersamaan dengan sayuran lain. Bawang daun yang sudah  dipotong sekitar 5 cm. difrozen dan dikemas, dikirim ke Jepang. Pasar  bawang daun di dalam negeri pun relatif stabil. Tidak seperti komoditas  kentang, cabai dan tomat yang harganya sering bergejolak. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara  rutin para petani sayuran di dataran tinggi memang selalu membudidayakan  bawang daun. Baik secara monokultur, atau yang paling banyak, secara  tumpangsari di sela-sela tanaman kol, caisim, petsai dan sayuran  lainnya. "Pasangan bawang daun di pasar adalah seledri, wortel dan  kadang-kadang juga kol serta kentang sebagai bahan sup. Meskipun tidak  disengaja oleh para petani, pola penanaman bawang daun secara  tumpangsari dengan kol dan sayuran lainnya, sebenarnya merupakan  pengendalian hama secara alami. Hama trips yang sering mengganggu  tanaman kol atau cabai, tidak akan bersedia mendekat kalau kol dan cabai  itu ditanam bersamaan dengan bawang. Baik bawang merah maupun bawang  daun.  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beda dengan seledri dan wortel yang biasanya ditanam  secara monokultur dengan kepadatan tinggi (disemai), maka bawang daun  lebih sering ditanan secara tunggal, namun ditumpangsarikan dengan  komoditas lain. Sebab dengan ditanam secara tunggal, pertumbuhan tanaman  akan cukup pesat. Bulb akan tumbuh padat dengan daun yang besar-besar  dan kekar. Sosok bawang daun demikian inilah yang disukai oleh konsumen,  terutama para koki di restoran dan hotel bintang. Yang disebut bawang  daun, adalah tanaman spesies Allium dari keluarga Amarilis. Selain  dikenal sebagai sayuran, spesies Allium kebanyakan malahan menjadi  tanaman hias, bahkan ada pula yang dijadikan bahan obat-obatan. Spesies  bawang yang lebih dikenal masyarakat, justru bukan bawang daun melainkan  bawang putih (Allium sativum), bawang bombai (Allium cepa), dan bawang  merah (Allium cepa var. ascalonicum). &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia, bawang daun  yang lebih banyak dibudidayakan adalah bawang bakung, bawang onclang,  (Allium fistulosum), scallion, green onion, bunching onion, ciboule.  Jenis bawang ini tidak membentuk umbi melainkan bulb (batang semu yang  menggembung). Bulb ini merupakan pelepah daun yang berwarna putih dan  saling menangkup satu sama lain. Sementara daunnya berupa buluh dengan  lubang di dalamnya. Ukuran bawang bakung sekitar 40 cm. panjang dan  penampang bulbnya 2,5 cm. Warna daun bawang bakung sama dengan warna  daun bawang pada umumnya yakni hijau keabu-abuan. Meskipun disebut  sebagai bawang daun, sebenarnya yang dikonsumsi bukan daunnya melainkan  bulbnya yang gemuk dan padat. Biasanya, sebagian besar daun itu justru  dibuang dan hanya disisakan yang didekat bulb.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain bawang  bakung, jenis bawang daun lainnya adalah bawang perai. Kalau bawang  bakung daunnya berongga dan membentuk buluh, maka bawang perai daunnya  pipih membentuk pita dan tidak berongga. Kalau daun bawang bakung mirip  dengan daun bawang merah, hanya ukurannya yang jaug lebih besar; maka  daun bawang perai mirip dengan daun bawang putih. Bedanya, tanaman  bawang perai membentuk bulb ukuran besar, dengan ukuran daun yang juga  lebih panjang serta lebih lebar. Sama halnya dengan bawang bakung, maka  bawang perai juga tidak membentuk umbi. Kadangkala masyarakat menyebut  bawang perai dengan sebutan bawang belanda.  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya ada dua  varietas bawang perai, yakni leek (Allium ampeloprasum var. porrum (L.)  J. Gay)  dan elephant garlic (Allium ampeloprasum var. ampeloprasum).  Leek kadang-kadang juga disebut sebagai Allium ampeloprasum atau Allium  porrum. Hingga nama ilmiah bawang perai bisa disebut secara lengkap  sebagai Allium ampeloprasum var. porrum (L.) J. Gay, bisa pula hanya  disingkat Allium ampeloprasum atau Allium porrum. Di Eropa, leek alias  bawang perai lebih banyak dibudidayakan. Sementara bunching onion alias  bawang bakung hanyalah sebagai substitusi. Di beberapa tempat di Jawa,  terutama di Jawa Timur, bawang perai juga lebih populer dibanding bawang  bakung. Namun di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung  dll. bawang bakung lebih mudah dijumpai di pasar. Biasanya hanya para  juru masak restoran dan hotel bintang sajalah yang menggunakan bawang  perai.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain leek dan bunching onion, masyarakat ropa masih  mengenal pula chive, cive atau true chive (Allium schoenoprasum). Di  Eropa, yang disebut chive adalah bawang daun yang daunnya berupa buluh  (berlubang) seperti daun bawang merah. Namun di Indonesia, chive maupun  bawang daun yang daunnya berupa pita kecil-kecil mirip rumput (Allium  odorum), sama-sama disebut bawang kucai. Kucai selain digunakan sebagai  bumbu, juga banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Masih ada satu lagi  komoditas bawang daun, yang di kalangan masyarakat sering dijumpai  sebagai lalap (salad) pada lumpia. Bawang daun untuk lalap lumpia ini  disebut bawang langkio (Alium tuberosum); atau garlic chives, chinese  leeks, chinese chives. Bawang langkio juga berukuran kecil seperti  halnya kucai, tetapi ciri khasnya adalah adanya umbi kecil yang  berbentuk bulat berwarna putih. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meskipun yang menyandang sebutan  sebagai bawang daun cukup banyak, namun di Indonesia, terutama di  kota-kota besar, bawang daun selalu diartikan sebagai bawang bakung,  onclang atau bunching onion. Ada banyak kultivar bawang bakung, termasuk  yang bulbnya berwarna kemerahan seperti Santa Clause dan Red Beard.  Selain varietas baru dari impor yang berasal dari Taiwan, kultivar lokal  pun masih banyak dibudidayakan masyarakat. Kultivar lokal umumnya  berdaun panjang sementara bulbnya pendek dan kecil. Kultivar ini tetap  disukai konsumen di pasar tradisional, karena masyarakat lapis bawah  umumnya lebih senang memanfaatkan daunnya dan bukan bulbnya. Sementara  kultivar baru kebanyakan bercirikan tanaman yang pendek dan kekar, namun  dengan bulb yang berukuran besar. Misalnya Shimonita, Yoshima dan White  Lisbon. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bawang bakung bisa diperbanyak dengan biji. Bunga yang  kemudian berubah menjadi biji ini, tumbuh pada ujung daun paling dalam.  Bunga berwarna putih, kadang agak kehijauan. Budidaya bawang bakung  dengan benih biji, memerlukan waktu panen  lebih lama dibanding dengan  benih anakan. Namun hasil budidaya dengan benih biji, terlebih benih  asal impor, kualitasnya jauh lebih baik dibanding dengan perbanyakan  melalui anakan. Para petani kita, juga banyak yang membenihkan bawang  daun dari biji hasil panen mereka sendiri. Benih biji hasil perbanyakan  sendiri ini, kualitasnya akan menurun. Sekarang juga banyak benih bawang  bakung hibrida, yang merupakan hasil silangan antara Allium fistulosum  dengan Allium cepa. Selain untuk memperoleh kualitas fisik lebih baik,  bawang daun hibrida ini juga diharapkan bisa lebih toleran terhadap suhu  dingin maupun panas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun bawang bakung hibrida, umumnya tidak  menghasilkan biji (mandul). Hingga perbanyakan harus dilakukan dengan  anakan yang keluar dari samping bulb. Para petani tradisional, punya  trik untuk memproduksi anakan. Caranya, hasil panen bawang bakung mereka  sisihkan, untuk ditanam kembali di lahan yang sengaja dikeringkan.  Dalam kondisi stres, bawang daun ini akan memecah dirinya menjadi  beberapa individu, bisa empat sampai lima anakan sekaligus. Sebab kalau  menunggu keluarnya anakan dari samping bulb utama, akan memakan waktu  lama, selain jumlahnya juga tidak akan banyak. Terlebih lagi, untuk  mengejar besarnya bulb, petani akan memberi pupuk dan pengairan dosis  tinggi. dalam kondisi demikian, tanaman cenderug akan memperbesar bulb,  sementara anakannya hampir tidak ada. Dengan memberi perlakuan stres  air, maka bulb yang gemuk itu akan pecah menjadi beberapa tanaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pecahan  bulb inilah kemudian yang dibudidayakan secara individu dan monokultur  atau  ditumpangsarikan dengan tanaman lain. Tanaman yang akan dipanen  untuk produk konsumsi ini diberi pupuk dosis tinggi. Kalau satu individu  tanaman pecah menjadi lima, maka dari benih satu ton akan dihasilkan  minimal 5 ton. Namun hasil penanaman dengan benih anakan ini, lambat  laun juga akan menimbulkan degradasi. Kualitas bahkan juga kuantitas  hasil panen akan cenderung menurun. Hingga benih dari biji, terutama  benih-benih hibrida, memang harus selalu dibeli dari perusahaan  penangkaran benih. Meskipun benih ini harganya tinggi, namun akan  menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil penen yang juga tinggi.  Perusahaan agribisnis yang memasok restoran dan hotel bintang, umumnya  tetap menggunakan benih kualitas baik, agar produk mereka tetap bisa  diterima pasar khusus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://foragri.blogsome.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-4055379861161855883?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4055379861161855883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4055379861161855883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/prospek-budidaya-bawang-daun.html' title='PROSPEK BUDIDAYA BAWANG DAUN'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-1081480766839688089</id><published>2011-09-08T22:13:00.000-07:00</published><updated>2011-09-08T22:13:00.713-07:00</updated><title type='text'>BUDIDAYA BAWANG BOMBAY</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bawang bombay diperkirakan berasal dari daerah Asia Tengah (Palestina)  yang beriklim subtropis dan mulai menyebar ke daratan Eropa dan India.  Sekitar abad ke-16 menyebar ke Benua Amerika, kira-kira bersamaan dengan  awal perburuan rempah-rempah oleh bangsa Eropa ke Timur Jauh, yang  akhirnya berbuntut dengan pendudukan dan penjajahan negara-negara di  Asia termasuk Indonesia oleh bangsa Eropa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.2. Sentra Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;di  Indonesia, bawang bombay banyak ditemukan di daerah Tanah Karo  (Sumatera Utara), percobaan penanaman di dataran tinggi Karo dengan  ketinggian sekitar 2000 m dpl, memperoleh hasil sangat memuaskan. Umbi  cukup besar dan pertumbuhannya baik. Bibit yang digunakan untuk  penanaman didatangkan dari Belanda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.3. Jenis Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bawang  bombay yang disebut juga bawang timur berada dalam satu garis keturunan  dengan bawang merah dengan nama ilmiah Allium cepa L. Perbedaan antara  bawang merah dan bawang bombay tidak terlalu menyolok, kecuali bentuknya  dan bau/aromanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Varietas bawang bombay yang dikenal antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Hari pendek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Yellow Granex, ciri-ciri: umbi bulat pipih kekuning-kuningan, beraroma sedang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Texas Yellow, Grano, ciri-ciri: bulat gasing kekuning-kuningan, aroma sedang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Grano, ciri-ciri: kekuning-kuningan agak kecoklatan, aroma sedang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Red Creole, ciri-ciri: bulat pipih merah, aroma/bau tajam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Hari panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Zittauer, ciri-ciri: bulat pipih kecoklatan, slit berbunga, banyak anakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Rijosbuiger "Oporto", ciri-ciri: bulat merah kekuning-kuningan, produksi sangat tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Ebenezer Yellow, ciri-ciri: bulat pipihkuning tua, banyak anakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Varietas  jenis hari pendek yang sudah pernah dicoba di Indonesia dan hasilnya  cukup baik antara lain: Red Creole, Burmuda Yellow, Burmuda White, Farly  Grano dan Patna Early. Jenis hari panjang yang lain yang cukup terkenal  di antaranya Globe Danvers, Yellow Globe, Silver King dan sebagainya.  Masih banyak lagi varietas-varietas bawang bombay yang ada diantaranya  adalah Exel dan White Creole yang termasuk kelompok hari pendek,  kemudian Crystal Grano, San Yoaquin dan California Early Red, yang  ter-masuk kelompok hari sedang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.4. Manfaat Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di  Indonesia tanaman bawang bombay ini kurang/tidak populer, maka  penggunaannya belum banyak terungkapkan. Penggunaan utama bawang ini  adalah untuk bumbu penyedap masakan dan umumnya terbatas pada  jenis-jenis masakan tertentu, yaitu masakan Eropa dan Cina. Namun  demikian, akhir-akhir ini penggunaan bawang bombay di Indonesia makin  menyebar dan makin memasyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.1. Iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  1. Tanaman bawang bombay menyukai curah hujan yang merata sepanjang tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Bawang bombay termasuk tanaman yang memerlukan penyinaran matahari  cukup panjang, kira-kira lebih dari 4 jam/hari. Apabila terlalu pendek  atau berada di tempat yang teduh/terlindung sehingga tidak cukup  mendapat penyinaran matahari maka hasil produksinya rendah, rasanya agak  tawar dan tidak tahan disimpan lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  3. Bawang bombay sangat cocok  di tempat yang udaranya sejuk. Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan  tanaman ini antara 18-20 derajat C. Pada suhu udara yang lebih rendah  antara 1-1,5 derajat C, bawang bombay masih mampu membentuk bunga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Kondisi udara dengan kelembaban relatif berkisar 80-90% (cukup lembab) sangat baik untuk pertumbuhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.2. Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Tanah untuk tanaman bawang bombay adalah tanah yang subur, banyak  humus dan gembur. Tanah hendaknya bersifat mudah meneruskan air sehingga  tidak mudah becek dan memadat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Jenis tanah yang paling baik  adalah tanah lempung berpasir atau lempung berdebu, yaitu tanah yang  memiliki perbandingan seimbang antara fraksi liat, pasir dan debu. Tanah  yang banyak mengandung pasir atau tanah alluvial dapat digunakan untuk  bawang bombay. Tetapi karena tanah seperti ini sangat cepat meneruskan  air, sehingga perlu diberi pupuk kandang atau bahan organik lainnya  untuk meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan kesuburannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Keasaman tanah yang paling baik adalah sedikit agak asam sampai  netral, yaitu pH antara 6-6,8. Pada pH tanah kurang dari 5, garam  Aluminium yang terlarut dalam tanah dapat bersifat racun yang dapat  menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Sedangkan pada pH yang terlalu  tinggi, garam Mangan tidak dapat diserap tanaman bawang sehingga umbi  menjadi kecil dan produksinya rendah. Apabila tanahnya terlalu masam,  perlu dilakukan pengapuran terlebih dulu untuk mengurangi keasamannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.3. Ketinggian Tempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketinggian optimum yang cocok untuk budidaya bawang bombay adalah berada pada ± 1500&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1. Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.1. Persiapan Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bibit  bawang bombay sangat sulit untuk didapat. Hal ini disebabkan karena  pembudidayaannya masih belum populer seperti bawang merah dan putih.  Pengadaan bibit dari jenis bibit impor merupakan salah satu alternatif  yang dapat dipilih. Tentu saja perlu dicari jenis-jenis yang sesuai  dengan kondisi alam dan iklim Indonesia. Alternatif lain dapat pula  mengadakan bibit sendiri, baik berupa biji maupun umbinya yang disebut  sets.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.2. Bibit dari Biji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penanaman bawang bombay dapat  dilakukan dengan menggunakan biji yang dipersemaikan lebih dulu. Dengan  biji ini, biasanya dapat dihasilkan umbi tunggal dan merupakan cara  murah karena harga bibitnya relatif murah. Akan tetapi, di iklim tropis  seperti Indonesia ini bawang bombay sangat sulit berbunga dan membentuk  biji. Untuk dapat berbunga dan membentuk biji, diperlukan suhu udara  rata-rata ± 0,1-0 derajat C. Di dataran tinggi seperti Cipanas Jawa  Barat dengan ketinggian 1.100 m dpl, pada musim tertentu yang di malam  hari beberapa jenis bawang bombay dapat berbunga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk mengatasi  kesulitan tersebut, ditempuh cara berikut ini. Umbi bawang bombay yang  akan ditanam untuk menghasilkan biji disimpan dulu pada suhu rendah  yaitu 5-10 derajat C selama kira-kira 3-4 minggu. Setelah itu, umbi  tersebut ditanam di daerah yang sejuk, kemudian agar penyerbukan  berjalan dengan baik maka perlu dibantu. Pembantu penyerbukan yang baik  adalah serangga, misalnya lebah madu. Oleh karena itu, pemeliharaan  lebah madu di daerah pembibitan bawang sangat menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara  lain untuk mendapatkan biji bawang bombay adalah dengan mendatangkan  dari luar negeri. Apabila membeli bibit impor di pasaran, biji yang  dipilih merupakan varietas yang bersifat hari pendek alias genjah.  Kemudian biji tersebut belum kadaluwarsa karena jika kadaluwarsa daya  tumbuhnya sangat rendah dan bahkan dapat gagal sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.3. Bibit dari Umbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama  siapkan lahan untuk membuat persemaian. Tanahnya yang benar-benar subur  dan gembur. kemudian di tempat persemaian tersebut dibuat alur-alur  tebar 7,5-10 cm. Jarak antar alur sekitar 30-35 cm. Kemudian bawang  bombay disebarkan pada alur tersebut dengan tebaran yang sedikit agak  padat. Untuk tanah yang subur dibutuhkan biji +100 kg/ha tetapi kalau  kesuburan tanahnya sedang cukup dengan 75 kg/ha. Sedangkan bila tanahnya  kurang subur, sebaiknya jangan menyebarkan terlalu banyak biji, cukup  dengan 50 kg/ha saja. Semaian ini dibiarkan tumbuh sesuai dengan  ketentuan persemaian biasa namun tidak dilakukan penjarangan semai. Hal  ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi berlangsungnya seleksi  secara alami. Biji yang bagus dan kuat akan tumbuh dengan baik dan biji  yang lemah pertumbuhannya tidak baik akan mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah semai  bawang bombay membentuk umbi muda dengan ukuran tertentu, semai dipanen  untuk dipakai sebagai bibit. Ukuran umbi muda (umbi sets) ini dapat  dikelompokkan dalam tiga ukuran. Yang pertama adalah kelompok umbi sets  besar yang diameter umbinya sekitar 2-2,5 cm atau beratnya 6,3 gram.  Kelompok kedua adalah umbi sets sedang yang diameternya 1,5-2 cm dengan  berat rata-rata 1,4 gram. Yang terakhir, umbi sets berukuran kecil  dengan diameter 0,5-1,5 cm dengan beratnya 0,5 gram.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebaiknya,  umbi sets yang berukuran di atas 2,5 cm tidak digunakan untuk bibit.  Umbi set yang kecil, di bawah ukuran 1,75 cm, sebaiknya juga tidak  dipakai untuk bibit karena dapat menghasilkan tanaman yang produksinya  rendah. Ukuran 1,75-2,5 cm adalah pilihan untuk bibit yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.4. Bibit dengan Umbi Tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pilihan  lain untuk pengadaan bibit bawang bombay adalah umbinya sendiri. Dengan  menggunakan umbi ini dapat dihasilkan tanaman yang berumpun. Dapat juga  menggunakan umbi samping untuk bibit. Untuk bibit, dipilih umbi dengan  ukurannya sedang dan seragam dengan beratnya antara 10-25 gram. Umbi ini  dapat diperoleh dengan membeli di pasaran atau dengan memproduksi  sendiri. Umbi untuk bibit harus dipilih yang bermutu bagus, tidak  terserang penyakit atau ada tanda-tanda terserang penyakit maupun hama.  Jangan menggunakan umbi yang cacat, luka, rusak ataupun yang pecah.  Pilihlah umbi yang sudah tua, tidak mengkerut, padat, menthes dan  mengkilap. Di samping itu, umbi-umbi untuk bibit tersebut harus berasal  dari tanaman yang dipanen sudah tua dan telah disimpan cukup lama, yaitu  umbi kawak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.5. Pembuatan Media Semai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lahan persemaian  digemburkan dengan dicangkul dalam sekitar 30 cm, lalu diberi pupuk  kandang atau kompos yang telah tua sehingga tanah mengandung banyak  bahan organis. Kemudian dibentuk bedengan-bedengan yang lebarnya sekitar  1 meter dan tingginya 10-15 cm. Permukaan bedengan dihaluskan  bongkahan-bongkahan tanahnya sampai halus benar dan diratakan. Kalau  pinggiran bedengan mudah merosot atau longsor, dapat diperkuat dengan  papan atau bilah-bilah bambu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebaiknya bedengan persemaian  dibentuk dengan arah utara-selatan untuk mendapatkan cukup banyak cahaya  matahari. Sedangkan untuk melindungi semai dari air hujan, perlu dibuat  peneduhnya. Peneduh dapat dibuat dari lembaran plastik untuk atapnya.  Atap ini dipasang di atas kerangka peneduh, dengan tingginya dibuat 1,25  m di sebelah Timur dan 1 m di sebelah Barat. Dengan cara ini, cahaya  matahari di pagi hari yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan bawang  dapat masuk lebih banyak ke persemaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk tiap bedengan  dibuat tiga alur dengan jarak antar alur sekitar 25 cm dan dalamnya alur  kira-kira 5 cm. Setelah siap, bedengan dibasahi dulu sampai lembab.  Kemudian biji ditabur dalam alur dengan taburan agak jarang, lalu  ditutup tanah halus. Untuk tiap hektar penanaman dibutuhkan kira-kira  dibutuhkan 2-2,5 kg biji. dimana tiap hektarnya perlu sekitar 300 m2  bedengan persemaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.6. Pemeliharaan Persemaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persemaian  disiram 3 kali dalam sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari dengan  emrat atau sprayer yang halus lubangnya. Hal terpenting adalah  persemaian jangan sampai kekeringan, tetapi tidak sampai becek. Agar  persemaian tidak cepat kering, dapat ditutup jerami untuk mengurangi  laju penguapan air dari permukaan bedengan persemaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu  minggu kemudian, semai sudah mulai tumbuh. Pada saat itu persemaian  dapat disiangi untuk menghilangkan rumput-rumput dan gulma lainnya.  Sekitar umur 4 minggu, dapat dilakukan penjarangan semai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.7. Pemindahan Bibit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah  berumur 10 minggu, semai dapat dicabut dan ditanam di lahan. sebelum  dicabut, bedengan disiram dulu untuk memudahkan pencabutan semai.  Semai/bibit dicabut dengan hati-hati dan sebaiknya digunakan pencukil,  untuk mencukil tanah berikut semainya. Pada saat tersebut, semai  kira-kira berukuran sebesar pensil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2.1. Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi  bawang bombay, kondisi tanah yang hendak dicapai dalam pengolahan  adalah tanah yang gembur, subur, tidak becek, tidak asam, bebas gulma  dan sebagainya. Untuk mencapai kondisi tersebut beberapa perlakuan perlu  dikemukakan, di antaranya pengapuran tanah asam kalau diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2.2. Pembukaan Lahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembukaan  untuk budidaya bawang bombay sebaiknya sudah dilakukan sejak 2-4 minggu  sebelum penanaman dan dikerjakan saat tidak ada hujan sehingga tanahnya  cukup keras dan kering, agar tidak mempersulit pengerjaan dan tidak  merusak struktur tanah. Lahan untuk tanaman bawang bombay ini  digemburkan dulu dengan penggemburan ringan dengan cangkul, bajak atau  traktor. Kemudian sekeliling lahan dibuat saluran irigasi keliling yang  mengelilingi lahan. Saluran ini dalamnya sekitar 50 cm dan lebarnya 50  cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian, lahan digemburkan lagi agak dalam sedikit. Sambil  digemburkan dalam lahan dibuat saluran melintang dan memotong lahan yang  dalam dan lebarnya sekitar 40 cm. Saluran ini disebut saluran drainase.  Lalu tanah bongkahan hasil cangkulan dari hasil galian saluran dibentuk  bedengan, dengan parit-parit kecil di antara bedengan tersebut. Saluran  drainase boleh ditiadakan, sebagai gantinya dibentuk parit-parit antar  bedengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2.3. Pembentukan Bedengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lebar bedengan dibuat  sekitar 80-100 cm dan panjangnya dapat disesuaikan dengan  panjang-pendeknya lahan. Panjang bedengan antara 3-5 m. Kalau lahan agak  sulit mendapatkan air, bedeng tidak perlu terlalu tinggi, cukup 15-25  cm saja. Kalau cukup banyak air atau sedikit berlebihan, bedengan perlu  sedikit agak tinggi, yaitu 25-35 cm. Lalu parit-parit antar bedengan  dibuat dengan lebar 35-40 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3.1 Penentuan Jarak Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena  umbi bawang bombay cukup besar, jarak tanamnya sedikit lebih renggang.  Batasan jarak tanam bawang bombay adalah 25-40 cm, untuk antar baris  tanaman dan 10-40 cm antar tanaman dalam baris. Ada yang menggunakan  jarak tanam 10 x 25 cm, 30 x 30 cm, 40 x 40 cm. Kalau bibitnya berupa  semai, biasanya dipakai jarak tanam 10 x 25 cm. Tetapi jika bibitnya  berupa umbi sets atau umbi tua, jarak tanamnya kira-kira 30 x 30 cm atau  40 x 40 cm. Jarak tanam terlalu rapat kurang baik, dan terlalu renggang  pun tidak ekonomis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3.2 Pembuatan Lubang Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau  dipakai bibit semai, mula-mula dibuat lubang dengan penugal yang  dalamnya kira-kira 5-7,5 cm, kalau tanahnya berpasir. Tetapi jika  tanahnya berupa lempung atau yang lain, kedalaman lubang sekitar 5 cm  sudah cukup. Selanjutnya, bibit semai ditanamkan ke dalam lubang dengan  akar tegak ke bawah dan tanah ditimbunkan ke pangkal batang sambil  sedikit ditekan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3.3. Cara Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika digunakan bibit  berupa umbi atau sets, mula-mula dibuat lubang dengan penugal untuk  membantu menancapkan bibit ke bedengan. Umbi bibit lalu dimasukkan ke  dalam lubang, sampai kira-kira bagian bekas potongan pada umbi rata  dengan permukaan tanah bedengan. Posisi umbi diusahakan tegak ke atas  dengan bagian potongan berada di permukaan tanah bedengan. Jangan sampai  meletakkan umbi bibit dalam posisi terbalik. Setelah itu, ditutup tanah  tipis-tipis. Setelah penanaman selesai, bedengan dibasahi secukupnya  sampai lembab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pelaksanaan penanaman bawang bombay usahakan dapat  dikerjakan saat tidak ada hujan. Sebaiknya dipilih waktu pagi hari,  saat matahari belum terlalu tinggi dan selagi cuaca cerah. Kalau lagi  hujan atau cuaca kurang bersahabat, sebaiknya penanaman ditangguhkan  dulu sampai cuaca memungkinkan untuk penanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.1. Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyiangan  rumput hendaknya dikerjakan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak  perakaran bawang bombay. Sambil menyiangi sekaligus dapat dilakukan  penggemburan tanah agar permukaan bedengan tidak memadat. Bedengan yang  longsor atau rusak dibenahi kembali. Juga saluran dan parit-paritnya.  Kalau umbi yang mulai tumbuh nampak terangkat oleh akarnya sampai muncul  di permukaan, hendaknya segera dibenahi kedudukannya sehingga umbi  tertutup tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biasanya, penyiangan rumput dilakukan 2 kali,  yaitu saat berumur 3 minggu dan setelah berumur 6 minggu. Sering pula  saat penyiangan atau penggemburan tanah dilakukan bersamaan dengan  pemupukan susulan, sekaligus untuk membenamkan pupuk susulan ke dalam  tanah. Jangan menggemburkan tanah selagi bedengan masih basah karena  dapat memadatkan tanah. Sebaiknya dikerjakan sebelum pengairan diberikan  sehingga tanah bedengan masih kering.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.2. Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bongkahan  tanah di atas bedengan dihancurkan sambil diratakan sampai halus dan  merata. Kira-kira seminggu sebelum tanam, diberikan pupuk kandang/kompos  yang telah tua sebanyak 10-15 ton/ha. Pupuk ini dicampurkan pada tanah  bedengan sambil menggemburkan dan meratakan bedengan lagi. Dengan  pemberian pupuk ini akan dapat membantu memperbaiki struktur tanah,  memperbaiki daya tampung air, kesuburan dan kegemburan tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah  itu lahan perlu dibasahi secukupnya dengan memakai emrat atau sprayer.  Lalu kira-kira 2-3 hari sebelum penanaman diberi pupuk lagi yaitu pupuk  buatan yang berfungsi sebagai pupuk dasar. Tanah bedengan diratakan lagi  sekaligus sambil membenamkan pupuk ke dalam tanah. Selanjutnya bedengan  dibasahi lagi secukupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.3. Pengairan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bawang bombay  banyak memerlukan air, terutama saat pembentukan umbi. Menjelang  pertumbuhan tua, kebutuhan akan air makin menurun dan menjelang panen  lebih baik apabila tidak diberi air. Dengan kondisi sistem perakarannya  berupa akar serabut yang tidak terlalu panjang, pengairan yang diberikan  harus dapat mencapai dan dapat diserap oleh perakarannya. Sementara  itu, penanaman bawang bombay umumnya dilakukan pada musim kemarau yang  justru tidak banyak tersedia air. Karena itu, peranan pengairan dalam  budidaya bawang bombay menjadi sangat penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengairan dapat  dilakukan pula dengan sistem leb, yaitu dengan menggenangi parit-parit  dan saluran-saluran. Sistim ini membutuhkan banyak air yang pada saat  penanaman, air akan sulit diperoleh (musim kering). Di samping itu,  sistim leb dapat menyebabkan memadatnya tanah. Beberapa hal perlu  diperhatikan dalam pelaksanaan pengairan sistim leb adalah usahakan agar  pengairan dapat mencapai sistem perakaran dan dapat diserapnya. Setelah  pengairan dirasa cukup air dalam parit dan saluran perlu segera  dituras/dibuang sehingga tidak menyebabkan lahan menjadi becek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara  lain yang lebih baik adalah dengan menyiramkan air melalui  emrat/sprayer/sprinkler. Penggunaan emrat lebih cocok untuk mengairi  lahan yang tidak begitu luas. Untuk lahan luas, penggunaan sprinkler  lebih sesuai. Meski begitu penggunaan alat ini membutuhkan perlengkapan  khusus, yaitu pompa air dan sprinkler.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengairan pertama  dilakukan segera setelah bibit ditanam. Bedengan dibasahi secukupnya.  Setelah itu, pengairan dapat dilakukan setiap dua hari sekali yang  dikerjakan pagi dan sore hari. Yang perlu diperhatikan adalah  tanah-tanah bedengan jangan sampai kekeringan dan juga tidak menjadi  becek. Pengairan ini diberikan sampai pembentukan umbi mencapai ukuran  maksimum atau sudah menjelang tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.5.1. Hama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hama yang menyerang bawang bombay adalah hama bodas, penggerek daun dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.5.2. Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyakit  yang menyerang bawang bombay adalah penyakit embun upas, penyakit  busuk, bercak ungu dan sebagainya. Sebagai tindakan pengendalian ada  yang melakukan penyemprotan tiap 7-10 hari sekali. Apabila terjadi hujan  siang hari (musim kemarau), tanaman harus segera disemprot. Demikian  pula jika malam harinya cuaca berembun atau hujan, maka pagi harinya  segera disemprot fungisida untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit.  Selain itu, dijaga agar tanah bedengan tidak becek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6. Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6.1. Ciri dan Umur panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umur  panen bawang bombay berkisar 4-5 bulan. Jenis yang berumur panjang  dapat mencapai 5 bulan, sedang yang berumur pendek biasanya  kurang/sampai dari 4 bulan. Kalau tanaman digunakan untuk menghasilkan  umbi untuk bibit, pemanenan dilakukan pada umur yang lebih tua daripada  panen untuk umbi konsumsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ciri yang dapat digunakan untuk  mengamati saat panen yang baik adalah perubahan warna daun dan batang  leher umbinya. Kalau ujung-ujung daun mulai menguning dan batang leher  umbi sudah mengempis, berarti saat panen sudah dekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6.2. Cara Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila  30% dari seluruh tanaman sudah mengulai daunnya, maka tanaman dapat  dirobohkan untuk mempercepat menuanya umbi dan beberapa hari kemudian  bawang bombay sudah dapat dipanen. Jangan dibiarkan terlalu lama karena  umbi-umbi dalam tanah pada keadaan demikian dapat menurunkan mutu umbi.  Jangan memanen umbi yang terlalu muda karena umbi kurang padat dan jika  disimpan akan banyak susut, mudah membusuk dan berkeriput.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara  pemanen adalah dengan cara mencabut. Apabila sulit dicabut atau daunnya  mudah patah, dapat dibantu dengan membongkar bedengan. Panenlah sebelum  batang benar-benar kering dan cukup liat untuk dicabut. Pemanenan  sebaiknya dikerjakan saat cuaca cerah, tidak mendung apalagi hujan.  Sebaiknya waktu pagi hari selagi matahari belum terik dan embun telah  hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah dicabut, untuk sementara biarkan umbi-umbi serta  batangnya tersebut disimpan di atas bedengan agar sedikit lebih kering.  Onggokkan sejajar sedemikian rupa sehingga umbi-umbinya tertimbun  daun-daunnya. Dengan demikian, umbi akan terhindar dan terpaan panas  matahari langsung. Selanjutnya umbi dapat diangkut ke tempat pengeringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7. Pascapanen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7.1. Penyortiran dan Penggolongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum  dijual ada baiknya jika umbi-umbi disortasi dulu. Umbi-umbi yang rusak,  luka atau terkena serangan hama-penyakit dipisahkan dalam kelompok  tersendiri. Tanah yang masih menempel di akar dibersihkan. Bagian  batangnya dipotong kira-kira 2 cm di atas batang leher umbi. Jangan  memotong terlalu pendek agar tidak mengenai umbi yang dapat menyebabkan  luka dan memudahkan terkena hama atau penyakit. Kulit terluar yang sudah  nampak terkelupas dibuang sehelai sehingga umbi nampak mengkilap,  bersih dan cerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu, umbi dikelompokan menurut  besarnya, yaitu dalam kelompok berukuran besar, sedang dan kecil. Untuk  pengepakan dapat digunakan karung atau wadah yang memberikan sirkulasi  udara bersih dalam wadah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7.2. Penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di para-para di  atas perapian dapur atau dalam gudang dapat digunakan untuk menyimpan  bawang bombay. Namun demikian, karena belum banyak petani yang menanam  bawang bombay, maka untuk sementara ini mungkin hasil produksi dapat  cepat terjual habis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7.3. Pengeringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengeringan bawang  bombay dilakukan dengan cara menjemur atau dengan menggunakan pengering  buatan. Usahakan agar pengeringan dapat berjalan cepat sehingga  kemungkinan kerusakan karena belum kering dapat terhindarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;keatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4.1. Analisis Usaha Budidaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perkiraan analisis budidaya bawang bombay per musim tanam (5 bulan) di Jawa Timur dengan luas lahan 1 hektar pada tahun 1999.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Biaya produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Sewa lahan 1 ha per musim tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Bibit: 300 kg @ Rp. 7.000,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Pupuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Pupuk kandang: 20 ton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Urea: 267 kg @ Rp. 1.500,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - TSP: 312,5 kg @ Rp. 1.800,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - KCl: 200 kg @ Rp. 1.700,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   4. Obat dan pestisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Furadan: 20 kotak @ Rp. 31.000,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Insektisida lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Fungisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Herbisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Perekat: 2 liter @ Rp. 24.000,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   5. Tenaga kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Membuat bedengan (borongan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Memipil bibit: 20 OH @ Rp. 10.000,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Tanam: 30 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Penyulaman: 10 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Penyiraman: 260 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Pemupukan dasar: 25 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Pemupukan susulan: 30 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Penyemprotan: 30 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   6. Panen dan pascapanen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Panen: 25 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Pengeringan: 20 OH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       - Sortasi: 20&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://dimasadityaperdana.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-1081480766839688089?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1081480766839688089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1081480766839688089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-bawang-bombay.html' title='BUDIDAYA BAWANG BOMBAY'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2011236686841189046</id><published>2011-09-07T22:05:00.001-07:00</published><updated>2011-09-07T22:05:00.523-07:00</updated><title type='text'>Kol atau Kubis ( Brassica oleracea )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kol atau kubis merupakan tanaman sayur famili Brassicaceae berupa  tumbuhan berbatang lunak yang dikenal sejak jaman purbakala (2500-2000  SM) dan merupakan tanaman yang dipuja dan dimuliakan masyarakat Yunani  Kuno.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mulanya kol merupakan tanaman  pengganggu (gulma) yang tumbuh liar disepanjang pantai laut Tengah, di  karang-karang pantai Inggris, Denmark dan pantai Barat Prancis sebelah  Utara. Kol mulai ditanam di kebun-kebun Eropa kira-kira abad ke 9 dan  dibawa ke Amerika oleh emigran Eropa serta ke Indonesia abad ke 16 atau  17. Pada awalnya kol ditanam untuk diambil bijinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.2. Sentra Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kol  banyak ditanam di dataran tinggi dengan sentra terdapat di Dieng,  Wonosobo, Tawangmangu, Kopeng, Salatiga, Bobot Sari, Purbalingga,  Malang, Brastagi, Argalingga, Tosari, Cipanas, Lembang, Garut,  Pengalengan dan beberapa daerah lain di Bali, Timor Timur, Nusa Tenggara  Timur dan Irian Jaya, tetapi beberapa varietas dapat ditanam di dataran  rendah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.3. Jenis Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan klasifikasinya, kol/kubis termasuk dalam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Divisi : Spermatophyta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Sub Divisi : Angiospermae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) Klas : Dicotyledonae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Famili : Cruciferae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e) Genus : Brassica&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f) Spesies : Brassica oleracea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari klasifikasi ini turunlah varietas-varietas tanaman kol yang dibudidayakan, berikut ini merupakan kol varietas unggul:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  1. Kubis putih (B.o. var. capitata L. f.alba DC.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;         1. Kubis kepala bulat: krop bulat dan kompak, ukuran daun kecil  sampai sedang, mempunyai daun luar berwarna hijau muda, memiliki teras  atau hati kecil dan mempunyai batang pendek. Beberapa varietas unggul  kubis putih kepala bulat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Globe Master: umur panen 75 hari, produksi 2-2,5 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Emerald Cross Hybrid: umur panen 45 hari, produksi 1,2 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Copenhagen Market: umur panen 72 hari, produksi 1,8-2 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - K-K Cros: umur panen 58 hari, produksi 1,6 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Green Cup: umur panen 73 hari, produksi 1,5 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Ecarliana: umur panen 60 hari, produksi 1 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;         2. Kubis kepala bulat runcing: Krop kubis berbentuk bulat dengan  ujung bagian atas meruncing sehingga nampak berbentuk elips. Contoh  varietas komersial:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Early Jersey Wakefield: umur panen 63 hari, produksi 1 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Green point: umur panen 50 hari, produksi 1 kg/tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;         3. Kubis kepala bulat datar: Krop kubis berbentuk bulat, bagian  atasnya mendatar dan nampak gepeng (baca "kol gepeng", krop kurang  kompak dan berongga, ukuran sedang sampai besar dan memiliki daun luar  yang melengkung ke arah dalam menutupi kepala. Beberapa jenis komersial  adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Premium Flat Dutch: umur panen 100 hari, produksi 4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Early Flat Dutch: umur panen 83 hari, produksi 2,4-2,7 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - O-S Cross: umur panen 80 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Surehead: umur panen 93 hari, produksi 3-4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Kubis 632 Spring Light: umur panen 65 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Kubis 633 Summer Autumn: umur panen 60 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Kubis 634 Good Season: umur panen 45 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Kubis 635 Summer Summit: umur panen 50 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Kubis 636 Tropical Delight: umur panen 50-55 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;           - Kubis 637 Summit: umur panen 50 hari, produksi 1,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Kubis merah (B.o. var. capitata L. f. rubra.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Krop berbentuk bulat kompak berwarna merah keunguan dan permukaan  luar daun tertutup lapisan. Beberapa varietas yang mempunyai nilai  ekonomi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Ruby perfection: warna krop merah cerah, umur panen 80 hari, produksi 1,6 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Mammoth Red Rock: warna krop merah tua keunguan dan keras, umur panen 100 hari, produksi 3,4 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Rubby ball: warna krop merah tua, umur panen 65 hari, produksi 1,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Res Acre: warna krop merah tua, umur panen 76 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  3. Kubis Savoy (B.o. var. sabauda L.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Ciri-ciri memiliki daun keriting berbentuk babad/perut daging sapi,  berwarna hijau, krop berbentuk bermacam-macam, bulat dan kerucut. Kubis  ini biasa disebut kubis keriting/kubis babat. Contoh beberapa varietas  komersial:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Perfection Drumhead: umur panen 90 hari, produksi 2,7-3,2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Vorbote: produksi 1-2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Savoy King Hybrid: umur panen 80 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Savoy Ace: umur panen 80 hari, produksi 1,6 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Langedijk Early Yellow: produksi 1,5-2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     - Langedijk Storage Yellow: produksi 2-3 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain jenis kubis diatas masih terdapat jenis lain yang cukup komersial yaitu kubis brussel (B.o. var. gemmivera DC.).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.4. Manfaat Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai  bahan pangan untuk keperluan masakan seperti sup, sayur lodeh, pecel,  lotek dan lain-lain atau dimakan langsung (lalapan) bersama menu lain.  Manfaat lain dapat dibuat produk makanan instan seperti mie, makanan  ringan dan makanan cepat saji lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di bidang kesehatan, dapat  digunakan sebagai pencegah dan obat sariawan, penyakit beri-beri,  penyakit Xerophthalmia, radang syaraf, lemahnya otot-otot, luka-luka  pada tepi mulut, dermatitis bibir menjadi merah dan radang lidah,  kandungan niacin dapat mencegah penyakit palagra dan pembentuk tulang  dan gigi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.1. Iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Pengaruh angin dirasakan pada evaporasi lahan dan evapotranspirasi  tanaman. Laju angin yang tinggi dalam waktu lama (kontinyu)  mengakibatkan keseimbangan kandungan air antara tanah dan udara  terganggu, tanah kering dan keras, penguraian bahan-bahan organik  terhambat, unsur hara berkurang dan menimbulkan racun akibat tidak ada  oksidasi gas-gas beracun di dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Disebutkan jumlah curah hujan 80% dari jumlah normal (30 cm) memberikan hasil rata-rata 12% dibawah rata-rata normal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Stadia pembibitan memerlukan intensitas cahaya lemah sehingga  memerlukan naungan untuk mencegah cahaya matahari langsung yang  membahayakan pertumbuhan bibit. Sedangkan pada stadia pertumbuhan  diperlukan intensitas cahaya yang kuat, sehingga tidak membutuhkan  naungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Tanaman kubis dapat hidup pada suhu udara 10-24 derajat  C dengan suhu optimum 17 derajat C. Untuk waktu singkat, kebanyakan  varietas kubis tahan dingin (minus 6-10 derajatC), tetapi untuk waktu  lama, kubis akan rusak kecuali kubis berdaun kecil (&amp;lt;3&amp;gt; 9),  merupakan racun bagi akar-akar tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Kandungan air tanah yang  baik adalah pada kandungan air tersedia, yaitu pF antara 2,5-4. Dengan  demikian lahan tanaman kol memerlukan pengairan yang cukup baik (irigasi  maupun drainase).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.3. Ketinggian Tempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanaman kubis dapat  tumbuh optimal pada ketinggian 200-2000 m dpl. Untuk varietas dataran  tinggi, dapat tumbuh baik pada ketinggian 1000-2000 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1. Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.1. Persyaratan Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Benih yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Benih utuh, artinya tidak luka atau tidak cacat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Benih harus bebas hama dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) Benih harus murni, artinya tidak tercampur dengan biji-biji atau benih lain serta bersih dari kotoran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Benih diambil dari jenis yang unggul atau stek yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e) Mempunyai daya kecambah 80%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f) Benih yang baik akan tenggelam bila direndam dalam air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.2. Penyiapan Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyiapan  benih dimaksudkan untuk mempercepat perkecambahan benih dan  meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Cara-cara  penyiapan adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  1. Sterilisasi benih, dengan  merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau  dengan merendam benih dalam air panas 55 derajat C selama 15-30 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Penyeleksian benih, dengan merendam biji dalam air, dimana benih yang baik akan tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  3. Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih cepat berkecambah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebutuhan benih per hektar tergantung varietas dan jarak tanam, umumnya dibutuhkan 300 gram/ha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Benih  harus disemai dan dibumbun sebelum dipindahtanam ke lapangan.  Penyemaian dapat dilakukan di bedengan atau langsung di bumbung (koker).  Bumbung dapat dibuat dari daun pisang, kertas makanan berplastik atau  polybag kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.3. Teknik Penyemaian Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal yang  perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi persemaian antara lain: (1)  tanah tidak mengandung hama dan penyakit atau faktor-faktor lain yang  merugikan; (2) lokasi mendapat penyinaran cahaya matahari cukup; dan (3)  dekat dengan sumber air bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyemaian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  1. Penyemaian di bedengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Sebelum bedengan dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat  bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari arah utara ke selatan.  Tambahkan ayakan pupuk kandang halus dan campurkan dengan tanah dengan  perbandingan 1:2 atau 1:1. Bedengan dinaungi dengan naungan plastik,  jerami atau daun-daunan setinggi 1,25-1,50 m di sisi timur dan 0,8-1,0 m  di sisi Barat. Penyemaian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu  disebar merata di atas bedengan atau disebar di dalam barisan sedalam  0,2-1,0 cm. Cara pertama memerlukan benih yang lebih sedikit daripada  cara kedua. Sekitar 2 minggu setelah semai, bibit dipindahkan ke dalam  bumbung. Bumbung dapat dibuat dari daun pisang atau kertas berplastik  dengan ukuran diameter 4-5 cm dan tinggi 5 cm atau berupa polibag 7x10  cm yang memiliki dua lubang kecil di kedua sisi bagian bawahnya. Bumbung  diisi media campuran ayakan pupuk kandang matang dan tanah halus dengan  perbandingan 1:2 atau 1:1. Keuntungannya adalah hemat waktu, permukaan  petak semaian sempit dan jumlah benih persatuan luas banyak. Sedangkan  kelemahannya adalah penggunaan benih banyak, penyiangan gulma sukar,  memerlukan tenaga kerja terampil terutama saat pemindahan bibit ke  lahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Penyemaian di bumbung (koker atau polybag)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Dengan  cara ini, satu per satu benih dimasukkan ke dalam bumbung yang dibuat  dengan cara seperti di atas. Bumbung dapat terbuat dari daun pisang atau  daun kelapa dengan ukuran diameter dan tinggi 5 cm atau dengan polybag  kecil yang berukuran 7-8 cm x 10 cm. Media penyemaian adalah campuran  tanah halus dengan pupuk kandang (2:1) sebanyak 90%. Sebaiknya media  semai disterilkan dahulu dengan mengkukus media semai pada suhu udara  55-100 derajat C selama 30-60 menit atau dengan menyiramkan larutan  formalin 4%, ditutup lembar plastik (24 jam), lalu diangin-anginkan.  Cara lain dengan mencampurkan media semai dengan zat fumigan Basamid-G  (40-60 gram/m2) sedalam 10-15 cm, disiram air sampai basah dan ditutup  dengan lembaran plastik (5 hari), lalu plastik dibuka, dan lahan  diangin-anginkan (10-15 hari).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  3. Kombinasi cara a) dan b).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Pertama benih disebar di petak persemain, setelah berumur 4-5 hari (berdaun 3-4 helai), dipindahkan ke dalam bumbung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Penanaman langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Yaitu dengan menanam benih langsung ke lahan. Kelebihannya adalah  waktu, biaya dan tenaga lebih hemat, tetapi kelemahannya adalah  perawatan yang lebih intensif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lahan persemaian dapat diganti dengan kotak persemaian dan dilakukan dengan cara sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Buat medium terdiri dari tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Buat kotak persemaian kayu (50-60 cm x 30-40 cm x 15-20 cm) dan lubangi dasar kotak untuk drainase.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Masukkan medium kedalam kotak dengan tebalan 10-15 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  1. Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari tergantung cuaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   2. Pengatur naungan persemaian dibuka setiap pagi hingga pukul 10.00  dan sore mulai pukul 15.00. Diluar waktu diatas, cahaya matahari terlalu  panas dan kurang menguntungkan bagi bibit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  3. Penyiangan dilakukan  terhadap tanaman lain yang dianggap mengganggu pertumbuhan bibit,  dilakukan dengan mencabuti rumput-rumput/gulma lainnya yang tumbuh  disela-sela tanaman pokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Dilakukan pemupukan larutan urea dengan konsentrasi 0,5 gram/liter dan penyemprotan pestisida ½ dosis jika diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   5. Hama yang menyerang biji yang belum tumbuh dan tanaman muda adalah  semut, siput, bekicot, ulat tritip, ulat pucuk, molusca dan cendawan.  Sedangkan, penyakit adalah penyakit layu. Pencegahan dan pemberantasan  digunakan Insektisida dan fungisida seperti Furadan 3 G, Antrocol,  Dithane, Hostathion dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1.5. Pemindahan Bibit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemindahan  dilakukan bila bibit telah mempunyai perakaran yang kuat. Bibit dari  benih/biji siap ditanam setelah berumur 6 minggu atau telah berdaun 5-6  helai, sedangkan bibit dari stek dapat dipindahkan setelah berumur 28  hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemindahan bibit dilakukan dengan cara sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Sistem cabut, bibit dicabut dengan hati-hati agar tidak merusak  akar. Bila disemai pada polybag, pengambilan bibit dilakukan dengan cara  membalikkan polybag dengan batang bibit dijepit antara telunjuk dan  jari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk perlahan hingga bibit  keluar. Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang atau daun kelapa,  bibit dapat ditanam bersama bumbungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Sistem putaran, caranya tanah disiram dan bibit dengan diambil beserta tanahnya 2,5-3 cm dari batang dengan kedalaman 5 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2.1. Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lahan  sebaiknya bukan lahan bekas ditanami tanaman famili Cruciferae lainnya.  Dilakukan pengukuran pH dan analisa tanah tentang kandungan bahan  organiknya untuk mengetahui kecocokan lahan ditanami kol/kubis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanah  digemburkan dan dibalik dengan dicangkul atau dibajak sedalam 40-50 cm,  dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan diberi pupuk dasar. Setelah itu,  dibiarkan terkena sinar matahari selama 1-2 minggu untuk memberi  kesempatan oksidasi gas-gas beracun dan membunuh sumber-sumber patogen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2.2. Pembuatan Bedengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bedengan  dibuat dengan arah Timur-Barat, lebar 80-100 cm, tinggi 35 cm dan  panjang tergantung keadaan lahan. Lebar parit antar bedengan ± 40 cm  (parit pembuangan air PPA 60 cm) dengan kedalaman 30 cm (PPA 60 cm).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2.3. Pengapuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fungsi  untuk menaikkan pH tanah dan mencegah kekurangan unsur hara makro  maupun mikro. Dosis pengapuran bergantung kisaran angka pH-nya, umumnya  antara 1-2 ton kapur per hektar. Jenis kapur yag digunakan antara lain:  Captan (calcit) dan Dolomit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2.4. Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bedengan siap  tanam diberi pupuk dasar yang banyak mengandung unsur Nitrogen dan  Kalium, yaitu Za, Urea, TSP dan KCl masing-masing 250 kg, serta Borax  atau Borate 10-20 kg/ha. Pemberian pupuk kandang dilakukan sebanyak 0,5  kg per tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3.1. Penentuan Pola Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penentuan  pola tanam tanaman sangat bergantung kesuburan tanah dan varietas  tanaman dengan jarak tanam 50 x 50 cm. Pola penanaman ada dua yaitu  larikan dan teratur seperti pola bujur sangkar; pola segi tiga sama  sisi; pola segi empat dan pola barisan (barisan tunggal dan barisan  ganda). Pola segi tiga sama sisi dan bujur sangkar tergolong baik karena  didapatkan jumlah tanaman lebih banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam sedalam cangkul atau dengan ukuran garis tengan 20-25 cm sedalam 10-15 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3.3. Cara Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Waktu tanam yang baik yaitu pada pagi hari antara pukul 06.00-10.00  atau sore hari antara pukul 15.00-17.00, karena pengaruh sinar matahari  dan temperatur tidak terlalu tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Pilih bibit yang segar dan sehat (tidak terserang penyakit ataupun hama).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   3. Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang atau, ditanam bersama  dengan bumbungnya, bila disemai pada polybag plastik maka dikeluarkan  terlebih dahulu dengan cara membalikkan polybag dengan batang bibit  dijepit antara telunjuk dan jari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk  secara perlahan hingga bibit keluar dari polybag.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Bila disemai  dalam bedengan diambil dengan solet (sistem putaran), caranya menggambil  bibit beserta tanahnya sekitar 2,5-3 cm dari batang sedalam 5 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   5. Bibit segera ditanam pada lubang dengan memberi tanah halus  sedikit-demi sedikit dan tekan tanah perlahan agar benih berdiri tegak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  6. Siram bibit dengan air sampai basah benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.1. Penjarangan dan Penyulaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjarangan  dilakukan saat pemindahan bibit ke lahan, yaitu saat bibit berumur 6  minggu atau telah berdaun 5-6 helai (semaian biji) atau berumur 28 hari  (semaian stek). Bila bibit disemai pada bumbung maka penjarangan tidak  dilakukan. Sedangkan penyulaman hampir tidak dilakukan karena umur  tanaman yang pendek (2-3 bulan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.2. Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyiangan  dilakukan bersama dengan penggemburan tanah sebelum pemupukan atau bila  terdapat tumbuhan lain yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiangan  dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam karena dapat merusak  sistem perakaran tanaman, bahkan pada akhir penanaman sebaiknya tidak  dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.3. Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembumbunan dilakukan bersama  penyiangan dengan mengangkat tanah yang ada pada saluran antar bedengan  ke arah bedengan berfungsi untuk menjaga kedalaman parit dan ketinggian  bedeng dan meningkatkan kegemburan tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.4. Perempelan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perempelan  cabang/tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin untuk menjaga  tanaman induk agar pertumbuhan sesuai harapan, sehingga zat makanan  terkonsentrasi pada pembentukan bunga seoptimal mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.5. Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemupukan  susulan I dilakukan dengan urea 1gram per tanaman melingkari tanaman  dengan jarak 3 cm disaat tanaman kelihatan hidup untuk mendorong  pertumbuhan. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 10-14 hari dengan dosis  3-5 gram, dengan jarak 7-8 cm. Pemupukan ketiga dilakukan pada umur 3-4  minggu dengan dosis 5 gram pada jarak 7-8 cm. Bila pertumbuhan belum  optimal dapat dilakukan pemupukan lagi pada umur 8 minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.6. Pengairan dan Penyiraman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Waktu  pemberian air sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada musim  kemarau, pengairan perlu dilakukan 1-2 hari sekali, terutama pada fase  awal pertumbuhan dan pembentukan bunga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.7. Waktu Penyemprotan Pestisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk  pencegahan, penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau  secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. Untuk  penanggulangan, penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis  tepat, agar hama dapat segera ditanggulangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jenis dan dosis  pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam  tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.4.8. Pemeliharaan Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal-hal yang penting dalam merawat tanaman adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   1. Menghindari pelukaan pada tanaman karena luka pada tanaman  merupakan salah satu jalan yang efektif dalam penularan penyakit dan  sangat disukai oleh hama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Dalam pemupukan, pupuk tidak boleh mengenai tanaman dan harus selalu diikuti dengan penyiraman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.5.1. Hama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  1. Ulat Plutella (Plutella xylostella L.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dikenal dengan nama ulat tritip, Diamond-black moth, hileud  keremeng, ama bodas, ama karancang (Sunda), omo kapes, kupu klawu  (Jawa). Ciri: (1) siklus hidup 2-3 minggu tergantung temperatur udara;  (2) ngengat betina panjang 1,25 cm berwarna kelabu, mempunyai tiga buah  titik kuning pada sayap depan, meletakkan telur dibagian bawah permukaan  daun sebanyak 50 butir dalam waktu 24 jam; (3) telurnya berbentuk oval,  ukuran 0,6-0,3 mm, berwarna hijau kekuningan, berkilau, lembek dan  menetas ± 3 hari; (4) larva Plutella berwarna hijau, panjang 8 mm, lebar  1 mm, mengalami 4 instar yang berlangsung selama 12 hari, ngengat kecil  berwarna coklat keabu-abuan; (5) ngengat aktif dimalam hari, sedangkan  siang hari bersembunyi dibawah dibawah sisa-sisa tanaman, atau hinggap  dibawah permukaan daun bawah. Gejala: (1) biasanya menyerang pada musim  kemarau; (2) daun berlubang-lubang terdapat bercak-bercak putih seperti  jendela yang menerawang dan tinggal urat-urat daunnya saja; (3) umumnya  menyerang tanaman muda, tetapi kadang-kadang merusak tanaman yang sedang  membentuk bunga. Pengendalian: (1) mekanis: mengumpulkan ulat-ulat dan  telurnya, kemudian dihancurkan. (2) Kultur teknik: pergiliran tanaman  (rotasi) dengan tanaman yang bukan famili Cruciferae; pola tumpang sari  brocolli dengan tomat, bawang daun, dan jagung; dengan tanaman perangkap  (trap crop) seperti Rape/Brassica campestris ssp. Oleifera Metg. (3)  Hayati/biologi: menggunakan musuh alami, yaitu parasitoid (Cotesia  plutella Kurdj, Diadegma semiclausum, Diadegma eucerophaga) ataupun  predatornya. (4) Sex pheromone : adalah "Ugratas Ungu" dari Taiwan.  Bentuk sex pheromone ini seperti benang nilon berwarna ungu sepanjang ± 8  cm. Cara penggunaan : Ugratas ungu dimasukkan botol bekas agua,  kemudian dipasang dilahan perkebunan pada posisi lebih tinggi dari  tanaman. Daya tahan ugratas terpasang ±3 minggu, dan tiap hektar kebun  memerlukan 5-10 buah perangkap.(5) Kimiawi: menyemprotkan insektisida  selektif berbahan aktif Baccilus thuringiensis seperti Dipel WP,  Bactospeine WP, Florbac FC atau Thuricide HP pada konsentrasi 0,1-0,2%,  Agrimec 18 FC, pada konsentrasi 1-2 cc/liter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Ulat croci (Crocidolomia binotalis Zeller)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Ulat croci disebut hileud bocok (sunda). Ciri: (1) siklus hidup  22-32 hari, tergantung suhu udara; (2) ulat berwarna hijau, pada  punggung terdapat garis hijau muda dan perut kuning, panjang ulat 18 mm,  berkepompong di dalam tanah dan telur diletakkan dibawah daun secara  berkelompok berbentuk pipih menyerupai genteng rumah; (3) menyerang  tanaman yang sedang membentuk bunga. Pengendalian: sama dengan ulat  Prutella, parasitoid yang paling cocok adalah Inareolata sp.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  3. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Ulat tanah disebut ulat taneuh, hileud orok (Sunda) atau uler lettung (Jawa).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Ciri: (1) siklus hidup 6-8 minggu; (2) kupu-kupu ataupun ulatnya  aktif pada senja dan malam hari, pada siang hari bersembunyi di bawah  daun (kupu-kupu) dan permukaan tanah (ulat). Gejala: memotong titik  tumbuh atau pangkal batang tanaman, sehingga tanaman muda rebah dan pada  siang hari tampak layu. Pengendalian: (1) mekanis: mencabut ulat-ulat  tanah dan membunuhnya; (2) kultur teknis: pembersihan kebun dari  rerumputan atau sisa-sisa tanaman yang dijadikan tempat bertelur hama  tanah; (3) kimiawi: dengan umpan beracun dan semprotan  insektisida.Campuran dari 125-250 gram Dipertex 95 SL, 10 kg dedak,  0,5-1,0 kg gula merah dan 10 liter air untuk tanaman seluas 0,25-0,5  hektar. Umpan tersebut disebarkan disekeliling tanaman pada senja dan  malam hari. dapat juga disemprotkan insektisida Dursban 20 EC 1 cc/liter  air. Waktu penyemprotan sehabis tanam dan dapat diulang 1-2 kali  seminggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Kutu daun (Aphis brassicae)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Hidup berkelompok  dibawah daun atau massa bunga (curd), berwarna hijau diliputi semacam  tepung berlilin. Gejala: menyerang tanaman dengan menghisap cairan  selnya, sehingga menyebabkan daun menguning dan massa bunga  berbintik-bintik tampak kotor. Menyerang hebat dimusim kemarau.  Pengendalian: menyemprotkan insektisida ORTHENE 75 SP atau Hostathion 40  EC 1-2 cc/liter air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  5. Ulat daun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Misalnya ulat jengkal  (Trichoplusiana sp., Chrysodeixis chalcites Esp., Chrysodeixis  orichalcea L.) dan ulat grayuk (Spodoptera sp. S. litura), Ciri: (1)  Ulat-ulat jengkal (Trichoplusiana sp.): Cara berjalannya aneh dan  melipat dua bila merangkak. Panjang 4 cm, berwarna hijau pucat dan  berpita warna muda pada tiap sisi badan. Kupu-kupu ulat jengkal berwarna  coklat keabu-abuan dan berbintik-bintik berwarna perak pada setiap  sayap depannya, telur berwarna putih kehijau-hijauan diletakkan di bawah  daun dan menetas dalam 3-20 hari. (2) Chrysodzeixis chalcites Esp. dan  Chrysodeixis orichalcea L.: Berwarna gelap dan terdapat bintik-bintik  keemasan berbentuk "Y" pada sayap depan. Telur berukuran kecil berwarna  keputih-putihan, diletakkan secara tunggal ataupun berkelompok. Larva  berwarna hijau bergaris-garis putih di sisinya dan jalannya menjengkal.  (3) Ulat-ulat grayak (S. litura): Ciri khas memiliki bintik-bintik  segitiga berwarna hitam dan bergaris kekuning-kuningan pada sisinya  dengan siklus hidup 30-61 hari. Kupu-kupunya berwarna agak gelap dengan  garis agak putih pada sayap depan. Telurnya berjumlah 25-500 butir  diletakkan secara berkelompok di atas tanaman dan ditutup dengan  bulu-bulu. Gejala: daun rusak, berlubang-lubang atau kadang kala tinggal  urat-urat daunnya saja. Pengendalian: (1) mengatur pola tanam; (2)  menjaga kebersihan kebun; (3) penyemprotan insektisida seperti Orthene  75 SP 1 cc/liter air, Hostathion 1-2 cc/liter air, Curacron 500 EC atau  Decis 2,5 EC; (4) khusus untuk ulat grayak dapat digunakan sex pheromena  (Ugratas Merah); (5) bila terjadi serangan Spodoptera exiqua dapat  digunakan Ugratas Biru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  6. Bangsa siput&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Bangsa siput yang  biasa menyerang antara lain: (1) Achtina fulica Fer., yaitu siput yang  mempunyai cangkang atau rumah, dikenal dengan bekicot; (2) Vaginula  bleekeri Keferst, yaitu siput yang tidak bercangkang, warna keabu-abuan;  (3) Parmarion pupilaris Humb, yaitu siput yang tidak bercangkang  berwarna coklat kekuningan. Gejala: menyerang daun terutama saat baru  ditanam dikebun. Pengendalian: dengan menyemprotkan racun Helisida atau  dengan dikumpulkan lalu dihancurkan dengan garam atau untuk makanan  ternak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  7. Cengkerik dan gangsir (Gryllus mitratus dan Brachytrypes portentosus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Gejala: menyerang daun muda (memotong) pada malam hari; terdapat  banyak lubang di dalam tanah. Pengendalian: dengan insektisida atau  menangkap dengan menyirami lubang dengan air agar hama keluar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  8. Orong-orong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Hidup dalam tanah terutama yang lembab dan basah. Bagian yang  diserang adalah sistem perakaran tanaman. Gejala: pertumbuhan terhambat  dan daun menguning. Pengendalian: pemberian insektisida ke liang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.5.2. Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  1. Busuk hitam (Xanthomonas campestris Dows.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Penyebab: bakteri, dan merupakan patogen tular benih (seed borne),  dan dapat dengan mudah menular ketanah atau ke tanaman sehat lainnya.  Gejala: (1) tanaman semai rebah (damping off), karena infeksi awal  terjadi pada kotiledon, kemudian menjalar keseluruh tanaman secara  sistematik; (2) bercak coklat kehitam-hitaman pada daun, batang,  tangkai, bunga maupun massa bunga yang diserang; (3) gejala khas daun  kuning kecoklat-coklatan berbentuk huruf "V", lalu mengering. Batang  atau massa bunga yang terserang menjadi busuk berwarna hitam atau  coklat, sehingga kurang layak dipanen. Pengendalian: (1) memberikan  perlakuan pada benih seperti telah dijelaskan pada poin pembibitan sub  poin penyiapan benih; (2) pembersihan kebun dari tanaman inang  alternatif; (3) rotasi tanaman selama ± 3 tahun dengan tanaman tidak  sefamili.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  2. Busuk lunak (Erwinia carotovora Holland.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Penyebab: bakteri yang mengakibatkan busuk lunak pada tanaman sewaktu  masih di kebun hingga pasca panen dan dalam penyimpanan. Gejala: (1)  luka pada pangkal bunga yang hampir siap panen; (2) luka akar tanaman  scara mekanis, serangga atau organisme lain; (3) luka saat panen; (4)  penanganan atau pengepakan yang kurang baik. Pengendalian: (1) Pra  panen: membersihkan sisa-sisa tanaman pada lahan yang akan ditanami;  menghindari kerusakan tanaman oleh serangga pengerek atau sewaktu  pemeliharaan tanaman; menghindari bertanam kubis-kubisan pada musim  hujan di daerah basis penyakit busuk lunak. (2) Pasca panen: menghindari  luka mekanis atau gigitan serangga menjelang panen; menyimpan hasil  panen dalam keadaan kering, atau kalau dicuci dengan air bersih, harus  dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan; berhati-hati dalam membawa  atau mengangkut hasil panen ketempat penyimpanan untuk mencegah luka  atau memar; menyimpan hasil ditempat sejuk dan mempunyai sirkulasi udara  baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  3. Akar bengkak atau akar pekuk (Plasmodiophora brassicae Wor.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Penyebab: cendawan Plasmodiophora brassicae. Gejala: (1) pada siang  hari atau cuaca panas, tanaman tampak, tetapi pada malam atau pagi hari  daun tampak segar kembali; (2) pertumbuhan terlambat, tanaman kerdil  dan tidak mampu membentuk bunga bahkan dapat mati; (3) akar bengkak dan  terjadi bercak-bercak hitam. Pengendalian: (1) memberi perlakuan pada  benih seperti poin penyiapan benih; (2) menyemai benih di tempat yang  bebas wabah penyakit; (3) melakukan sterilisasi media semai ataupun  tanah kebun dengan Besamid-G 40-60 gram/m2 untuk arel pembibitan atau 60  gram/m2untuk kebun; (4) melakukan pengapuran untuk menaikkan pH; (5)  mencabut tanaman yang terserang penyakit; (6) pergiliran atau rotasi  tanaman dengan jenis yang tidak sefamili&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  4. Bercak hitam (Alternaria sp.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Penyebab: cendawan Alternaria brassica dan Alternaria brassicicola.  Gejala: (1) bercak-bercak berwarna coklat muda atau tua bergaris  konsentris pada daun; (2) menyerang akar, pangkal batang, batang maupun  bagian lain. Pengendalian: (1) menanam benih yang sehat; (2) perlakuan  benih seperti pada poin penyiapan benih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  5. Busuk lunak berair&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Penyebab: cendawan Sclerotinia scelerotiorumI, menyerang batang dan  daun terutama pada luka-luka tanaman akibat kerusakan mekanis dan dapat  menyebar melalui biji dan spora. Gejala: (1) pertumbuhan terhambat,  membusuk lalu mati; (2) bila menyerang batang, maka daun akan menguning,  layu dan rontok; (3) bila menyerang daun, maka daun akan membusuk dan  berlendir; (4) gejala lain terdapat rumbai-rumbai cendawan yang berwarna  putih dan lama-kelamaan menjadi hitam. Pengendalian: (1) gunakan biji  sehat dan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sejenis. (2)  pemberantasan dengan insektisida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  6. Semai roboh (dumping off)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Penyebab: cendawan Rhizitonia sp. dan Phytium sp. Gejala: (1)  bercak-bercak kebasahan pada pangkal batang atau hipokotil; (2) pangkal  batang busuk sehingga menyebabkan batang rebah dan mudah putus; (3)  menyerang tanaman di semaian, tetapi dapat pula menyerang tanaman di  lahan. Pengendalian: perlakuan benih sebelum ditanam, sterilisasi media  semaian dan rotasi tanaman dengan jenis selain kubis-kubisan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  7. Penyakit Fisiologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Penyebab: Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) disebut penyakit  fisiologis. Kekurangan Nitrogen: bunga kecil-kecil seperti kancing atau  disebut "Botoning". Kelebihan Nitrogen warna bunga kelabu dan berukuran  kecil. Kekurangan Kalium massa bunga tidak kompak (kurang padat) dan  ukurannya mengecil. Kelebihan Kalium tumbuh kerdil dan bunganya kecil.  Pengendalian: dengan pemupukan yang berimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6. Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6.1. Ciri dan Umur Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umur masak petik atau panen tanaman kubis tergantung pada varietasnya, berumur pendek (genjah) dan berumur panjang (dalam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Premium Flat Dutch: umur panen 100 hari, produksi 4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Early Flat Dutch: umur panen 83 hari, produksi 2,4-2,7 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) O-S Cross: umur panen 80 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Surehead: umur panen 93 hari, produksi 3-4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e) Globe Master: umur panen 75 hari, produksi 2-2,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f) Emerald Cross Hybrid: umur panen 45 hari, produksi 1.2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;g) Copenhagen Market: umur panen 72 hari, produksi 1.8-2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;h) K-K Cros: umur panen 58 hari, produksi 1,6 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;i) Green Cup: umur panen 73 hari, produksi 1,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;j) Ecarliana: umur panen 60 hari, produksi 1 kg/tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ciri-ciri kemasakan kubis adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Krop kubis mengeras dengan cara menekan krop kubis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Daun berwarna hijau mengkilap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) Daun paling luar sudah layu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Besar krop kubis telah terlihat maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6.2. Cara Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemetikan  yang kurang baik akan menimbulkan kerusakan mekanis yang menyebabkan  krop kubis terinfeksi patogen sehingga mudah pembusukan. Langkah-langkah  dalam memetik kubis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Pilih kubis yang telah tua dan siap dipetik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Petik kubis dengan menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Pemotongan dilakukan pada bagianpangkal batang kubis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c)  Urutan pemetikan adalah dimulai dengan kubis yang sehat baru kemudian  dilakukan pemetika pada kubis yang telah terkena infeksi patogen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6.3. Periode Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Broccoli merupakan tanaman sekali panen, sehingga periode panen sama dengan periode tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.6.4. Prakiraan Produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Produksi  kubis bergantung dengan varietas. Secara umum per tanaman menghasilkan  0,75-4 Kg, daerah tadah hujan dengan pemeliharaan semi intensif 25-35  ton per hektar dan dengan pemeliharan intensif 85 ton per hektar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7. Pascapanen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7.1. Pengumpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah  dipetik, kubis dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena  sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga  didapatkan kubis yang tinggi kwalitas dan kwantitasnya. Pengumpulan  dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7.2. Penyortiran dan Penggolongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyortiran  untuk memisahkan krop kubis baik dan bermutu dari yang kurang baik atau  rusak, seperti retak, lecet dan kerusakan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penggolongan  bertujuan untuk mengolongkan krop ke dalam mutu kelas I, kelas II dan  seterusnya berdasarkan jumlah daun pembungkus krop, keseragaman bentuk,  keseragaman ukuran, kepadatan krop, kadar kotoran maksimum, kecacatan  kubis maksimum dan panjang batang kubis maksimum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Jumlah daun pembungkus: mutu I=4 helai; mutu II=4 helai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Homoginetas bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) Homogenitas ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Kepadatan krop: mutu I=padat; mutu II=kurang padat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e) Kadar kotoran maksimum: mutu I=2,5%; mutu II=2,5%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f) Kubis cacat maksimum: mutu I=5%; mutu II=10%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;g) Panjang batang kubis maksimum: mutu I=2,5 cm; mutu II=2,5 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7.3. Penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyimpanan  kubis harus memperhatikan varietas kubis, suhu, kelembaban dan kadar  air. Pada suhu 32-35 derajat F dan kelembaban udara 92-95%, kubis dapat  disimpan 4-6 bulan (kubis kadar air tinggi) dan 12 bulan (kubis kadar  air rendah) dengan kehilangan berat sebesar 10%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengemasan  dilakukan dengan plastik polyethylene dan dalam pengangkutan kemasan  perlu dimasukkan ke dalam kotak atau peti kayu (field boxes) dengan  kapasitas 25-30 kg/peti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4.1. Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat  banyaknya manfaat kubis dalam kesehatan bagi masyarakat, dan ditunjang  harga yang murah, maka potensi pasar untuk kubis sangat terbuka. Peluang  pasar komoditi ini tidak hanya terbatas didalam negeri, namun juga  telah menjangkau ke beberapa negara lain seperti taiwan, Malaysia,  Hongkong, Singapura, Jepang, Jerman dan lain-lain. Hal ini ditunjukkan  dengan peningkatan volume ekspor kubis dari 16.107 ton dengan nilai US$  218.000 pada tahun 1987 hingga mencapai 28.625 ton (US$3.867.028) pada  tahun 1991(Biro Pusat Statistik, 1991).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat kenyataan diatas,  dapat diperkirakan bahwa akan terjadi peningkatan permintaan terhadap  komoditi ini dari tahun ke tahun, apalagi jika melihat kenyataan  peningkatan jumlah penduduk dunia, sehingga peluang pasar komoditi ini  masih sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi kondisi perekonomian seperti sekarang  ini membuat pengembangan komoditi ini terganggu bahkan menurun. Hal ini  terjadi karena meningkatnya biaya produksi akibat meningkatnya harga  pupuk dan pestisida dan terjadinya over produksi yang tidak diikuti  dengan upaya untuk mempertahankan kondisi komoditi untuk sasaran ekspor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari  analisis budidaya tampak jelas keuntungan yang diraih sangat besar  (1994), pada kondisi sekarang terjadi penurunan keuntungan yang cukup  besar (bandingkan data tahun 1994 dengan perkiraan 1999). Kondisi ini  membuat banyak petani meninggalkan komoditi ini. Tetapi pada kondisi  normal komoditi ini sangan komersial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;V. STANDAR PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.1. Ruang Lingkup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Standar ini meliputi syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan kol/kubis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.2. Diskripsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Standar mutu kubis/kol tercantum pada Standar Nasional Indonesia SNI 01-317-19921.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.3. Klasifikasi dan Standar Mutu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Jumlah daun pembungkus: mutu I=4 helai; mutu II=4 helai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Keseragaman bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) Keseragaman ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Kepadatan: mutu I=padat; mutu II=kurang padat .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e) Warna: mutu I=hijau ; mutu II=agak kuning.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f) Kadar kotoran maksimum: mutu I=2,5 %; mutu II=2,5 %.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;g) Kadar cacat maksimum: mutu I=5,0 %; mutu II=10,0 %.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;h) Panjang batang kubis maksimum: mutu I=2,5 %; mutu II=2,5 %.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.4. Pengambilan Contoh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengambilan  contoh satu partai/lot maksimumn 1000 kemasan. Contoh diambil secara  acak dari jumlah kemasan dalam 1 (satu) partai/lot seperti berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1 sampai 100, jumlah contoh 5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101 sampai 300, jumlah contoh 7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301 sampai 500, jumlah contoh 9.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501 sampai 1000, jumlah contoh 10.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.5. Pengemasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kubis  disajikan dalam bentuk untuh dan segar dikemas dalam keranjang bambu  yang berpengyangga dengan berat netto 10 kg, 5 kg atau 20 kg, atau kotak  karton dengan berat netto 10-20 kg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengemasan produk biasanya  dilakukan dengan polyetiline yang diberi lubang-lubang kecil. Kemasan  krop ini kemudian dimasukkan ke dalam doos karton atau keranjang  plastik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;VI. REFERENSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6.1. Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a) Anonymous. 1993. Sayur Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) Arief, Arifin. 1990. Hortikultura. Andy Offset. Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c) Cahyono, Bambang. 1995. Cara Meningkatkan Budidaya Kubis. D), Pustaka Nusatama. Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d) Pracaya. 1981. Kol Alis Kubis. Penebar Swadaya. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://dimasadityaperdana.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2011236686841189046?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2011236686841189046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2011236686841189046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/kol-atau-kubis-brassica-oleracea.html' title='Kol atau Kubis ( Brassica oleracea )'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2065049642482281122</id><published>2011-09-06T20:33:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T20:33:00.528-07:00</updated><title type='text'>Panduan Tanam Cabai Menggunakan Pot</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kFQ9Cf_Hhqg/SijAsmpgGaI/AAAAAAAAArE/0t8XtBggTgE/s1600-h/tanam+cabai+dalam+pot.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343732830396488098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 195px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_kFQ9Cf_Hhqg/SijAsmpgGaI/AAAAAAAAArE/0t8XtBggTgE/s200/tanam+cabai+dalam+pot.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Bertanam cabai&lt;/strong&gt; bisa dilakukan dalam pot sehingga masyarakat kota bisa menikmati buah cabe dan keindahan pohonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sangat banyak &lt;strong&gt;varietas cabai&lt;/strong&gt; yang sekaligus dapat sebagai bahan konsumsi dan cabe hias di pekarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan yang perlu untuk &lt;strong&gt;bertanam cabe&lt;/strong&gt; dalam pot meliputi pemilihan jenis dan ukuran pot, media tanah, &lt;strong&gt;bibit cabai&lt;/strong&gt; dan persemaian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMILIHAN POT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik terutama perakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pot  yang terlalu kecil akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan tidak  mampu berbuah, sedangkan pot yang terlalu besar akan berat apabila  dipindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dapat dipilih pot sebesar separuh  dari kaleng bekas cat volume 20 kg atau pot yang mampu menampung sekitar  5 kg tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pot yang baik adalah yang memenuhi kriteria berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mampu mendukung perkemabnagan perakaran.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air berelebih. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dasar pot dipilih yang berkaki untuk membantu aerasi dan drainase. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak mudah lapuk dan pecah. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar agar suhu tanah tetap stabil. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Jenis  pot yang dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot plastik, pot  porselin, pot semen, pot ban bekas, pot kaleng bekas dan pot anyaman  bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis pot ini tidak memiliki sifat pot yang baik  sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot cepat naik dan tanaman  menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu dilubangi  didindingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENYIRAMAN MEDIA TANAH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bertanam cabe&lt;/strong&gt;  dalam pot pada dasarnya sama dengan bertanam cabai di lahan pekarangan.  Pilihlah tanah yang gembur, berasal dari lapisan atas tanah, dan mampu  mnegikat cukup air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tanah gembur, perbandingan tanah dngan  pupuk organik / kompos adalah 1:1. Tanah liat dicampur dengan tanah  pasir dan pupuk kompos dengan komposisi 1:1:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tanah  berpasir dicampur dengn tanah liat dan pupuk organik dengan perbandingan  5:2:3. Mengisi tanah di dalam pot bisa dilakukan sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tutup lubang pot bagian bawah dengan pecahan genteng.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Isi dasar pot dengan kerikil dan pasir kasar untuk membantu aerasi dan drainase. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Masukkan tanah ke dalam pot dan jangan dipadatkan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Siram dengan air secukupnya agar tanah menjadi mapan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERSEMAIAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bibit cabe&lt;/strong&gt; dapat dipersiapkan sendiri dari &lt;strong&gt;buah cabai&lt;/strong&gt; yang tua dengan membeli dari kios penjual bibit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih disemaikan pada tanah pasir yang telah dicampur pupuk dan ditutup tanah tipis-tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit  diperjarang setelah berumur 10 - 12 hari (berdaun dua helai). Bibit  cabai siap ditanam dalam pot pada umur sekitar 6 minggu (tinggi 10 - 15  cm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENANAMAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penanaman cabai&lt;/strong&gt; dalam pot dapat dilaukan kapan saja dengan memperhatikan kondisi air dan penempatan pot. &lt;strong&gt;Tanaman cabai&lt;/strong&gt; tidak tahan terhadap hujan atau air yang berlebihan krena bunga akan gugur dan tanaman menjadi layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih &lt;strong&gt;bibit cabai &lt;/strong&gt;yang tumbuh sehat dan baik. Pindahkan &lt;strong&gt;bibit cabe&lt;/strong&gt; secara hati-hati dengan sedikit tanah di sekitar akarnya dan tanam di bagian tengah pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  tanah sekitar pangkal batang ditekan pelan-pelan agar sedikit padat.  Siram tanaman cabai dengan air secukupnya. Pada awal pertumbuhan yang  banyak hujan letakkan pot di tempat teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMUPUKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pupuk dasar, gunakan pupuk organik atau kompos sebanyak ½ kg per pot. Pupuk N dan K diberikan sebagai pupuk dsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk  N diberikan ½ dosis pada usia tanaman 2-3 minggu si sekeliling tanaman  berjarak 5 cm dari batang. Sisa pupuk N diberikan pada umur tanaman 5-6  minggu setelah tanam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.infoagrobisnis.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2065049642482281122?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2065049642482281122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2065049642482281122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/panduan-tanam-cabai-menggunakan-pot.html' title='Panduan Tanam Cabai Menggunakan Pot'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kFQ9Cf_Hhqg/SijAsmpgGaI/AAAAAAAAArE/0t8XtBggTgE/s72-c/tanam+cabai+dalam+pot.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6243603357379303258</id><published>2011-09-05T20:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T20:30:02.052-07:00</updated><title type='text'>budidaya tomat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman tomat bisa dibudidayakan di dataran rendah atau tinggi.  Tergantung jenis dan varietasnya. Untuk dataran rendah cocok  dikembangkan varietas tomat jenis Mirah, Ppal dan Zamrut. Varietas ini  tahan dengan suhu panas dan penyakit layu bakteri. Varietas ini  merupakan varietas unggul. Jenis ini bisa menghasilkan 30-35 ton/ha,  berat bisa mencapai 35-60 gram perbuah serta buah tahan  disimpan 6-8  hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara budidaya tomat&lt;br /&gt;A. Persemaian&lt;br /&gt;Tempat persemaian sebaiknya diberi naungan plastik bening. Benih disemaikan selama 2-3 minggu sebelum dipindahkan.&lt;br /&gt;B. Persiapan Lahan&lt;br /&gt;Tanah dibersihkan dari gulma kemudian dihaluskan dan diratakan. Buat  bedengan dengan lebar 1,00-1,20 m. Dengan tinggi 20-40 cm untuk lahan  kering dan 50-60 cm untuk lahan sawah. Di lahan sawah lebih tinggi untuk  drainase. Jarak lubang antar bedengan sekitar 60-80 cm dan jarak lubang  dalam bedengan sekitar 40-50 cm.&lt;br /&gt;C. Penanaman&lt;br /&gt;Sebelum bibit ditanam Lubang tanam diberi pupuk kandang dengan dosis  10-15/ha dan pupuk Sp36 200-250 kg/ha. Kemudian lubang tanam ditutup  dengan tanah. Setelah bibit siap ditanam dilubang tanam yang telah  diberi pupuk tadi.&lt;br /&gt;D. Pemupukan&lt;br /&gt;Pupuk Urea dan KCL diberikan 2 kali yaitu dalam satu minggu dan satu  bulan setelah bibit ditanam. Dosis pupuk adalah 200 kg/ha untuk urea dan  100 kh/ha KCL. Masing-masing diberikan 1/2 dosis yaitu ketika 1 minggu  setelah tanam dan 1 bulan setelah tanam. Cara pemupukan dengan membuat  alur melingkar sedalm 3 cm dengan jarak 10 cm dari batang tanaman.  Setelah itu ditimbun dengan tanah.&lt;br /&gt;E. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Tanaman disiram apabila tidak ada hujan. Penyiangan dilakukan bersamaan  saat pemupukan kedua setelah tanam. Untuk menghasilkan kualitas buah  yang baik lakukan pemangkasan tunas wiwilan.&lt;br /&gt;F. Panen&lt;br /&gt;Dengan pemeliharaan yang intensif dan terpadu dalam usia 3 bulan dari persemaian buah tomat sudah bisa dipanen.&lt;/div&gt;&lt;div style="overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: transparent; text-align: left; text-decoration: none; border: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a style="color: #003399;" href="http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2074999-budidaya-tomat/#ixzz1VocI8q5c"&gt;http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2074999-budidaya-tomat/#ixzz1VocI8q5c&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-6243603357379303258?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6243603357379303258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6243603357379303258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-tomat.html' title='budidaya tomat'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2546793082699862316</id><published>2011-09-04T20:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-04T20:21:00.101-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Jamur Merang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;(Volvariella volvaceae)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;img src="http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang1.jpg" align="left" border="0" height="208" width="280" /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;JAMUR,  dalam sejarah telah dikenal sebagai makanan sejak 3000 tahun yang lalu,  dimana jamur menjadi makanan khusus buat raja Mesir yang kemudian  berkembang menjadi makanan spesial bagi masyarakat umum karena rasanya  yang enak. Di Cina, pemanfaatan jamur sebagai bahan obat-obatan sudah  dimulai sejak dua ribu tahun silam.&lt;br /&gt;Jamur merang merupakan jenis  jamur yang pertama kali dapat dibudidayakan secara komersial. Di Cina  jamur merang mulai dibudidayakan sejak pertengahan abad 17, dan di  Indonesia tanaman ini diperkirakan mulai dibudidayakan sekitar tahun  1950-an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;I.        Pembuatan Kumbung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;A.   Penentuan Lokasi : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="float: right; width: 247px;" class="img_caption right"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang2.jpg" title="Sketsa Kumbung Jamur Merang" align="right" border="0" height="175" width="247" /&gt;&lt;p&gt;Sketsa Kumbung Jamur Merang&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.25in" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.    Sumber jerami&lt;br /&gt;2.    Sumber air&lt;br /&gt;3.    Jalan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;B.   Persyaratan Kumbung :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetilen. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Dinding luar menggunakan sterofoam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Kumbung lebih baik ditempat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;C.    Perbedaan kumbung :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="float: right; width: 271px;" class="img_caption right"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang3.jpg" title="Foto Kumbung Jamur Merang" align="right" border="0" height="202" width="271" /&gt;&lt;p&gt;Foto Kumbung Jamur Merang&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; Kumbung  atas lancip : bila panas maka uap akan mengalir      ke samping.  Digunakan untuk kumbung yang memiliki satu rak ditengah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Kumbung atas datar    : uap air akan      jatuh ketengah-tengah kumbung. Digunakan untuk kumbung yang memiliki dua      rak &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;II.         Media&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.    Jerami&lt;br /&gt;2.    Kapur CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;3.    Dedak&lt;br /&gt;4.    Limbah kapas &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;a)   Jerami mengandung :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Lignin &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Selulosa &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Silicca &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;b)   Alternatif jerami   : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Alang-alang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Eceng gondok &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Batang jagung &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Kelaras pisang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;c)    Alternatif limbah kapas : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Hampas sagu &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Hampas tahu &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Hampas tempe      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Hampas kapuk  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;III.        Pembuatan Kompos&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.    Lapisan atas               : kompos kapas&lt;br /&gt;2.    Lapisan bawah           : kompos jerami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;IV.       Memasukkan Kompos&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.    ±10 hari kompos jerami masuk kumbung, simpan setinggi ±40 cm/rak.&lt;br /&gt;2.    Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikompos selama 1 bulan.&lt;br /&gt;3.    Pasteurisasi sampai suhu 70°C, pertahankan 4-5 jam.&lt;br /&gt;4.    Penanaman dilakukan bila suhu &amp;lt; 40°C.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;V.       Pasteurisasi / Steam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="float: right; width: 273px;" class="img_caption right"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang4.jpg" title="Peralalatan Pasteurisasi" align="right" border="0" height="204" width="273" /&gt;&lt;p&gt;Peralalatan Pasteurisasi&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.    Lantai kumbung dibersihkan.&lt;br /&gt;2.    Peralatan untuk wadah penanaman bibit harus disertakan dalam pasteurisasi.&lt;br /&gt;3.    Semua ruang tertutup.&lt;br /&gt;4.    Drum pasteurisasi diisi penuh, salurkan pipa ke dalam kumbung.&lt;br /&gt;5.    Setelah mencapai 70°C (biasanya setelah 7-8 jam). Suhu dipertahankan selama 4-5 jam&lt;br /&gt;6.    Penanaman bibit dilakukan setelah istirahat 1 hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Catatan :   - bila penyeteaman tidak matang, maka jendela harus dibuka agar amoniak keluar.&lt;br /&gt;                 - bila penyeteman matang, maka jendela ditutup saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;VI.        Penanaman Bibit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.    pH diusahakan mencapai 7 / netral.&lt;br /&gt;2.    Peralatan untuk penanaman yang telah di pasteurisasi disiapkan untuk diisi bibit.&lt;br /&gt;3.    Bibit log dihancurkan agar lembut. ( 1 log untuk 1m2)&lt;br /&gt;4.    Bibit ditabur pada 2/3 media dari tinggi media / tengahnya tidak di tabur.&lt;br /&gt;5.    Bibit sempilan di tanam di bawah media gulungan sebanyak 2 tempat tanam.&lt;br /&gt;6.    Bisa juga dibuat bantalan di tiang danditanami bibit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="float: right; width: 272px;" class="img_caption right"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang5.jpg" title="Penebaran Bibit Jamur" align="right" border="0" height="203" width="272" /&gt;&lt;p&gt;Penebaran Bibit Jamur&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; 7.    Hari I      : penanaman dilakukan sore hari.&lt;br /&gt;8.    Hari II      : pertumbuhan miselium diperhatikan.&lt;br /&gt;9.    Hari III     : -  Bila bibit telah keluar miselium, maka langsung disiram.&lt;br /&gt;       -  Bila bibit belum tumbuh, maka penyiraman dilakukan hari ke 4.&lt;br /&gt;       -  Penyiraman bibit dilakukan pada tengah hari ± pkl 13.00&lt;br /&gt;10. Hari IV     : mulai hari ke 4, pintu &amp;amp; jendela dibuka antara pkl 06.00-06.15.&lt;br /&gt;11. Hari V     : jendela dibuka 15°. Pintu di buka pkl 00.00 selama ½ jam.&lt;br /&gt;12. Hari VI     : jendela di buka 30 °.&lt;br /&gt;13. Hari VII    : jendela di buka 45°.&lt;br /&gt;14. Hari VIII   : jendela di buka 60-90° / bila jamur tumbuh besar.&lt;br /&gt;15. Panen selanjutnya jendela dibuka terus sampai selesai.&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;VII.        Pemeliharaan Media&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="float: right; width: 296px;" class="img_caption right"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang6.jpg" title="Jamur berumur 7 hari setelah tanam" align="right" border="0" height="222" width="296" /&gt;&lt;p&gt;Jamur berumur 7 hari setelah tanam&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.    Penyiraman dilakukan 3 atau 4 hari setelah tanam.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Untuk  mengubah masa vegetatif menjadi     masa generatif.      Karena  penyiraman dilakukan pada siang hari sehingga jamur menjadi stress       dan mengubah fase tanam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2.    Temperatur ruangan 34-36°C.&lt;br /&gt;3.    Temperatur media 34- 38°C.&lt;br /&gt;4.    Bila temperatur media mencapai 38°C atau lebih maka akan tumbuh cendawan Monilia,&lt;br /&gt;       tumbuh  antara hari ke V – VIII. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;VIII.       Panen &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;1.   Ciri jamur siap tanam : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Bila masih ada tonjolan    , panen      dilakukan keesokan harinya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Bila bulat sudah merata    , jamur siap      panen. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;2.   Cara panen jamur : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi      menggunakan pisau yang telah disterilkan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di      panen. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Media tidak boleh terangkat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;3.  Penyebab menurunnya kualitas jamur merang (bercak-bercak): &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Pasteurisasi tidak matang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Dedak tidak matang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;4.  Penyebab jamur pecah : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Suhu terlalu tinggi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Terlambat waktu panen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="color:#003366;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Jika Anda berminat atau ingin tahu lebih lanjut Mohon Hubungi Teten Cahya Mulyana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="color:#003366;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;Pusat Inkubator Agribisnis BBPP Lembang Telp: (022) 2786234&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: #999999"&gt;Diambil dari : bbpp-lembang.info&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2546793082699862316?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2546793082699862316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2546793082699862316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jamur-merang.html' title='Budidaya Jamur Merang'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-663889776565346764</id><published>2011-09-03T20:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T20:19:00.541-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Jamur Tiram</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat dari jamur Tiram&lt;/b&gt; selain dapat disayur, jamur tirarn juga  dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk,keripik, batikan di  Eropa dan Amenika Jamur tiram sering dikonsumsi Iangsung, dijadikan  semacam sayuran pada pembuatan salad. Dan paparan tersebut diketahui  bahwa pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar,  disamping kebutuhan konsumen setempat setiap hari. Ada teknologi yang  cukup praktis untuk &lt;b&gt;budidaya jamur tiram&lt;/b&gt;, yakni tahapan &lt;b&gt;membuat media bibit induk jamur tiram&lt;/b&gt; (spawn) dan tahanan &lt;b&gt;memproduksi jamur tiramnya&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="cara budidaya jamur tiram" src="https://lh6.googleusercontent.com/-ToN7dfosmb4/TXCr1xya55I/AAAAAAAAAeI/gTIT1PivhJA/s200/tips+budidaya+jamur+tiram.jpg" border="0" height="200" width="150" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah &lt;b&gt;Budidaya Jamur Tiram&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;A. &lt;b&gt;Tahap membuat media bibit induk jamur tiram&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk  gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan  baku ini adalah yang terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur  (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau  15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan  pH 7.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam  baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga.  Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas  koran/alumunium foil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada  hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama  2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah  suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal  biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol  bibit).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga  kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan  cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat  perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin  selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;B. &lt;b&gt;Memproduksi jamur tiram&lt;/b&gt; (Pleurotus spp):&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 %  bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2%  kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar  air substrat 65%, pH 7.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Distribusikan kedalam baglog polipropilen pada hari itu juga.  Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut  cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap  atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C  selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di  pasteurisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelah suhu  baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada  substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah  jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28  derajat C tanpa cahaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara  membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15  hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah  tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang  disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada  substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90  %.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu  kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan  kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://berita-indonesia-hari-ini.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-663889776565346764?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/663889776565346764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/663889776565346764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jamur-tiram.html' title='Budidaya Jamur Tiram'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-ToN7dfosmb4/TXCr1xya55I/AAAAAAAAAeI/gTIT1PivhJA/s72-c/tips+budidaya+jamur+tiram.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-8211953216222231185</id><published>2011-09-02T20:11:00.000-07:00</published><updated>2011-09-02T20:11:00.622-07:00</updated><title type='text'>Wira Usaha Budidaya Sayuran Skala Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Budidaya tanaman tidak harus menggunakan lahan yang luas, tinggal  bagaimana usaha yang kita rencana­kan bisa mendapatkan hasil, meski  tanpa lahan. Hal ini bisa kita lakukan melalui tanam dengan menggunakan  Pot, polyback maupun Vertikultur. Cara budidaya ini tidak memerlukan  teknologi yang rumit, tapi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana.   Skala usaha memang dapat beragam dari usaha besar, sedang atau kecil-kecilan (skala rumah tangga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal ini terungkap dalam acara Wedangan Patimura 2, Minggu (7/9) yang  mengambil tema ”Wira usaha Budidaya Sayuran Skala rumah Tangga”. Sebagai  narasumber Bp. Ir. A. Haryoto WA, MM bersama Tim dari Dinas Pertanian  &amp;amp; Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen. Selain itu juga menghadirkan  Bp. LA. Djumadi pembudidaya tanaman &amp;amp; buah-buahan dari lingkungan  Tenggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budidaya tanaman tak harus menggunakan lahan luas,  bahkan tanaman organik itu bisa dihasilkan tanpa lahan, sebab tehnologi  sekarang semakin canggih, yakni tanaman bisa ditanam dan menghasilkan  yang melimpah, seperti model hydroponik, polibek dan tanaman dalam pot  (tabulampot). Hal ini bisa dilakukan siapa saja termasuk mereka yang  hidup di perumahan-perumahan dan tak punya lahan untuk menanam tanaman  organikl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut disampai­kan tehnik budidaya  sayuran organik tanpa lahan melalui sistim verticultur, pot/ polyback,,  sistim hydroponik dan juga tahap-tahap pelaksanaan sistim hydrophonik  arang sekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa organik? Disadari atau tidak selama ini  masyarakat disuguhi makanan yang serba mengandung pestisida, yang  tentunya kurang baik bagi kehidupan manusia. Makanan dari tumbuhan  apapun kini bersentuhan dengan obat. Disamping kurang baik bagi  kesehatan, juga merusak ekosistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan kita semua diajak  untuk membangun semangat berpikir cerdas dan bertindak pintar. Di  samping itu sekaligus menanggapi anjuran pemerintah kabupaten Sragen  dimana penggunaan pupuk organik tetap ramah lingkungan dan sebab  menyebabkan tanah menjadi gembur dan subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman organik  Sragen terkenal di mana-mana karena beritanya bisa diakses melalui  internet. Tak mengherankan  warga negara Malaysia berkunjung ke Sragen  untuk study banding di tempat percobaan pemanfaatan tanah kering dan  tandus di Dukuh Dayu untuk pengembangan tanaman jenis organik. Menurut  pak Haryoto disamping tanaman organik untuk keperluan rumah tangga, bisa  juga digunakan sebagai komoditi. Kalau sudah mengarah ke komoditas,  harus mengerti pasca panen, mau dijual kemana tanaman tersebut.(Andre  AS/dn)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://wedanganpatimura2.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-8211953216222231185?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8211953216222231185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8211953216222231185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/wira-usaha-budidaya-sayuran-skala-rumah.html' title='Wira Usaha Budidaya Sayuran Skala Rumah Tangga'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-7564253011101492679</id><published>2011-09-01T19:57:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T19:57:00.355-07:00</updated><title type='text'>Berkebun Sayur Di Pekarangan Rumah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;Apakah anda memiliki  pekarangan kecil di rumah,namun bingung hendak menanam apa ? Bagaimana  kalau anda mencoba untuk bertanam sayur mayur di perkarangan terbatas?  Selain ikut berpartisipasi dalam gerakan GO GREEN, terdapat  keuntungan-keuntungan lainnya , yaitu ;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;1. Selain untuk penghijauan, tanaman sayuran dapat menjadi sumber kebutuhan sayur&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;2. Salah satu bentuk penyaluran hobi,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;3. Timbulnya rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi sayuran yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ditanam sendiri .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;4. Diperolehnya sayuran yang lebih terjamin kebersihan dan mutunya, karena &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;penggunaan pestisida yang dapat ditekan semaksimal mungkin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;5. Bertanam sayuran berarti melatih seluruh anggota keluarga untuk lebih mencintai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Alam .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;6 Bahkan di tengah kondisi harga bahan kebutuhan pokok naik,menanam sayur mayur&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;di kebun dapat turut membantu perekonomian dalam rumah tangga , bahkan kalau&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;hasilnya lebih, bisa dijual ke pasar&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ada beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam dipekarangan , antara lain ;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sayuran  buah seperti cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir, tomat,  buncis,kacang panjang, terong , mentimun , pare dan paprika .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis, kemangi, seledri, selada,  sawi, dan talas daun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sayuran bunga seperti kol, brokoli dan bunga papaya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font: 7pt "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sayuran  umbi seperti wortel, kentang, bawang merah dan bawang putih, bawang  bombay, dan lobak serta tanaman bumbu dan empon-emponan seperti temu  kunci, kencur, serai, lengkuas dan kunyit yang masih termasuk tanaman  sayuran umbi .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan ada beberapa model penanaman yang dapat kita lakukan ;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Penanaman Konvensional&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pada model ini hal  yang perlu diperhatikan adalah pemilahan areal tanam, persiapan dan  pengolahan lahan tanam dan penyediaan bahan tanaman. Pengolahan lahan  tanam meliputi pembersihan, pengolahan, pemupukan dan pembuatan bedengan  sesuai dengan kebutuhan. Pencangkulan juga perlu dilakukan untuk  menggemburkan lahan. Kemudian dilakukan pemupukan dasar dengan tujuan  untuk menambah unsur hara pada tanah dengan cara mencampurkan dan  mengaduk pupuk secara merata diseluruh bagian lahan. Pupuk yang  sebaiknya digunakan adalah pupuk kandang atau kompos.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selanjutnya adalah  penyediaan bibit , dan tanaman yg dapat diperbanyak dengan bibit adalah ;  bayam cabut, sawi, selada, seledri, kemangi, kecipir, bayam dan tanaman  sayur kacang-kacangan. Biji atau benih tanaman sayuran tersebut dapat  dibeli di toko penyalur benih yang ada. Sedangkan jenis sayuran  tradisional seperti daun mangkokan, talas, katuk dan beluntas yang  bijinya sulit diperoleh dapat diatasi dengan penanaman secara stek atau  umbi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Dalam praktiknya penanganan biji atau benih tanaman sayuran ini ada dua cara :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 70.2pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Disemaikan yaitu sayuran yang sulit berkecambah seperti sawi, seledri, kol, tomat dan cabai&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 70.2pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak harus disemaikan (bisa langsung disebar atau ditanam di areal tanamnya &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;melalui  penugalan dan setiap lubang bisa dimasuki tiga biji). Pada tanaman  sayuran stek dan umbi, sebaiknya tidak langsung ditanam, tetapi terlebih  dahulu disemaikan di wadah baki atau polibag yang dipindahkan setelah  tunas dan akarnya terbentuk cukup banyak&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ada beberapa tipe pot yang dikenal yaitu pot tunggal, pot horisontal dan pot vertikal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pot tunggal umumnya  digunakan untuk jenis tanaman sayuran buah dan umbi seperti cabai,  mentimun, tomat, buncis, pare, terong, paprika, kacang panjang, wortel,  kentang, bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan lobak. Pot  tunggal dapat dibuat dari tanah liat, semen, kayu, ember, kaleng atau  polibag. Yang pada bagian dasarnya telah dilubangi sebagai pengatur  drainase air.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pot horisontal  dibagi dua, horisontal tunggal dan horisontal bertingkat yang harus  dibuat sendiri dengan menggunakan pipa PVC, bambu, papan, talang atau  balok kayu. Dan digunakan untuk jenis tanaman sayuran bunga dan daun  yang mempunyai perakaran dangkal dan sempit seperti kangkung, selada,  talas daun, kailan, baby kapri, caisim, bawang daun, kubis, kol dan  brokoli. Pot vertikal sama uraiannya dengan pot horisontal di atas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Juga untuk media  tanam haruslah menyediakan unsur hara yang cukup bagi tanaman.  Persyaratannya adalah : campuran abu sampah dan pupuk kandang, gambut  dan pupuk kandang, kompos sampah rumah tangga dan tanah atau pasir, abu  sekam dan pupuk kandang, tanah dan sekam serta pupuk kandang, pasir dan  pupuk kandang, tanah dan pupuk kandang yang perbandingan campuran media  tanam adalah 1:1 atau 2:1, yang terakhir disarankan 3:1.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa keuntungan yang diperoleh dari bertanam sayuran di pot antara lain :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dapat dikerjakan pada pekarangan yang sempit&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sebagai alternatif untuk tanah pekarangan yang tidak subur&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lebih gampang untuk dipindah tempatkan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lebih mudah untuk menyesuaikan dengan faktor agroklimat (kondisi tanah dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Iklim yang diperlukan tanaman .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sekaligus berfungsi sebagai tanaman hias.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Beberapa  faktok agroklimat dapat diubah agar sesuai dengan keperluan sayuran  yang kita tanam terutama sayuran dalam pot, misalnya jenis tanah, pH  tanah, curah hujan dan banyaknya sinar matahari, sedangkan suhu dan  kelembaban udara sangat sulit untuk diubah. sebagai contoh media tanam  yang terdiri dari campuran tanah subur, pupuk kandang dan pasir dapat  diatur perbandingannya sesuai dengan keperluan masing-masing jenis  sayuran yang ditanam,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;pH  tanah dapat diturunkan dengan menambah kapur pada media tanamnya, atau  curah hujan dan sinar matahari dapat diatur banyaknya dengan mengontrol  penyiraman dan memberi naungan. Suhu dan kelembaban udara hanya dapat  diubah dengan menggunakan rumah kaca, sehingga untuk penanaman sayuran  di pekarangan, jenis sayuranlah yang disesuaikan dengan kedua faktor  tersebut, dimana kedua faktor tersebut sangat terkait dengan ketinggian  tempat dari permukaan laut. Karena itu pilihlah jenis-jenis sayur yang  dapat tumbuh dengan ketinggian tempat yang sama dengan daerah kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;Pot yang digunakan harus  mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik terutama perakaran..  Beberapa jenis pot ini tidak memiliki sifat pot yang baik sehingga pada  siang hari yang panas, suhu pot cepat naik dan tanaman menjadi layu.  Karena itu, beberapa jenis pot perlu dilubangi didindingnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ciri-ciri kriteria pot yang baik adalah ;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mampu mendukung perkembangan perakaran&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air berlebih&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dasar pot yang dipilih, berkaki untuk membantu aerasi dan drainase&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tidak mudah lapuk dan pecah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;D inding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar agar suhu tanah tetap&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;stabil&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jenis pot yang dapat dipakai dapat berupa pot tanah  liat , pot plastik , pot porselin, pot semen,pot ban bekas ,pot kaleng  bekas ,dan pot dari anyaman bambu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Penanaman Vertikultura ,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Penanaman  jenis ini sangat bermanfaat dan hemat jikalau kita hidup di daerah yang  berpenduduk padat Vertikultur diambil dari istilah verticulture dalam  bahasa Inggris. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu vertical dan culture. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Di  bidang pertanian, pengertian verticulture adalah sistem budidaya  pertanian yang dilakukan secara vertikal atau beringkat. Suatu teknik  atau cara budidaya tanaman semusim (khusunya sayuran) pada lahan  terbatas yang diatur secara bersusun menggunakan bangunan/tempat khusus  atau model wadah tertentu dengan menerapkan paket teknologi maju, serta  komoditas yang diusahakan bernilai ekonomi tinggi.Mengenai model dan  ukuranterserah kreativitas pemesan. Dan dibuat sedemikian rupa, sehingga  muat untuk dijejalkan banyak tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Kelebihannya adalah ;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Lahan yang minimalis dapat  menghasilkan hasil yang maksimal Caranya yaitu dengan membuat sebuah rak  untuk menaruh tanaman. Tanpa harus menanamnya langsung pada lahan yang  ada. Rak tersebut dapat terbuat dari kayu, papan atau bumbu. Bila ingin  lebih kuat dapat menggunakan kerangka besi atau stainless steel. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Tapi itu lebih mahal ongkos pembuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Keuntungan yang  kedua adalah anti banjir , karena mudah dipindahkan,kalau kerangka  bangunannya dibuat tinggi dapat mencegah banjir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Keuntungan yang  ketiga adalah,Penanaman jenis verticultura dapat dipakai untuk  menyalurkan kreatifitas dengan mengecat pot dan rak.Boleh juga jika  ditambahkan pernak pernik pot, seperti wadah air dibawahnya atau pot-pot  gantung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Vertikultur sangat cocok dipakai untuk budi daya tanaman semusim, misalnya sayur-sayuran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Selain menanamnya mudah,  hasilnya langsung dinikmati. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara  lain seledri, selada, kangkung, bayam atau kemangi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Pohon cabai, tomat, atau terong, juga mudah sekali tumbuh di dalam pot. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Jenis poly bag atau kantung plastik tebal berwarna hitam, dapat menggantikan fungsi pot tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Sawi dan selada air akan  dipanen ketika berumur 40 hari, bayam di usia 28 hari, dan cabai umumnya  berbuah saat berumur 3 bulan dan hasil panen yang diperoleh tidak jauh  berbeda dengan cara pertanian yang diolah budi daya bercocok tanam ini,  para anggota keluarga tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membeli  pupuk. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Pupuk alami mampu dibuat sendiri dari sisa-sisa sampah dapur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Potongan-potongan  sayuran, kulit buah atau sisa-sisa makanan merupakan bahan organik yang  bermanfaat. Yaitu bahan yang mudah terurai oleh tanah dan diperlukan  oleh tanaman.Pembuatannya cukup menimbun di dalam tanah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: " lang="FR"&gt;Dibiarkan terurai selama kurang lebih satu bulan lamanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Setelah  itu dapat dipakai sebagai media tanam. Dengan ditambah oleh campuran  pasir, tanah gembur, serta pupuk kompos tadi. Takarannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;yang seimbang, yaitu 1:1:1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Selain kompos, pupuk yang  baik adalah pupuk kandang. Biasanya diperoleh dari kotoran sapi,  kambing, atau kerbau. Bagi penduduk di sekitar Jakarta, lebih mudah  mendapatkannya di toko pertanian terdekat. Kotoran hewan peliharaan  seperti ayam, burung, serta kelinci mampu digunakan untuk pembuatan  pupuk kandang tersebut. Prosesnya sama seperti pupuk kompos tadi.  Dikubur dahulu agar tidak berbau, dan biarkan mikro organisme yang  mengurainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Kotoran anjing dan kucing  kurang cocok dipakai untuk membuat pupuk kandang, Sisa-sisa makanan yang  dikeluarkan oleh binatang pemakan rumput jauh lebih baik  hasilnya.Terasa lebih asyik dengan menggunakan pupuk buatan sendiri.  masalah limbah rumah tangga dan ternak sedikit teratasi. Hasil yang  dipetik jauh lebih sehat, karena pupuk yang dipakai adalah alami, tanpa  bahan kimia buatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;Di sisi lain, air yang  dipakai untuk menyiram adalah air yang bersih. Berbeda dengan para  petani sayuran di perkotaan atau daerah lainnya. Mungkin air yang  digunakan adalah air sungai yang kotor dan tercemar. Atau mengandung  pestisida hama yang larut dalam air. Tentunya seluruh anggota keluarga  tidak mau tercemarkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "&gt;? Selamat mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Gambar Vertikultur&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;img class="alignnone size-full wp-image-92508" title="12983711201210242852" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/02/12983711201210242852.jpg" alt="12983711201210242852" height="279" width="425" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;img class="alignnone size-full wp-image-92509" title="129837082567416276" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/02/129837082567416276.jpg" alt="129837082567416276" height="229" width="324" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://green.kompasiana.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-7564253011101492679?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7564253011101492679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7564253011101492679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/berkebun-sayur-di-pekarangan-rumah.html' title='Berkebun Sayur Di Pekarangan Rumah'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-7519153107570572024</id><published>2011-08-31T19:56:00.000-07:00</published><updated>2011-08-31T19:56:00.639-07:00</updated><title type='text'>Menanam Sayuran di Pekarangan Rumah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa alasan orang menanam sayuran di pekarangan rumah yaitu (1)  selain untuk penghijauan, tanaman sayuran dapat menjadi sumber kebutuhan  sayur bagi mereka, (2) salah satu bentuk penyaluran hobi, (3) timbulnya  rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi sayuran yang ditanam  sendiri, (4) diperolehnya sayuran yang lebih terjamin kebersihan dan  mutunya, karena penggunaan pestisida yang dapat ditekan semaksimal  mungkin, (5) bertanam sayuran berarti melatih seluruh anggota keluarga  untuk lebih mencintai alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sayuran yang dapat diusahakan di halaman rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  Ada empat jenis tanaman sayuran yang dapat ditanam dipekarangan rumah  yaitu (a) sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir,  tomat, buncis, kacang panjang, terong, mentimun, pare dan paprika; (b)  sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis,  kemangi, seledri, selada, sawi dan talas daun; (c) sayuran bunga seperti  kol, brokoli dan bunga pepaya; (d) sayuran umbi seperti wortel,  kentang, bawang merah dan putih, bawang bombay dan lobak serta tanaman  bumbu dan empon-emponan seperti temu kunci, kencur, serai, lengkuas dan  kunyit yang masih termasuk tanaman sayuran umbi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Model Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  Model penanaman yang umum dilakukan adalah secara konvensional  (penanaman langsung ditanah) dan yang menggunakan pot. Dalam praktik  umumnya para hobiis menggunakan kedua model tersebut di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penanaman konvensional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  Pada model ini hal yang perlu diperhatikan adalah pemilahan areal  tanam, persiapan dan pengolahan lahan tanam dan penyediaan bahan  tanaman. Pengolahan lahan tanam meliputi pembersihan, pengolahan,  pemupukan dan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. Pencangkulan  juga perlu dilakukan untuk menggemburkan lahan. Kemudian dilakukan  pemupukan dasar dengan tujuan untuk menambah unsur hara pada tanah  dengan cara mencampurkan dan mengaduk pupuk secara merata diseluruh  bagian lahan. Pupuk yang sebaiknya digunakan adalah pupuk kandang atau  kompos. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Selanjutnya adalah penyediaan bibit atau benih. Tanaman  sayuran yang dapat diperbanyak dengan biji antara lain : bayam cabut,  sawi, selada, seledri, kemangi, kecipir, bayam dan tanaman sayur  kacang-kacangan. Biji atau benih tanaman sayuran tersebut dapat dibeli  di toko penyalur benih yang ada. Sedangkan jenis sayuran tradisional  seperti daun mangkokan, talas, katuk dan beluntas yang bijinya sulit  diperoleh dapat diatasi dengan penanaman secara stek atau umbi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  Dalam praktiknya penanganan biji atau benih tanaman sayuran ini ada dua  cara : (1) disemaikan yaitu sayuran yang sulit berkecambah seperti sawi,  seledri, kol, tomat dan cabai; (2) tidak harus disemaikan (bisa  langsung disebar atau ditanam di areal tanamnya melalui penugalan dan  setiap lubang bisa dimasuki tiga biji). Pada tanaman sayuran stek dan  umbi, sebaiknya tidak langsung ditanam, tetapi terlebih dahulu  disemaikan di wadah baki atau polibag yang dipindahkan setelah tunas dan  akarnya terbentuk cukup banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penanaman sayuran di Pot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Ada  beberapa tipe pot yang dikenal yaitu pot tunggal, pot horisontal dan  pot vertikal. (1) Pot tunggal umumnya digunakan untuk jenis tanaman  sayuran buah dan umbi seperti cabai, mentimun, tomat, buncis, pare,  terong, paprika, kacang panjang, wortel, kentang, bawang merah, bawang  putih, bawang bombay dan lobak. Pot tunggal dapat dibuat dari tanah  liat, semen, kayu, ember, kaleng atau polibag. Yang pada bagian dasarnya  telah dilubangi sebagai pengatur drainase air. (2) Pot horisontal  dibagi dua, horisontal tunggal dan horisontal bertingkat yang harus  dibuat sendiri dengan menggunakan pipa PVC, bambu, papan, talang atau  balok kayu. Dan digunakan untuk jenis tanaman sayuran bunga dan daun  yang mempunyai perakaran dangkal dan sempit seperti kangkung, selada,  talas daun, kailan, baby kapri, caisim, bawang daun, kubis, kol dan  brokoli. (3) Pot vertikal sama uraiannya dengan pot horisontal di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pembuatan Pot horisontal dan vertikal dari bambu atau pipa PVC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  Pembuatan pot horisontal dan vertikal dari bambu sama dengan bahan dari  pipa PVC. Bambu dan pipa PVC yang digunakan sebaiknya yang berdiameter  minimal 10 cm. Pada pot vertikal, panjang bambu gelondongan dan pipa PVC  sebaiknya tidak melebihi 2 m. Pada salah satu sisi bambu dan pipa PVC  dibuat beberapa lubang dengan diameter ± 3 cm. Jarak antar lubang  disesuaikan dengan jenis sayuran yang akan ditanam, biasanya 15 – 30 cm  dan dibuat lubang pada ruas dan dop untuk mengatur drainase air. Pada  pot horisontal baik itu dari bambu dan pipa PVC sama dengan cara membuat  pot vertikal. Hanya pada kedua ujung bambu yang digunakan tetap  dibiarkan beruas dan kedua ujung pipa PVC ditutup dengan dop. Bedanya  ada pada lubang yang dibuat, yaitu memanjang sesuai dengan ukuran bambu  dan pipa PVC yang digunakan, lebarnya 10 cm, kedua ujungnya disisakan 5  cm untuk tempat tali plastik menggantung pot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Media tanam untuk Pot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  Media tanam haruslah menyediakan unsur hara yang cukup bagi tanaman.  Persyaratannya adalah : campuran abu sampah dan pupuk kandang, gambut  dan pupuk kandang, kompos sampah rumah tangga dan tanah atau pasir, abu  sekam dan pupuk kandang, tanah dan sekam serta pupuk kandang, pasir dan  pupuk kandang, tanah dan pupuk kandang yang perbandingan campuran media  tanam adalah 1:1 atau 2:1, yang terakhir disarankan 3:1.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tidak lupa tanaman sayuran haruslah terus dipelihara, dirawat dan dipupuk dengan terkontrol pada kedua sistem penanaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: transparent; text-align: left; text-decoration: none; border: medium none;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a style="color: #003399;" href="http://id.shvoong.com/lifestyle/home-and-garden/2041150-menanam-sayuran-di-pekarangan-rumah/#ixzz1VoT8wawu"&gt;http://id.shvoong.com/lifestyle/home-and-garden/2041150-menanam-sayuran-di-pekarangan-rumah/#ixzz1VoT8wawu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-7519153107570572024?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7519153107570572024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7519153107570572024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/menanam-sayuran-di-pekarangan-rumah.html' title='Menanam Sayuran di Pekarangan Rumah'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-9078102683980266793</id><published>2011-08-30T19:52:00.000-07:00</published><updated>2011-08-30T19:52:00.395-07:00</updated><title type='text'>SAYUR DALAM POT: ENAK DILIHAT, LEZAT DISANTAP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Lahan terbatas bukan berarti niat bertanam sayuran jadi kandas. Ditanam      di pot pun bisa, kok. Selain praktis, juga tampak lebih asri. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Bertanam sayuran dalam pot? Bisa-bisa saja, apalagi jika Anda punya lahan      terbatas. Yang penting sedikit kreatif. Sekurang-kurangnya ada 2 keuntungan      bertanam sayuran dalam pot. Yang pertama tentu kita jadi lebih sehat.      Konsumsi sayuran berarti memperbanyak kandungan gizi alami yang terserap      dalam tubuh. Yang kedua, suasana rumah jadi lebih asri. Jika sayuran dalam      pot tersebut ditata dengan baik, misalnya di teras depan, suasana akan jadi      sejuk. Apalagi sehabis disiram/disemprot, pasti akan terlihat daun-daun      sayuran yang hijau asri. Hati pun jadi ayem dan tenteram. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Ada bermacam jenis sayuran, yang dapat dipilah berdasarkan bagian tanaman      yang dimanfaatkan, yakni: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     1. Sayuran daun: kubis, sawi, bayam, kangkung, selada, seledri, bawang daun,      dan petsai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     2. Sayuran buah: mentimun, tomat, terong, kecipir, dan stroberi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     3. Sayuran biji: kacang panjang, kacang merah, kacang bogor, dan buncis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     4. Sayuran bunga antara lain: brokoli, dan kembang kol. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     5. Sayuran tunas (muda) antara lain: rebung bambu, dan asparagus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     6. Sayuran umbi antara lain: kentang, lobak, wortel, bawang putih, dan      bawang merah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;span style="color:#008080;"&gt;&lt;b&gt;SEMAIKAN BENIH &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Langkah pertama untuk menanam sayuran dalam pot memilih jenis sayuran yang      cocok ditanam dalam pot di rumah kita. Bila kondisi lingkungan cukup panas,      sebaiknya pilih jenis sayuran untuk daerah panas, seperti selada, seledri,      bawang daun, bayam, kangkung, terong, kacang panjang, mentimun, dan buncis.     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Setelah itu, saatnya memperoleh benih. Anda bisa memperoleh benih sayuran di      toko-toko pertanian. Biasanya, benih-benih tersebut dibungkus dalam sachet.      Yang penting teliti sebelum membeli. Simak betul tanggal kedaluwarsa benih.      Ini berkaitan dengan daya kecambahnya, apakah masih memungkinkan ditanam      atau sudah tertinggal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Benih sayuran tersebut sebaiknya disemaikan lebih dahulu. Untuk itu, buat      kotak pesemaian dari kayu dengan ukuran panjang 50 - 60 cm, lebar 30 - 40      cm, dan tinggi 15 - 20 cm. Dasar kotak dibuat berlubang-lubang agar air yang      berlebih dapat cepat terbuang. Lalu, isi kotak tersebut dengan campuran      tanah subur, pasir, dan pupuk organik (1:1:1), hingga ketinggian 15 cm. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Sehari sebelum penebaran benih, kotak tempat persemaian disiram hingga cukup      basah. Buat alur-alur dangkal dengan telunjuk. Kedalaman alur 1 cm dan jarak      antar-alur 5 cm. Setelah itu, benih pun siap ditebarkan merata dalam setiap      alur. Tutup dengan tanah tipis dan siram lagi agar kelembapan tanah dapat      dipertahankan. Nah, tak sampai seminggu, benih-benih sayuran pun akan      berkecambah, lalu menjadi bibit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;span style="color:#008080;"&gt;&lt;b&gt;SIRAM DAN BERI PUPUK &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Pemeliharaan sayuran dalam pot boleh dibilang lebih gampang, karena      lingkungan sekitar tanaman mudah dikendalikan. Misalnya jika ada sayuran      yang nyaris layu, segera siram, dan sayuran pun akan kembali segar.      Penyiraman cukup dilakukan sekali sehari, bisa pagi atau sore. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Namun, seandainya kondisi sayuran dalam pot amat kering, misalnya saat musim      kemarau, bolehlah disiram pagi dan sore. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Jangan lupa, lakukan pemupukan. Sediakan pupuk NPK sebanyak 30 gram, lalu      larutkan dalam 10 liter air. Siramkan di sekeliling sayuran. Pemupukan      pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu, dan diulang sekali      lagi pada umur 6 minggu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;     Bagaimana dengan hama sayuran? Lazimnya, tanaman sayuran memang cukup      sensitif terhadap hama. Untuk mengatasinya, sebaiknya hama itu dikendalikan      secara manual, misalnya diambil, lalu dimatikan. Usahakan tidak memakai      pestisida, toh lingkungannya terbatas, yakni hanya dalam pot. Ini akan      membuat sayuran lebih segar dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://nostalgia.tabloidnova.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-9078102683980266793?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/9078102683980266793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/9078102683980266793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/sayur-dalam-pot-enak-dilihat-lezat.html' title='SAYUR DALAM POT: ENAK DILIHAT, LEZAT DISANTAP'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4360349741928088012</id><published>2011-08-29T19:50:00.000-07:00</published><updated>2011-08-29T19:50:00.331-07:00</updated><title type='text'>Usaha tani sayuran, potensi dari pekarangan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pekarangan atau halaman rumah di perkotaan biasanya dimanfaatkan  sebagai taman dengan tanaman hias. Sedangkan di pedesaan, halaman yang  luas banyak yang dibiarkan begitu saja, padahal lahan pekarangan bisa  disulap menjadi taman sayuran atau buah-buahan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pekarangan atau halaman rumah di perkotaan biasanya dimanfaatkan sebagai  taman dengan tanaman hias. Sedangkan di pedesaan, halaman yang luas  banyak yang dibiarkan begitu saja, padahal lahan pekarangan bisa disulap  menjadi taman sayuran atau buah-buahan yang produktif menghasilkan  uang. Tentu saja jenis sayuran atau buah yang dipilih harus sesuai  dengan luas pekarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran, bagi ibu rumah tangga yang tidak pulang kampung, memiliki  kesulitan tersendiri. Terlebih jika tinggal di perumahan yang mayoritas  pendatang, mereka dipusingkan dengan ketidakhadiran tukang sayur yang  biasanya berkeliling. Sementara pembantu yang biasa berbelanja ke pasar  juga tidak bisa diharapkan karena pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menjadi lain jika di pekarangan rumah, kendati tidak begitu  luas, tersedia tanaman sayuran. Kalau memerlukan, kita tinggal petik  saja sayuran di depan rumah, baik terung, tomat, cabai, bayam, maupun  jenis sayuran lainnya yang bisa ditanam di pot. Namun sayang, banyak  pekarangan yang tidak menyediakan sayuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dialami Ny Retno (33 tahun). Ibu satu anak ini tinggal di  sebuah perumahan dekat Cibubur, Bogor, dan karena hobinya, menanam  sayuran di depan rumah. Seperti cabai, setiap hari tinggal petik karena  dari dua pohon saja jumlah cabainya cukup banyak. Jeruk untuk bumbu  sayur juga ada. Memang karena sempitnya lahan, tidak semua jenis sayuran  bisa ditanam, tetapi dengan penataan yang baik, misalnya membuat rak  tanaman dari pralon, beberapa jenis sayuran bisa dibudidayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencari benih tanaman sayuran dalam pot sebenarnya juga tidak  begitu susah. Tidak perlu harus mengimpor benih, karena di Indonesia ada  juga produsen benih sayuran. Salah satunya adalah Sartono, petani yang  menjadi produsen penangkar benih hortikultura di Blitar. Pria dengan  tiga anak ini memulai usahanya menjadi petani, kemudian menangkar benih  dan membuat perusahaan "Riawan Tani".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kondisinya sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan  perusahaan benih multinasional yang telah merambah ke berbagai negara.  Perusahaan yang didirikan petani lulusan sekolah menengah ekonomi atas  (SMEA) itu bertekad mengembangkan benih-benih sayuran Indonesia asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya prihatin saat ini banyak sekali benih impor yang masuk ke  Indonesia tanpa sertifikasi dan tidak terdeteksi oleh karantina  pertanian," katanya. Dia menjelaskan bagaimana seseorang yang demikian  bebas membawa benih dalam koper dari luar negeri, kemudian benih itu  dikemas dan dijual bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mewujudkan niatnya itulah pada akhirnya dia menjadi mitra Badan  Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Pertanian untuk ikut  mengembangkan dan memasarkan benih yang dihasilkan Balai Penelitian  Tanaman Sayuran (Balitsa) dan Balai Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Sereal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, Balitsa yang ada di Jl Tangkuban Perahu 517 Lembang, Jawa  Barat, telepon (022) 2786245 ini terus mengembangkan berbagai jenis  tanaman sayuran varietas baru. Varietas yang dikembangkan bersama UD  Riawan Tani adalah cabai varietas Tanjung-1, Tanjung-2, dan Lembang-1.  Kemudian tanaman tomat varietas Mirah, Opal, dan Zamrud, mentimun  varietas Saturnus, Pluto, dan Mars, serta tanaman buncis varietas  Horti-1, Horti-2, dan Horti-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang varietas itu belum semuanya bisa dipasarkan, tetapi saya percaya  akan dihasilkan varietas yang sangat menguntungkan bagi para petani  yang membudidayakannya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah benih yang diusahakan Sartono adalah 33 jenis yang kesemuanya  merupakan produk tanaman asli Indonesia. Benih yang tersedia di  antaranya adalah cabai, pepaya, mentimun, sawi, terong, bayam, sledri,  petsai, bestru, gambas, tomat, pare, kangkung, kacang panjang, dan  tanaman hortikultura lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sartono mengakui, untuk menjadi produsen bibit tidak mudah karena dia  harus sepuluh tahun belajar untuk kemudian mendapatkan sertifikat resmi  dari pemerintah bahwa dia memang layak untuk memproduksi benih sendiri.  Para pembeli biasanya adalah pedagang benih, mereka biasanya tinggal  telepon ke kantornya di (0342) 808020, kemudian barang akan dikirimkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayuran yang dijual memang sebagian besar bisa dikembangkan di dalam  pot. Pemeliharaan tanaman sayuran di pot relatif lebih mudah karena bisa  diawasi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sebenarnya tanaman sayuran di pekarangan juga bisa menghibur  dan menarik perhatian. Di sore atau pagi hari, kita bisa duduk di teras  rumah sambil memandangan tanaman sayuran. Pada saat tanaman itu  berbuah, tentu dapat dipetik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pekarangan luas, hasil usaha tani ini juga bisa dikembangkan secara  komersial. Artinya, sayuran yang dihasilkan bisa dijual ke tetangga.  Untuk jenis sayuran seperti cabai, pada saat tertentu harganya bisa  tinggi. Selamat memanfaatkan pekarangan untuk wirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.situshijau.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-4360349741928088012?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4360349741928088012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4360349741928088012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/usaha-tani-sayuran-potensi-dari.html' title='Usaha tani sayuran, potensi dari pekarangan'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-719632959144574476</id><published>2011-08-28T19:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T19:47:00.621-07:00</updated><title type='text'>Memanfaatkan Kaleng Bekas untuk Menanam Sayuran</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Vertikultur Kaleng Susun&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;cid=12&amp;amp;artid=1141"&gt;http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;cid=12&amp;amp;artid=1141&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaleng bekas biasa dibuang ke tong sampah. Namun, tidak bagi Kasino,  pekebun sayuran di Tandes, Surabaya, Jawa Timur. Ia mengumpulkan  kaleng-kaleng bekas berukuran 5 kg sebagai bahan vertikultur alias  budidaya tanaman sistem bertingkat.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemandangan itu sungguh kontras. Di sudut kebun seluas 700 m2,  kaleng-kaleng bekas menggunung; 200 m dari tumpukan itu tampak panorama  hijau segar. Sepuluh kaleng disusun vertikal setinggi 2 m dan diperkuat  dengan bambu. Seledri tumbuh subur di setiap ‘lubang tanam’ di dinding  kaleng. Selain seledri, Kasino juga membudidayakan beberapa sayuran lain  seperti bawang daun, cabai, sawi, dan tomat. Total jenderal ia menanam  30 sayuran berteknologi vertikultur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gagasan membikin vertikultur kaleng itu muncul lantaran Kasino dan  Dadang Permadi prihatin sektor agribisnis kurang diminati. ‘Perlu  inovasi dan menciptakan teknologi baru dalam bercocok tanam agar  pertanian kembali dilirik,’ kata Kasino. Oleh karena itu sejak awal 2007  mereka merancang vertikultur di lahan 700 m2. Lokasi itu semula hanya  ditumbuhi semak belukar. Mula-mula Kasino mencari kaleng cat bekas dan  es krim berdiameter 15 cm (lihat ilustrasi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pria kelahiran 14 Oktober 1957 itu menggunakan campuran sekam mentah,  serbuk gergaji, dan kompos, serta tanah sebagai media tanam sayuran.  Kasino menyebut tiga media pertama sebagai otek alias organik tepat  guna. Perbandingannya 1:1:1:1. Untuk komoditas umbi-umbian ia  memanfaatkan campuran otek, sekam bakar, dan sekam mentah dengan  perbandingan 1:1:1. Khusus untuk padi, ia memilih sekam mentah, serbuk  gergaji, dan kompos untuk media tanam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;20 kg/m2&lt;br /&gt;Vertikultur memang bukan hal baru di tanahair. Sejak 1990-an teknologi  budidaya itu sudah diterapkan. Umumnya pekebun menggunakan bambu,  polietilenchlorida (PVC), dan pot. Namun, Kasino justru memanfaatkan  barang bekas. Dengan sistem budidaya vertikal, sangat memungkinkan untuk  melakukan intensifikasi. Bayangkan, di sebuah kaleng Kasino membuat 45  lubang tanam. Padahal, di luasan 1 m2 ia membuat 4 susun vertikultur.  Satu susun terdiri atas 10 kaleng. Oleh karena itu jumlah lubang tanam  dalam 4 susun mencapai 1.800 buah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari 4 susun vertikultur di lahan 1 m2, ia memetik rata-rata 20 kg  seledri. Sekilo seledri terdiri atas 4 rumpun tanaman yang masing-masing  terdiri atas 10 tangkai. Di pasaran harga 3 tangkai seledri Rp1.000,  sehingga Kasino memperoleh minimal Rp266.000. Bandingkan dengan  produktivitas seledri yang dibudidayakan secara konvensional. Menurut  Husin Kusnadi, pekebun sayuran di Bandung, produktivitas seledri  rata-rata 8 kg per m2. dengan harga jual Rp4.000 per kg, pendapatannya  hanya Rp32.000. Artinya, produktivitas seledri vertikultur lebih tinggi  daripada seledri konvensional.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Dr Agus Suryanto, ahli budidaya tanaman Universitas Brawijaya  Malang, vertikultur berproduksi tinggi amat wajar sepanjang pasokan  nutrisi terpenuhi. Sumber hara di kaleng bekas itu amat terbatas. Oleh  karena itu pekebun vertikultur menambahkan pupuk untuk mencukupi  kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Dengan penambahan pupuk itulah  produktivitas sayuran vertikultur tetap tinggi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain menghemat lahan, metode itu juga minim perawatan. Untuk  penyiraman, cukup memutar kran. Campuran air dan nutrisi di tandon yang  posisinya lebih tinggi daripada susunan vertikultur mengalir ke pot  teratas. Kasino menutup permukaan atas setiap pot tertinggi dan membuat  puluhan lubang berdiameter 2 mm. Larutan nutrisi mengalir ke pot di  bawahnya, begitu seterusnya hingga pot paling dasar. Dalam sehari  larutan nutrisi diberikan 3 kali, sebanyak 2,5 l. ‘Dengan cara ini bisa  menghemat air yang terbuang sampai 100 kali lipat,’ tambah Kasino.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hemat &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi pertumbuhan terbuat dari gula dan unsur-unsur lain yang  difermentasi selama sepekan. Kasino memasukkan campuran 1 liter nutrisi  ke dalam 20 liter air. Cairan itu berfungsi sebagai sumber unsur hara  yang diperlukan tanaman untuk tumbuh. Hasilnya, pertumbuhan lebih cepat,  panen lebih cepat, dan produksi meningkat. Walau dalam 1 kaleng  ditanami puluhan tanaman, tidak akan terjadi kompetisi, karena unsur  hara yang diperlukan sangat melimpah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kasino menuturkan biaya produksi untuk membuat satu rangkaian  vertikultur terdiri atas 10 pot hanya Rp30.000. Biaya lainnya hanya  untuk perawatan. ‘Tidak sampai Rp5.000 per kaleng, karena semua  peralatan dan media tanam bisa digunakan lagi,’ kata Dadang. Media tanam  bisa digunakan sampai 3 kali penanaman. Namun, menurut Sunandi  Kertawijaya, pekebun vertikultur di Bandung, Jawa Barat, budidaya  bertingkat lebih mahal. ‘Semua alat kan harus dibeli, termasuk nutrisi  untuk tanaman. Budidaya konvensional, semuanya sudah tersedia di tanah,’  ujar Sunandi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan lain? Pekebun dapat mengatur waktu panen. Padi misalnya.  Jika di sawah hanya 2 kali panen dalam setahun, dengan vertikultur bisa  diatur sampai 5 kali panen. Dengan kelebihan itu wajar jika Kasino dan  Dadang berencana melebarkan lagi kebunnya. (Lani Marliani/Peliput: Nesia  Artdiyasa)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Box&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Teknik Kaleng Susun&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapkan kaleng bekas cat ukuran 5 kg&lt;br /&gt;Lubangi sekeliling kaleng&lt;br /&gt;Masukkan media tanam&lt;br /&gt;Tanam benih sayuran dalam lubang tanam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; Susun kaleng bertumpuk&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-719632959144574476?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/719632959144574476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/719632959144574476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/memanfaatkan-kaleng-bekas-untuk-menanam.html' title='Memanfaatkan Kaleng Bekas untuk Menanam Sayuran'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2221548271826380883</id><published>2011-08-27T19:50:00.000-07:00</published><updated>2011-08-27T19:50:00.236-07:00</updated><title type='text'>Menanam sayuran kangkung</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Nama latin&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;Ipomoea reptans&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Nama lokal&lt;/strong&gt; : Kangkung&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_2467" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"&gt;&lt;a rel="attachment wp-att-2467" href="http://baitulherbal.com/tanaman-herbal/tanaman-kangkung/attachment/gambar-tanaman-kangkung/"&gt;&lt;img class="size-thumbnail wp-image-2467" title="Gambar tanaman kangkung" src="http://baitulherbal.com/wp-content/uploads/2011/02/Gambar-tanaman-kangkung-150x150.jpg" alt="Gambar tanaman kangkung 150x150 Tanaman kangkung" height="150" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;kangkung&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Diskripsi&lt;/strong&gt; : Kangkung  merupakan salah satu sayuran yang memiliki banyak manfaat. Selain  sebagai sayur kangkung bisa dijadikan sebagai obat herbal. Kangkung ada  yang tumbuh didarat dan ada juga yang tumbuh diair. Kangkung terkenal  sebagai penyebab kantuk. Tahukah ada apa itu kangkung? Tentunya tahu  karena kangkung sudah sangat populer disekitar kita.Kangkung ini  biasanya tumbuh 1000 m diatas permukaan laut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a title="tanaman kangkung" href="http://baitulherbal.com/tanaman-herbal/tanaman-kangkung/"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a&gt;Ciri-ciri tanaman kangkung adalah sbb :&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tanaman ini merambat dilumpur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tumbuh ditempat-tempat yang basah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daunnya berwarna hijau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bijinya berwarna hitam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Zat yang terkandung dalam kangkung adalah sbb :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Air, 91.2 g, Energi, 28 kcal, Energi, 117 kj, Protein, 1.9 g, Total lemak, 0.4 g, Karbohidrat, 5.63 g, Serat, 2 g.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mineral :  Kalsium, Ca, 72 mg, Besi, Fe, 0.9 mg, Magnesium, Mg, 18  mg, Phospor, P, 28 mg, Potassium, K, 228 mg, Sodium, Na, 23 mg, Seng,  Zn, 0.24 mg, Tembaga, Cu, 0.156 mg, Mangan, Mn, 0.416 mg, &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;Selenium&lt;/span&gt;, Se, 0.9 mcg.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vitamin : Vitamin C, asam ascorbic, 41 mg,  Niacin, 0.5 mg, Asam   Pantothenic, 0.049 mg, Vitamin B-6, 0.138 mg, Folate, 13.3 mcg, &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6"&gt;Vitamin B-12&lt;/span&gt;, 0 mcg, Vitamin A, IU, 7400 IU, Vitamin A, RE, 740  mcg_RE, &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;Vitamin E&lt;/span&gt;, 0.85 mg_ATE&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemak : Asam lemak jenuh,  &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9"&gt;saturated&lt;/span&gt;, 0.052 g . Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0.03 g .  Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0.193 g. Kolesterol&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Berikut adalah beberapa khasiat tanaman kangkung :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mengurangi haid&lt;/strong&gt; : Bahan: 1/2kg daun kangkung segar.  Pemakaian: Daun kangkung dicuci, tumbuk halus. Lalu, tuangkan air 1/2   gelas, berikutnya saring dan tuangkan 1 sendok makan madu. Minum 1 kali   sehari sekaligus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mimisan&lt;/strong&gt; : Bahan: Seikat daun kangkung segar.  Pemakaian: Daun kangkung dicuci, tumbuk halus. Tambahkan sedikit gula,   seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, saring, minum 2 kali   sehari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sakit kepala&lt;/strong&gt; : Bahan: Seikat daun kangkung segar.  Pemakaian : Daun segar direbus dengan 2 gelas air hingga 1 gelas. Minum   air hasil rebusan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ambeien&lt;/strong&gt; : Bahan: Segenggam akar kangkung.  Pemakaian: Akar kangkung dicuci, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa   setengahnya. Setelah dingin, minum 2 x 1/2 gelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;Insomnia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : Bahan: Daun kangkung. Pemakaian: Sering-sering makan tumis kangkung tanpa batang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sakit gigi&lt;/strong&gt; : Bahan: Segenggam akar kangkung, 1/2  sendok teh cuka. Pemakaian: Rebus akar kangkung dengan 1 gelas air.  Gunakan air  rebusannya sekaligus 1 kali sehari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Melancarkan air seni&lt;/strong&gt; : Bahan: Segenggam akar  kangkung. Pemakaian: Akar kangkung direbus dengan 2 gelas air hingga  tersisa 1  gelas. Minum air rebusannya sekaligus 1 kali sehari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ketombe&lt;/strong&gt; : Bahan: Seikat daun kangkung. Pemakaian:  Rendam daun kangkung semalaman hingga airnya berwarna  kebiruan. Lalu,  keramas dengan air rendaman. Lakukan setiap hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sembelit, mual bagi ibu  hamil&lt;/strong&gt; : Bahan: Seikat daun kangkung. Pemakaian: Makan tumisan sayur kangkung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gusi bengkak&lt;/strong&gt; : Bahan: 200 gr akar kangkung.  Pemakaian: Akar kangkung dicuci bersih, lalu direbus dengan 200 cc air   dan 200 cc cuka. Setelah hangat, air rebusan digunakan untuk   kumur-kumur. Lakukan berulang-ulang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kapalan&lt;/strong&gt; : Bahan: Getah kangkung. Pemakaian: Bagian yang menebal diolesi getah kangkung. Lakukan setiap  hari.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Digigit &lt;/strong&gt;: Bahan : Daun  kangkung. Pemakaian: Daun kangkung dicuci bersih, tambahkan garam  secukupnya. Giling sampai halus, bubuhkan di tempat yang sakit, lalu  dibalut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://epetani.deptan.go.id&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2221548271826380883?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2221548271826380883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2221548271826380883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/menanam-sayuran-kangkung.html' title='Menanam sayuran kangkung'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2709016004921951082</id><published>2011-08-26T19:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-26T19:47:00.358-07:00</updated><title type='text'>Budidaya tanaman sawi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran  yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia.  Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk  dikembangkan untuk bisnis sayuran.&lt;br /&gt;Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim.  Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang  menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk  komersial dan prospek sangat baik..&lt;br /&gt;Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek  sosialnya sangat mendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk  diusahakan di Indonesia.&lt;br /&gt;Sebutan sawi orang asing adalah mustard. Perdagangan internasional  dengan sebutan green mustard, chinese mustard, indian mustard ataupun  sarepta mustard. Orang Jawa, Madura menyebutnya dengan sawi, sedang  orang Sunda menyebut sasawi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B. MANFAAT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di  tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan  pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan  memperlancar pencernaan.&lt;br /&gt;Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JENIS SAWI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A. KLASIFIKASI BOTANI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Divisi : Spermatophyta.&lt;br /&gt;Subdivisi : Angiospermae.&lt;br /&gt;Kelas : Dicotyledonae.&lt;br /&gt;Ordo : Rhoeadales (Brassicales).&lt;br /&gt;Famili : Cruciferae (Brassicaceae).&lt;br /&gt;Genus : Brassica.&lt;br /&gt;Spesies : Brassica Juncea.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B. JENIS-JENIS SAWI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus,  tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam  sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi  hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim  alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi  sawi monumen.&lt;br /&gt;Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan  jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini.  Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya  lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar,  dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga  untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SYARAT TUMBUH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena  Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya  sehingga dikembangkan di Indonesia ini.&lt;br /&gt;Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun  berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun  dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh  lebih baik di dataran tinggi.&lt;br /&gt;Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai  dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan  pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.&lt;br /&gt;Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang  tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman  secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan  hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana  lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang  menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir  musim penghujan.&lt;br /&gt;Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak  mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman  (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai  pH 7.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BUDIDAYA TANAMAN SAWI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya  sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses  pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk  dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.&lt;br /&gt;Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari. Tanaman yang  dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung  darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada  juga melalui pembibitan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A. BENIH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani.  Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus.  Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.&lt;br /&gt;Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap  dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita  gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita  perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat  menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus  utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.&lt;br /&gt;Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus  memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil  sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang  akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga  memperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan,  tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari  3 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B. PENGOLAHAN TANAH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan  bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki  struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk  memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan  yang akan kita gunakan.&lt;br /&gt;Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan,  rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah  ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara  langsung.&lt;br /&gt;Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm.  Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai  contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang  diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah  yang akan kita gunakan.&lt;br /&gt;Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan  pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam  tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu  kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam  melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak  ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau  dolomit (CaMg(CO3)2).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C. PEMBIBITAN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk  penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi  terhadap lingkungannya. Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80  – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200  mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.&lt;br /&gt;Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan  pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram  Kcl.&lt;br /&gt;Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu  ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian  diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak  disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;D. PENANAMAN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran  petak tanah. Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm,  seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu  pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam  dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.&lt;br /&gt;Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;E. PEMELIHARAAN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat  berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu  diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim,  bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan  pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita  harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila  tidak terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau  pagi hari.&lt;br /&gt;Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu  setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu  rapat.&lt;br /&gt;Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah  tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat  mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti  dengan tanaman yang baru.&lt;br /&gt;Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi,  disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman.  Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila  perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan  penyiangan.&lt;br /&gt;Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea  50 kg/ha. Dapat juga dengan satu sendok the sekitar 25 gram dilarutkan  dalam 25 liter air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PENANAMAN VERTIKULTUR&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah – angkah penanaman secara vertikultur adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Benih disemaikan pada kotak persemaian denagn media pasir. Bibit  dirawat hingga siap ditanaman pada umur 14 hari sejak benih disemaikan.&lt;br /&gt;2. Sediakan media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang, pasir dan  kompos dengan perbandingan 2:1:1:1 yang dicampur secara merata.&lt;br /&gt;3. Masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam polibag yang berukuran 20 x 30 cm.&lt;br /&gt;4. Pindahkan bibit tanaman yang sudah siap tanam ke dalam polibag yang  tersedia. Tanaman yang dipindahkan biasanya telah berdaun 3 – 5 helai.&lt;br /&gt;5. Polibag yang sudah ditanami disusun pada rak-rak yang tersedia pada Lath House.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PENANAMAN HIDROPONIK.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah-langkah penanaman secara hidroponik adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Siapkan wadah persemaian . Masukkan media berupa pasir halus yang  disterilkan setebal 3 – 4 cm. Taburkan benih sawi di atasnya selanjutnya  tutupi kembali dengan lapisan pasir setebal 0,5 cm.&lt;br /&gt;2. Setelah bibit tumbuh dan berdaun 3 – 5 helai (umur 3 – 4 minggu0,  bibit dicabut dengan hati-hati, selanjutnya bagian akarnya dicuci dengan  air hingga bersih, akar yang terlalu panjang dapat digunting.&lt;br /&gt;3. Bak penanaman diisi bagian bawahnya dengan kerikil steril setebal 7 –  10 cm, selanjutnya di sebelah atas ditambahkan lapisan pasir kasar yang  juga sudah steril setebal 20 cm.&lt;br /&gt;4. Buat lubang penanaman dengan jarak sekitar 25 x 25 cm, masukkan bibit  ke lubang tersebut, tutupi bagian akar bibit dengan media hingga  melewati leher akar, usahakan posisi bibit tegak lurus dengan media.&lt;br /&gt;5. Berikan larutan hidroponik lewat penyiraman, dapat pula pemberian  dilakukan dengan sistem drip irigation atau sistem lainnya, tanaman baru  selanjutnya dipelihara hingga tumbuh besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A. HAMA.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.).&lt;br /&gt;2. Ulat tritip (Plutella maculipennis).&lt;br /&gt;3. Siput (Agriolimas sp.).&lt;br /&gt;4. Ulat Thepa javanica.&lt;br /&gt;5. Cacing bulu (cut worm).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B. PENYAKIT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Penyakit akar pekuk.&lt;br /&gt;2. Bercak daun alternaria.&lt;br /&gt;3. Busuk basah (soft root).&lt;br /&gt;4. Penyakit embun tepung (downy mildew).&lt;br /&gt;5. Penyakit rebah semai (dumping off).&lt;br /&gt;6. Busuk daun.&lt;br /&gt;7. busuk Rhizoctonia (bottom root).&lt;br /&gt;8. Bercak daun.&lt;br /&gt;9. Virus mosaik.&lt;br /&gt;PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara  panennya. Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling pendek umur 40  hari. Terlebih dahulu melihat fisik tanaman seperti warna, bentuk dan  ukuran daun. Cara panen ada 2 macam yaitu mencabut seluruh tanaman  beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang berada di  atas tanah dengan pisau tajam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pasca panen sawi yang perlu diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;1. Pencucian dan pembuangan kotoran.&lt;br /&gt;2. Sortasi.&lt;br /&gt;3. Pengemasan.&lt;br /&gt;4. Penympanan.&lt;br /&gt;5. Pengolahan.&lt;br /&gt;Article:&lt;br /&gt;Budidaya Caisim&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://zuldesains.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2709016004921951082?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2709016004921951082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2709016004921951082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/budidaya-tanaman-sawi.html' title='Budidaya tanaman sawi'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-8961808733318098959</id><published>2011-08-25T19:46:00.000-07:00</published><updated>2011-08-25T19:46:00.525-07:00</updated><title type='text'>Budidaya sayur bayam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://cerianet-agricultur.blogspot.com/2008/12/budidaya-bayam.html"&gt;&lt;span class="fn"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt;  &lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5lrjAf4LGLQ/SUff2uXUWQI/AAAAAAAAAJ0/JejL5W3ZJTY/s1600-h/spinach.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 177px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5lrjAf4LGLQ/SUff2uXUWQI/AAAAAAAAAJ0/JejL5W3ZJTY/s200/spinach.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280435219366959362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;I. UMUM&lt;br /&gt;1.1. Sejarah Singkat&lt;br /&gt;Bayam  merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus  spp. Kata "amaranth" dalam bahasa Yunani berarti "everlasting" (abadi).  Tanaman bayam berasal dari daerah Amerika tropik. Tanaman bayam semula  dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan selanjutnya. Tanaman  bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk  negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada  abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke  wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Sentra Penanaman&lt;br /&gt;Pusat penanaman bayam  di Indonesia adalah Jawa Barat (4.273 hektar), Jawa Tengah (3.479  hektar), dan Jawa Timur (3.022 hektar). Propinsi lainnya berada pada  kisaran luas panen antara 13.0 - 2.376 hektar. Di Indonesia total luas  panen bayam mencapai 31.981 hektar atau menempati urutan ke-11 dari 18  jenis sayuran komersial yang dibudidayakan dan dihasilkan oleh  Indonesia. Produk bayam nasional sebesar 72.369 ton atau rata-rata 22,63  kuintal per hektar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1.3. Jenis Tanaman&lt;br /&gt;Keluarga  Amaranthaceae memiliki sekitar 60 genera, terbagi dalam sekitar 800  spesies bayam (Grubben, 1976). Dalam kenyataan di lapangan, penggolongan  jenis bayam dibedakan atas 2 macam, yaitu bayam liar dan bayam  budidaya. Bayam liar dikenal 2 jenis, yaitu bayam tanah (A. blitum L.)  dan bayam berduri (A. spinosus L.). Ciri utama bayam liar adalah  batangnya berwarna merah dan daunnya kaku (kasap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bayam budidaya dibedakan 2 macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Bayam cabut atau bayam sekul alias bayam putih (A. tricolor L.).  Ciri - ciri bayam cabut adalah memiliki batang berwarna kemerah-merahan  atau hijau keputih - putihan, dan memilki bunga yang keluar dari ketiak  cabang. Bayam cabut yang batangnya merah disebut bayam merah, sedangkan  yang batangnya putih disebut bayam putih.&lt;br /&gt; 2. Bayam tahun, bayam  skop atau bayam kakap (A. hybridus L.). Ciri - ciri bayam ini adalah  memiliki daun lebar - lebar, yang dibedakan atas 2 spesies yaitu:&lt;br /&gt;        1. A. hybridus caudatus L., memiliki daun agak panjang dengan ujung  runcing, berwarna hijau kemerah - merahan atau merah tua, dan bunganya  tersusun dalam rangkaian panjang terkumpul pada ujung batang.&lt;br /&gt;        2. A. hibridus paniculatus L., mempunyai dasar daun yang lebar sekali,  berwarna hijau, rangkaian bunga panjang tersusun secara teratur dan  besar - besar pada ketiak daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varietas bayam unggul ada 7 macam  yaitu; varietas Giri Hijau, Giti Merah, Maksi, Raja, Betawi, Skop, dan  Hijau. Sedangkan beberapa varietas bayam cabut unggul adalah Cempaka 10  dan Cempaka 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4. Manfaat Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayam merupakan bahan  sayuran daun yang bergizi tinggi dan digemari oleh semua lapisan  masyarakat. Daun bayam dapat dibuat berbagai sayur mayur, bahkan  disajikan sebagai hidangan mewah (elit). Di beberapa negara berkembang  bayam dipromosikan sebagai sumber protein nabati, karena berfungsi ganda  bagi pemenuhan kebutuhan gizi maupun pelayanan kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat  lainnya adalah sebagai bahan obat tradisional, dan juga untuk  kecantikan. Akar bayam merah dapat digunakan sebagai obat penyembuh  sakit disentr. Daun dan bunga bayam duri berkhasiat untuk mengobati  penyakit asma dan eksim. Bahkan sampai batas tertentu, bayam dapat  mengatasi berbagai jenis penyakit dalam. Untuk tujuan pengobatan luar,  bayam dapat dijadikan bahan kosmetik (kecantikan). Biji bayam digunakan  untuk bahan makanan dan obat - obatan. Biji bayam dapat dimanfaatkan  sebagai pencampur penyeling terigu dalam pembuatan roti atau dibuat  bubur biji bayam. Ekstrak biji bayam berkhasiat sebagai obat keputihan  dan pendarahan yang berlebihan pada wanita yang sedang haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Iklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak tanaman bayam  khususnya untuk bayam yang sudah tinggi. Kencangnya angin dapat  merobohkan tanaman.&lt;br /&gt; 2. Karena tanaman bayam cocok ditanam di  dataran tinggi maka curah hujannya juga termasuk tinggi sebagai syarat  pertumbuhannya. Curah hujannya bisa mencapai lebih dari 1.500 mm /  tahun.&lt;br /&gt; 3. Tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Kebutuhan  akan sinar matahari untuk tanaman bayam cukup besar. Pada tempat yang  terlindungi (ternaungi), pertumbuhan bayam menjadi kurus dan meninggi  akibat kurang mendapat sinar matahari penuh.&lt;br /&gt; 4. Suhu udara yang sesuai untuk tanaman bayam berkisar antara 16 - 20 derajat C.&lt;br /&gt; 5. Kelembaban udara yang cocok untuk tanaman bayam antara 40 - 60%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. Media Tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Tanaman bayam menghendaki tanah yang gembur dan subur. Jenis tanah  yang sesuai untuk tanaman bayam adalah yang penting kandungan haranya  terpenuhi.&lt;br /&gt; 2. Tanaman bayam termasuk peka terhadap pH tanah. Bila  pH tanah di atas 7 (alkalis), pertumbuhan daun-daun muda (pucuk) akan  memucat putih kekuning - kuningan (klorosis). Sebaliknya pada pH di  bawah 6 (asam), pertumbuhan bayam akan merana akibat kekurangan beberapa  unsur. Sehingga pH tanah yang cocok adalah antara 6 - 7.&lt;br /&gt; 3.  Tanaman bayam sangat reaktif dengan ketersediaan air di dalam tanah.  Bayam termasuk tanaman yang membutuhkan air yang cukup untuk  pertumbuhannnya. Bayam yang kekurangan air akan terlihat layu dan  terganggu pertumbuhannya. Penanaman bayam dianjurkan pada awal musim  hujan atau akhir musim kemarau.&lt;br /&gt; 4. Kelerengan lahan untuk budidaya tanaman bayam adalah sekitar 15 - 45 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. Ketinggian Tempat&lt;br /&gt;Dataran tinggi merupakan tempat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman bayam. Ketinggian tempat yang baik yaitu ±2000 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Pembibitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1. Persyaratan Benih&lt;br /&gt;Benih / biji yang baik untuk bertanam bayam adalah dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) berasal dari induk yang sehat,&lt;br /&gt;b) bebas dari hama / penyakit,&lt;br /&gt;c) daya kecambah 80 prosen, dan&lt;br /&gt;d) memiliki kemurnian benih yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping  persyaratan seperti yang disebutkan diatas, benih / bibit yang  digunakan kalau bisa merupakan benih unggul agar nantinya tahan terhadap  hama dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.2. Penyiapan Benih&lt;br /&gt;Benih Bayam sayur  yang ditanam petani kebanyakan swadaya dari tanaman terdahulu yang  sengaja dibiarkan tumbuh terus untuk produksi biji. Keperluan benih  untuk lahan 1 hektar berkisar antara 5 - 10 kg, atau 0,5 - 1,0 gram per  m2 luas lahan. Biji dipanen pada waktu musim kemarau dan hanya dipilih  tandan yang sudah tua (masak). Tandan harus dijemur beberapa hari,  kemudian biji dirontokkan dari tandan dan dipisahkan dari sisa - sisa  tanaman. Untuk memproduksi bibit bagi satu hektar kebun yang berisi  25000 - 40000 tanaman, kemungkinan dibutuhkan sekitar 1 - 2 kg benih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.3. Teknik Penyemaian Benih&lt;br /&gt;Lahan  untuk pembibitan dipilih yang lebih tinggi dari sekitarnya dan bebas  dari hama dan penyakit tanaman maupun gulma. Pembibitan diberi atap  plastik atau atap jerami padi. Benih bayam disebar merata atau berbaris -  baris pada tanah persemaian dan ditutup dengan selapis tanah tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.4. Pemeliharaan Pembibitan / Penyemaian&lt;br /&gt;Dalam  pemeliharaan benih / bibit perlu dilakukan penyiraman dengan teratur  dan hati-hati. Tanah yang digunakan juga perlu dipupuk agar kesuburannya  tetap terjaga. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk kandang. Setelah  bibit tumbuh dan ada benih yang terserang hama / penyakit maka perlu  disemprot dengan pestisida dengan dosis rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.5. Pemindahan Bibit&lt;br /&gt;Setelah  bibit tumbuh berumur sekitar 7 - 14 hari, bibit dipindah-tanam ke dalam  pot-pot yang terbuat daun pisang atau kantong plastik es mambo yang  sebelumnya telah diisi dengan medium tumbuh campuran tanah dan pupuk  organik yang halus (1:1). Bibit dalam pot disiram teratur dan setelah  berumur sekitar 7 - 14 hari setelah dipotkan, bibit tersebut telah siap  untuk dipindah-tanam ke lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.1. Persiapan&lt;br /&gt;Sebelum  pengolahan lahan dilakukan perlu diketahui terlebih dahulu pH tanah  yang sesuai yaitu antara 6 - 7 sehingga perlu dilakukan pengukuran  dengan menggunakan pH-meter. Selanjutnya menganalisis tanah yang cocok  untuk tanaman bayam, apakah perlu dilakukan pemupukan atau tidak. Kapan  tanaman akan ditanam dan sebaiknya pada awal musim hujan atau akhir  musim kemarau. Berapa luas lahan yang akan ditanami dan akan melakukan  sistem polikultur atau monokultur. Dan berapa banyak kebutuhan benih  untuk dapat memenuhi produk bayam yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2. Pembukaan Lahan&lt;br /&gt;Lahan  yang akan ditanami dicangkul / dibajak sedalam 30 - 40 cm, bongkah  tanah dipecah gulma dan seluruh sisa tanaman diangkat dan disingkirkan  lalu diratakan. Lahan kemudian dibiarkan selama beberapa waktu agar  tanah matang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.3. Pembentukan Bedengan&lt;br /&gt;Setelah tahap  pencangkulan kemudian dibuat bedengan dengan lebar sekitar 120 cm atau  160 cm, tergantung jumlah populasi tanaman yang akan ditanam nanti.  Dibuat parit antar bedengan selebar 20 - 30 cm, kedalaman 30 cm untuk  drainase. Pada bedengan dibuat lubang - lubang tanam, jarak antar  barisan 60-80 cm, jarak antar lubang (dalam barisan) 40-50 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.4. Pengapuran&lt;br /&gt;Apabila  pH tanah terlalu rendah maka diperlukan pengapuran untuk menaikkannya.  Pengapuran dapat menggunakan kapur pertanian atau Calcit maupun Dolomit.  Pada tipe tanah pasir sampai pasir berlempung yang pH-nya 5,5  diperlukan ± 988 kg kapur pertanian / ha untuk menaikkan pH menjadi 6,5.  Kisaran kebutuhan kapur pertanian pada tanah lempung berpasir hingga  liat berlempung ialah antara 1.730 - 4.493 kg / hektar. Sebaliknya,  untuk menurunkan pH tanah, dapat digunakan tepung Belerang (S) atau  Gipsum, biasa sekitar 6 ton / hektar. Cara pemberiannya, bahan - bahan  tersebut disebar merata dan dicampur dengan tanah minimal sebulan  sebelum tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.5. Pemupukan&lt;br /&gt;Pemupukan awal menggunakan  pupuk kandang yang telah masak. Waktu pemupukan dilakukan satu minggu  atau dua minggu sebelum tanam. Cara pemupukan adalah dengan disebarkan  merata diatas bedengan kemudian diaduk dengan tanah lapisan atas. Untuk  pemupukan yang diberikan per lubanng tanam, cara pemberiannya dilakukan  dengan memasukkan pupuk ke dalam lubang tanam. Dosis pemberian pupuk  dasar disesuaikan dengan jenis tanaman dan keadaan lahan. Akan tetapi  dosis untuk pupuk kandang sekitar 10 ton per hektar. Pemupukan per  lubang tanam biasanya diperlukan sekitar 1 - 2 kg per lubang tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.6. Pemberian Mulsa&lt;br /&gt;Untuk  memperoleh hasil produksi yang berkualitas baik maka di dalam penanaman  perlu dipasang palstik perak-hitam sebagai mulsa. Dengan penggunaan  plastik ini dapat mengurangi serangan hama dan penyakit termasuk  gangguan gulma dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1. Penentuan Pola Tanam&lt;br /&gt;Jarak  tanam untuk tanaman bayam adalah antara 60 cm x 50 cm atau 80 cm x 40  cm. Jarak tanam tersebut dapat divariasikan sesuai dengan tingkat  kesuburan tanah dan jenis bayam sehingga populasi tanaman per hektar  berkisar antara 30.000 - 60.000 tanaman. Pola tanam untuk bayam cabut  adalah monokultur. Dalam satu hamparan lahan biasanya ditanam berbagai  jenis tanaman dengan pola mosaik (perca), yaitu berbagai tanaman ditanam  monokultur pada petak - petak tersendiri. Tanaman lainnya tadi antara  lain seperti kakngkung (darat), selada, lobak, paria, kemangi dan  sayuran lalapan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam&lt;br /&gt;Lubang  tanam dapat dibuat dengan menggunakan alat kayu dengan cara di  pukul-pukul sehingga membentuk lubang. Jarak antara barisan adalah 60 -  80 cm dan jarak antar lubang (antar barisan) 40 - 50 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.3. Cara Penanaman&lt;br /&gt;Penanaman  dapat langsung di lapangan tanpa penyemaian atau dengan penyemaian  terlebih dahulu. Apabila tanpa penyemaian maka biji bayam dicampur abu  disebarkan langsung di atas bedengan menurut barisan pada jarak antar  barisan 20 cm dan arahnya membujur dari Barat ke Timur. Setelah  disebarkan benih segera ditutup dengan tanah halus dan disiram hingga  cukup basah. Waktu penanaman paling baik adalah pada awal musim hujan.  Dengan penyemaian maka tanaman dapat tumbuh dengan lebih baik karena  benih diperoleh dengan cara seleksi untuk ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.1. Penjarangan dan Penyulaman&lt;br /&gt;Apabila  sewaktu menyebar benih secara langsung di lapangan tidak merata maka  akan terjadi pertumbuhan yang mengelompok (rapat) sehingga  pertumbuhannya terhambat karena saling bersaing satu sama lain. Oleh  karena itu perlu dilakukan penjarangan sekaligus sebagai panen pertama.  Apabila tanaman bayam dihasilkan dari benih yang disemai maka setelah  penanaman di lapangan ada yang mati / terserang penyakit, maka perlu  dilakukan penyulaman dengan mengganti tanaman dengan yang baru. Caranya  dengan mencabut dan apabila terserang penyakit segera dimusnahkan agar  tidak menular ke tanaman lainnya. Penyulaman dapat dilakukan seminggu  setelah tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.2. Penyiangan&lt;br /&gt;Penyiangan dilakukan apabila  muncul gulma tanaman Gelang (Portulaca oleracea) dan rumput liar  lainnya. Kehadiran gulma gelang dapat menurunkan produksi bayam antara  30 - 65%. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah. Alat  yang digunakan dalam penyiangan dapat berupa cangkul kecil atau sabit.  Caranya dengan dicangkul untuk mencabut gulma atau langsung dicabut  dengan tangan. Disamping itu pencangkulan dilakukan untuk menggemburkan  tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.3. Pembubunan&lt;br /&gt;Proses pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.4. Perempalan&lt;br /&gt;Apabila  perawakan tanaman terlalu subur, mungkin perlu dilakukan perempalan  tunas - tunas liar dan pemasangan ajir / turus untuk memperkuat tegaknya  tanaman agar tidak rebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.5. Pemupukan&lt;br /&gt;Pemupukan  dilakukan dengan menggunakan pupuk organik, untuk tiap lubang calon  tanaman sekitar 0,4 - 0,8 kg. Dengan demikian kuantum pupuk organik akan  berkisar 15 - 30 ton. Untuk pertanaman di dataran rendah bekas sawah,  pupuk organik tidak diberikan, tinggi bedengan perlu ditambah dan  dalamnya parit antar bedengan perlu diperdalam. Pupuk organik yang  diberikan adalah pupuk N (Urea sekitar 250 kg / ha atau ZA 500 kg / ha)  cara dilarutkan dalam air ± 25 gram / 10 liter air, TSP 300 kg / ha dan  KCl 200 kg/ha. N diberikan dua kali, setengah takaran pada waktu tanam  dan yang setengahnya lagi pada umur 30 hari setelah tanam. Apabila  ternyata nanti pertumbuhan tanaman kurang subur, dapat dipertimbangkan  untuk memberi pupuk N susulan dengan takaran sekitar 125 kg / ha,  interval sekitar 30 hari dan dihentikan 30 hari sebelum panen. Pupuk P  diberikan sekali pada waktu tanam, sedangkan pupuk K diberikan dua kali,  setengah takaran pada waktu tanam dan setengah lagi pada umur 30 hari  setelah tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.6. Pengairan dan Penyiraman&lt;br /&gt;Pada fase awal  pertumbuhan, sebaiknya penyiraman dilakukan rutin dan intensif 1 - 2  kali sehari, terutama di musim kemarau. Waktu yang paling baik untuk  menyiram tanaman bayam adalah pagi atau sore hari, dengan menggunakan  alat bantu gembor (emrat) agar air siramannya merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.7. Waktu Penyemprotan Pestisida&lt;br /&gt;Jenis  pestisida yang digunakan untuk tanaman bayam adalah Dithane M - 45  dengan dosis 1,5 - 2 gram / liter air, Ambush 2 EC atau Lannate 2 EC  dengan konsentrasi 2 gram per liter air. Penyemprotan dilakukan dengan  menggunakan alat penyemprot berupa tangki sprayer. Cara penyemprotan  yaitu jangan dilakukan ketika angin bertiup kencang dan jangan menentang  arah datangnya angin. Jangan melakukan penyemprotan pada saat akan  hujan dan sebaiknya dicampurkan bahan perekat. Waktu penyemprotan  dilakukan pada pagi hari benar atau sore hari ketika udara masih tenang.  Hal tersebut untuk menghindari matinya lebah atau serangga lainnya yang  menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5.1. Hama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Serangga ulat daun (Spodoptera Plusia Hymenia)&lt;br /&gt;Gejala: daun berlubang - lubang. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 2. Serangga kutu daun (Myzus persicae Thrips sp.)&lt;br /&gt;Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 3. Serangga tungau (Polyphagotarsonemus latus)&lt;br /&gt;Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 4. Serangga lalat (Liriomyza sp.)&lt;br /&gt;Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5.2. Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Rebah kecambah&lt;br /&gt;Penyebab: cendawan Phytium sp. Gejala: menginfeksi batang daun maupun batang daun. Pengendalian: Fungisida&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 2. Busuk basah&lt;br /&gt;Penyebab:  cendawan Rhizoctonia sp. Gejala: adanya bercak - bercak putih.  Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit rebah kecambah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 3. Karat putih&lt;br /&gt;Penyebab:  cendawan Choanephora sp. Gejala: menginfeksi batang daun dan daunnya.  Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit rebah kecambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5.3. Gulma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis  gulma: rumput - rumputan, alang-alang. Ciri - ciri: tumbuh mengganggu  tanaman budidaya. Gejala: lahan banyak ditumbuhi pemila liar.  Pencegahan: herbisida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6. Panen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6.1. Ciri dan Umur Panen&lt;br /&gt;Ciri-ciri  bayam cabut siap panen adalah umur tanaman antara 25 - 35 hari setelah  tanam. Tinggi tanaman antara 15 - 20 cm dan belum berbunga. Waktu panen  yang paling baik adalah pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak  terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6.2. Cara Panen&lt;br /&gt;Cara panennya adalah dengan  mencabut seluruh bagian tanaman dengan memilih tanaman yang sudah  optimal. Tanaman yang masih kecil diberi kesempatan untuk tumbuh  membesar, sehingga panen bayam identik dengan penjarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6.3. Periode Panen&lt;br /&gt;Panen  pertama dilakukan mulai umur 25 - 30 hari setelah tanam, kemudian panen  berikutnya adalah 3-5 hari sekali. Tanaman yang sudah berumur 35 hari  harus dipanen seluruhnya, karena bila melampaui umur tersebut  kualitasnya menurun atau rendah; daun - daunnya menjadi kasar dan  tanaman telah berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6.4. Prakiraan Produksi&lt;br /&gt;Produksi bayam per hektar dapat mencapai sekitar 22.630 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7. Pascapanen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7.1. Pengumpulan&lt;br /&gt;Pengumpulan  dilakukan setelah panen dengan cara meletakkan di suatu tempat yang  teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung, karena dapat membuat  daun layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7.2. Penyortiran dan Penggolongan&lt;br /&gt;Penyortiran  dilakukan dengan memisahkan bayam yang busuk dan rusak dengan bayam yang  baik dan segar. Disamping itu juga penggolongan terhadap bayam yang  daunnya besar dan yang daunnya kecil. Setelah itu diikat besar - besar  maupun langsung degan ukuran ibu jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7.3. Penyimpanan&lt;br /&gt;Penyimpanan  untuk menjaga kesegaran bayam dapat diperpanjang dari 12 jam tempat  terbuka (suhu kamar) menjadi 12 - 14 hari dengan perlakuan suhu dingin  mendekati 0 derajat C, misalnya dengan remukan es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan&lt;br /&gt;Pengemasan  (pewadahan) dalam telombong atau dedaunan yang digulungkan menyelimuti  seluruh bagian bayam, sehingga terhindar dari pengaruh langsung sinar  matahari. Pengangkutan ke pasar dengan cara dipikul maupun angkutan  lainnya, seperti mobil atau gerobak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7.5. Pencucian&lt;br /&gt;Pencucian hasil panen pada air yang mengalir dan bersih, atau air yang disemprotkan melalui selang maupun pancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7.6. Penanganan Lain&lt;br /&gt;Bayam  dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Sewaktu memasak bayam  ialah tidak boleh terlalu lama. Bayam cukup hanya direbus selama ± 5  menit. Memasak bayam terlalu lama akan menyebabkan daun-daunnya menjadi  hancur (lonyoh), rasanya tidak enak, dan kandungan vitamin C-nya menguap  (menghilang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://cerianet-agricultur.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-8961808733318098959?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8961808733318098959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8961808733318098959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/budidaya-sayur-bayam.html' title='Budidaya sayur bayam'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5lrjAf4LGLQ/SUff2uXUWQI/AAAAAAAAAJ0/JejL5W3ZJTY/s72-c/spinach.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-1459166577556280784</id><published>2011-08-24T19:42:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T19:42:00.468-07:00</updated><title type='text'>Menanam Sayur Organik di rumah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pertanian  Organik (PO) bukan sekedar teknik atau metode bertani, melainkan juga  cara pandang, sistem nilai, sikap dan keyakinan hidup. PO  memandang alam secara menyeluruh, komponennya saling tergantung dan  menghidupi, dimana manusia juga adalah bagian di dalamnya. Sistem nilai PO mendasarkan pada prinsip-prinsip hukum alam. PO  juga mengajak petani dan manusia umumnya untuk arif dan kreatif dalam  mengelola alam yang tercermin dalam sikap dan keyakinannya. PO juga  tidak menolak penggunaan teknologi modern di dalam praktek budidayanya,  sejauh teknologi modern tersebut selaras dengan prinsip PO, yaitu  keberlanjutan, penghargaan pada alam, keseimbangan ekosistem,  keanekaragaman varietas, kemandirian dan kekhasan lokal. Maka, baik  kearifan tradisional dan teknologi modern yang tunduk pada prinsip alam,  keduanya mendapat tempat dalam PO.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saya  juga tertarik ingin pada PO, tapi untuk bertanam tidak punya lahan.  Alangkah senangnya kalau bisa punya beberapa jenis sayur saja di rumah.   Lagipula menurut saya asyik, kalau di halaman kita ada tumbuhan buncis,  tomat. Pasti enggak kalah menarik dari menanam bunga dan anturium.  Kebayang senangnya kalau memetik sayur dari kebun sendiri. Lahan  terbatas di perumahan BTN pun bisa kok. Kita toh bukan mau buka kebun  besar-besaran, he he he. Cukup untuk konsumsi sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Waktu  rumah BTN saya di Bekasi belum ditempati, Om saya malah sempat menanami  halaman depan rumah yang luasnya cuma dua kali tujuh meter dengan  singkong dan jagung. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pertengahan  2008 takdir membawa saya bertemu dengan dua wanita tangguh yang telah  berkecimpung di pendidikan lingkungan hidup dan fasilitator pertanian  organik. Namanya Novita dan Isni. Mereka sarjana pertanian pula :)  Tulisan saya yang belum sempurna di sini hasil bincang-bincang dengan  cewek-cewek petualang nan ramah ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Anda juga tertarik menanam sayur organik di pekarangan rumah? Menurut Novi &amp;amp; &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;Isni  Wahyuningsih, ada beberapa jenis sayuran yang bisa Anda coba tanam  sendiri di rumah. Artinya tidak rewel dan tidak perlu udara dingin.  Namun agar sayur organik Anda lebih terasa manis, sehat dan subur, satu  hal perlu Anda luangkan. Yaitu waktu dan perhatian Anda. Rawatlah dengan  penuh cinta, sayang dan kesabaran. Organik itu tidak instan, organik  itu memahami pihak lain, organik itu penuh kasih. Tanaman yang dirawat  dengan kasih sayang akan berbeda hasilnya dengan tanaman yang dibiarkan  tumbuh begitu saja. Coba, yuk! Pertama, buat bedengan sebagai ‘rumah’  tanaman kita. Ukuran misalnya satu meter kali sepuluh meter, tinggi 20  sentimeter. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;Campur/aduk tanah  dengan pupuk kandang dan kompos sampai rata. Beri sekam, (Pupuk &amp;amp;  tanah kompos organik bisa dibeli di pedagang tanaman kaki lima/toko  pertanian). Kalau kurang unsur N beri air seni (Misal air kencing  kelinci). Katanya, dengan pupuk dari kotoran kambing, rasa tanaman akan  lebih manis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jenis tanaman yang bisa Anda coba antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Buncis: Buat lubang-lubang untuk menaruh biji buncis. Jarak tanam 20 cm. Siapkan ajir (Bambu) 1,5 meter untuk rambatannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: #333333;FONT-FAMILY: 'Trebuchet MS';" lang="EN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="COLOR: #333333;"&gt;Perbanyakan  kacang buncis adalah dengan benih yang langsung di tanam dalam  lubang-lubang bedengan. Sebelumnya, tanah digemburkan dulu sambil  dicampur dengan pupuk kandang atau kompos (Bisa dibeli di penjual  tanaman kaki lima  terdekat) . Minggu ke empat setelah ditanam, buncis mulai berbunga.  Seterusnya tiap meninggi, harap rajin diikat dengan tali rafia. Untuk  membuat benih yang berkualitas baik, buncis diseleksi dan kemudian  dibiarkan sampai matang di pohon.&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="COLOR: #333333;"&gt;Pemeliharaan lain adalah menjaga tanah tetap subur dan agar buncis tidak dimakan ulat. Jangan disemprot ya, ambil hama dengan tangan (Berani enggak, hayo).&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bayam: Ini coba saja dengan menanam bayam yang Anda beli di pasar. Atau bisa beli bibitnya di toko pertanian. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;Benih tebar langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tomat  (Kini sudah ada varietas unggul khusus dataran rendah dan tahan  penyakit, cari di toko pertanian terdekat). Jangan lupa beri  ajir/lanjaran tempat merambat. Tunas samping rajin dibuang. Bunga yang  telah mekar diketuk perlahan menjelang sing hari untuk membantu  penyerbukan (Jika jarang serangga/kupu). Kekurangan air dan unsur Ca bis  amenyebabkan buah busuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN;" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Cabe.  Ini juga mudah, tinggal sebar saja namun sebaiknya diberi jarak juga.  Suhu terlalu tinggi/curah hujan tinggi bunga &amp;amp; buah rontok. Perlu  tanah subur dan drainase yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kacang  Panjang. Perlu cahaya matahari penuh, tanah subur. Tiga minggu setelah  tanam, pasang ajir antara 2 tanaman. Empaty lanjaran diikat jadi satu  dengan tali. Selama pertumbuhan lakukan pemotongan pucuk tanaman untuk  merangsang tunas baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://dapur99.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-1459166577556280784?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1459166577556280784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1459166577556280784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/menanam-sayur-organik-di-rumah.html' title='Menanam Sayur Organik di rumah'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-8517950027065250958</id><published>2011-08-23T19:41:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T19:41:00.092-07:00</updated><title type='text'>BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK</title><content type='html'>                 &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="22" width="669"&gt;                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                     &lt;td width="161"&gt;&lt;img src="http://www.sentrakukm.com/skim/WUB/Sayuran%20Organik/prospek_clip_image002.jpg" height="135" width="156" /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;td width="508"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="style16"&gt;Sayuran  organik mulai ramai dibicarakan sekitar 5  tahun yang lalu, pertanian  organik semakin berkembang dengan meningkatnya  permintaan masyarakat  akan produk ini. Konsumen kelas menengah ke atas merupakan  target pasar  dari usaha ini, alasan  mereka  memilihi sayuran organik adalah produk  aman bagi kesehatan. Produk ini lebih  sering ditemui di supermarket  atau  pada agen khusus produk pertanian  organik,. Harganya sedikit  lebih mahal dibandingkan sayuran pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                                         &lt;div align="justify"&gt;                       &lt;p class="style16"&gt;Slogan atau kiasan &lt;em&gt;back to nature&lt;/em&gt;,   merupakan satu alasan meningkatnya permintaan pada sayuran organik.  Tingginya  permintaan ini tidak hanya pada petani sayuran organik,  produsen pupuk dan  pestisida organik, penjual bibit hingga pedagang  eceran sayuran organik akan  mengalami hal serupa. Apalagi permintaan  sayuran organik pun banyak datang dari  luar negeri seperti Singapura,    Malaysia, Eropa  dan Amerika. Tentu hal ini membuka peluang bagi petani  sayuran organik untuk  melakukan ekspor ke negara-negara tersebut.  Tetapi masalahnya, kata Soedjais  untuk memenuhi permintaan di dalam  negeri saja petani sayuran organik sudah  kewalahan sehingga untuk  sementara orientasi pasar ekspor dilupakan.&lt;br /&gt;                        Target pasar yang memungkinkan saat ini adalah   supermarket. Namun karena permintaan supermarket biasanya sangat besar   sedangkan rata-rata produksi petani organik masih terbatas, maka banyak  petani  ber-&lt;em&gt;partner&lt;/em&gt; dengan &lt;em&gt;supplier&lt;/em&gt; sayuran organik  yang lebih besar.  Melalui supplier ini, sayuran organik yang segar itu  dipasok ke supermarket  atau memenuhi permintaan ekspor.&lt;/p&gt;                       &lt;p class="style16" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.sentrakukm.com/skim/WUB/Sayuran%20Organik/prospek_clip_image002_0000.jpg" height="144" width="265" /&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p class="style16" align="justify"&gt;                         Selain pasokan yang belum sepenuhnya bisa  dipenuhi, harga  sayuran organic bisa 3 kali lipat harga sayuran anorganik, teknik   pemeliharaannya pun mudah, murah, dapat ditanam dimana saja dan siklus   perputaran produksinya cepat. Pada dasarnya berbudidaya  sayuran organik  bisa dilakukan dimana saja asalkan tanahnya subur. Sayuran  seperti  bayam, sawi, katuk, pak choy, caisim, selada, kangkung dan kemangi   adalah sayuran paling menguntungkan jika dibudidaya. Menariknya lagi,  budidaya  sayuran pun bisa dilakukan dilahan sempit seperti pekarangan  yang berukuran  tidak begitu luas. Ibu-ibu rumah tangga dapat  memanfaatkan pekarangan rumah.  Sayuran musiman yang bisa cepat panen  seperti bayam, kangkung, selada, pakcoy,  caisim bisa jadi pilihan.  Bahkan penanaman sayuran organik bisa ditanam dalam &lt;em&gt;polybag&lt;/em&gt;,   kaleng bekas, baskom atau ember yang disusun berjejer di rak bertingkat  yang  terbuat dari kayu. Dengan media tanam campuran tanah dan kompos  1:1 serta  penyiraman 2 kali sehari, sayuran tersebut bisa dipanen dalam  waktu 3 minggu.  Untuk mendapatkan bibit sauyuran organik ini bisa  diperoleh di petani sayuran  organik, toko pertanian, atau menyemainya  sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p class="style16" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="style16" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="style16" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="style16" align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.sentrakukm.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-8517950027065250958?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8517950027065250958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8517950027065250958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/budidaya-sayuran-organik.html' title='BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-3406664291170917412</id><published>2011-08-22T19:39:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T19:39:00.323-07:00</updated><title type='text'>SISTEM PERTANIAN ORGANIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak tahun 1990, isu pertanian  organik mulai berhembus keras di dunia. Sejak saat itu mulai  bermunculan berbagai organisasi dan perusahaan yang memproduksi produk  organik. Di Indonesia dideklarasikan Masyarakat Pertanian Organik  Indonesia (MAPORINA) pada tgl 1 Februari 2000 di Malang. Di Indonesia  telah beredar produk pertanian organik dari produksi lokal seperti beras  organik, kopi organik, teh organik dan beberapa produk lainnya.  Demikian juga ada produk sayuran bebas pestisida seperti yang diproduksi  oleh Kebun Percobaan Cangar FP Unibraw Malang. Walaupun demikian,  produk organik yang beredar di pasar Indonesia sangat terbatas baik  jumlah maupun ragamnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertanian organik  dapat didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanian yang  menghindarkan atau mengesampingkan penggunaan senyawa sintetik baik  untuk pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida. Dilarangnya penggunaan bahan  kimia sintetik dalam pertanian organik merupakan salah satu kendala yang  cukup berat bagi petani, selain mengubah budaya yang sudah berkembang  35 tahun terakhir ini pertanian organik membuat produksi menurun jika  perlakuannya kurang tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di sisi lain, petani telah terbiasa  mengandalkan pupuk anorganik (Urea, TSP, KCl dll) dan pestisida sintetik  sebagai budaya bertani sejak 35 tahun terakhir ini. Apalagi penggunaan  pestisida, fungisida pada petani sudah merupakan hal yang sangat akrab  dengan petani kita. Itulah yang digunakan untuk mengendalikan serangan  sekitar 10.000 spesies serangga yang berpotensi sebagai hama tanaman dan  sekitar 14.000 spesies jamur yang berpotensi sebagai penyebab penyakit  dari berbagai tanaman budidaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alasan petani memilih pestisida  sintetik untuk mengendaliakan OPT di lahannya a.l. karena aplikasinya  mudah, efektif dalam mengendalikan OPT, dan banyak tersedia di pasar.  Bahkan selama enam dekade ini, pestisida telah dianggap sebagai  penyelamat produksi tanaman selain kemajuan dalam bidang pemuliaan  tanaman. Pestisida yang beredar di pasaran Indonesia umumnya adalah  pestisida sintetik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sistem Pertanian Organik adalah sistem  produksi holistic dan terpadu, mengoptimalkan kesehatan dan  produktivitas agro ekosistem secara alami serta mampu menghasilkan  pangan dan serat yang cukup, berkualitas dan berkelanjutan (Deptan  2002).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebenarnya, petani kita di masa lampau sudah menerapkan  sistem pertanian organik dengan cara melakukan daur ulang limbah organik  sisa hasil panen sebagai pupuk. Namun dengan diterapkannya kebijakan  sistem pertanian kimiawa yang berkembang pesat sejak dicanangkannya  kebijakan sistem pertanian kimiawi yang berkembang yang berkembang pesat  sejak dicanangkannya Gerakan Revolusi Hijau pada tahu 1970-an, yang  lebih mengutamakan penggunaan pestisida dan pupuk kimiawi, walaupun  untuk sementara waktu dapat meningkatkan produksi pertanian, pada  kenyataannya dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan pada sifat  fisik, kimia, dan biologi tanah, yang akhirnya bermuara kepada semakin  luasnya lahan kritis dan marginal di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sistem pertanian  organik sebenarnya sudah sejak lama diterap kan di beberapa negara  seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan Amerika Serikat (Koshino,  1993). Pengembangan pertanian organik di beberapa negara tersebut  mengalami kemajuan yang pesat disebabkan oleh kenyataan bahwa hasil  pertanian terutama sayur dan buah segar yang ditanam dengan pertanian  sistem organik (organic farming system) mempunyai rasa, warna, aroma dan  tekstur yang lebih baik daripada yang menggunakan pertanian anorganik  (Park 1993 dalam Prihandarini, 1997).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama ini limbah organik  yang berupa sisa tanaman (jerami, tebon, dan sisa hasil panen lainnya)  tidak dikembalikan lagi ke lahan tetapi dianjurkan untuk dibakar (agar  praktis) sehingga terjadi pemangkasan siklus hara dalam ekosistem  pertanian. Bahan sisa hasil panen ataupun limbah organik lainnya harus  dimanfaatkan atau dikembalikan lagi ke lahan pertanian agar lahan  pertanian kita dapat lestari berproduksi sehingga sistem pertanian  berkelanjutan dapat terwujud. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;TEKNIK BUDIDAYA ORGANIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teknik  Budidaya merupakan bagian dari kegiatan agribisnis harus berorientasi  pada permintaan pasar. Paradigma agribisnis : bukan Bagaimana memasarkan  produk yang dihasilkan, tapi Bagaimana menghasilkan produk yang dapat  dipasarkan. Terkait dengan itu, teknik budidaya harus mempunyai daya  saing dan teknologi yang unggul. Usaha budidaya organik tidak bisa  dikelola asal - asalan, tetapi harus secara profesional. Ini berarti  pengelola usaha ini harus mengenal betul apa yang dikerjakannya, mampu  membaca situasi dan kondisi serta inovatif dan kreatif. Berkaitan dengan  pasar (market), tentunya usaha agribisnis harus dilakukan dengan  perencanaan yang baik dan berlanjut, agar produk yang telah dikenal  pasar dapat menguasai dan mengatur pedagang perantara bahkan konsumen  dan bukan sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teknik budidaya organik merupakan teknik  budidaya yang aman, lestari dan mensejahterakan petani dan konsumen.  Berbagai sayuran khususnya untuk dataran tinggi, yang sudah biasa  dibudidayakan dengan sistem pertanian organik, diantaranya : Kubis  (Brassica oleraceae var. capitata L.), Brokoli (Brassica oleraceae var.  italica Plenk.), Bunga kol (Brassica oleraceae var. brotritys.), Andewi  (Chicorium endive), Lettuce (Lactuca sativa), Kentang (Solanum tuberosum  L.), Wortel. (Daucus carota).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sayuran ini, mengandung vitamin  dan serat yang cukup tinggi disamping juga mengandung antioksidan yang  dipercaya dapat menghambat sel kanker. Semua jenis tanaman ini ditanam  secara terus menerus setiap minggu, namun ada juga beberapa jenis  tanaman seperti kacang merah (Vigna sp.), kacang babi (Ficia faba), Sawi  (Brassica sp) yang ditanam pada saat tertentu saja sekaligus  dimanfaatkan sebagai pupuk hijau dan pengalih hama. Ada juga tanaman  lain yang ditanam untuk tanaman reppelent (penolak) karena aromanya  misalnya Adas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.1. Sejarah Singkat Bayam (Amaranthus spp)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayam  merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus  spp. Kata "amaranth" dalam bahasa Yunani berarti "everlasting" (abadi).  Tanaman bayam berasal dari daerah Amerika tropik. Tanaman bayam semula  dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan selanjutnya. Tanaman  bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk  negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada  abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke  wilayah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.2. Sentra Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pusat penanaman bayam  di Indonesia adalah Jawa Barat (4.273 hektar), Jawa Tengah (3.479  hektar), dan Jawa Timur (3.022 hektar). Propinsi lainnya berada pada  kisaran luas panen antara 13.0 - 2.376 hektar. Di Indonesia total luas  panen bayam mencapai 31.981 hektar atau menempati urutan ke-11 dari 18  jenis sayuran komersial yang dibudidayakan dan dihasilkan oleh  Indonesia. Produk bayam nasional sebesar 72.369 ton atau rata-rata 22,63  kuintal per hektar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.3. Jenis Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keluarga Amaranthaceae  memiliki sekitar 60 genera, terbagi dalam sekitar 800 spesies bayam  (Grubben, 1976). Dalam kenyataan di lapangan, penggolongan jenis bayam  dibedakan atas 2 macam, yaitu bayam liar dan bayam budidaya. Bayam liar  dikenal 2 jenis, yaitu bayam tanah (A. blitum L.) dan bayam berduri (A.  spinosus L.). Ciri utama bayam liar adalah batangnya berwarna merah dan  daunnya kaku (kasap).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jenis bayam budidaya dibedakan 2 macam, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a.  Bayam cabut atau bayam sekul alias bayam putih (A. tricolor L.). Ciri -  ciri bayam cabut adalah memiliki batang berwarna kemerah-merahan atau  hijau keputih - putihan, dan memilki bunga yang keluar dari ketiak  cabang. Bayam cabut yang batangnya merah disebut bayam merah, sedangkan  yang batangnya putih disebut bayam putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Bayam tahun, bayam skop  atau bayam kakap (A. hybridus L.). Ciri - ciri bayam ini adalah memiliki  daun lebar - lebar, yang dibedakan atas 2 spesies yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1) hybridus  caudatus L., memiliki daun agak panjang dengan ujung runcing, berwarna  hijau kemerah - merahan atau merah tua, dan bunganya tersusun dalam  rangkaian panjang terkumpul pada ujung batang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2) hibridus  paniculatus L., mempunyai dasar daun yang lebar sekali, berwarna hijau,  rangkaian bunga panjang tersusun secara teratur dan besar - besar pada  ketiak daun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Varietas bayam unggul ada 7 macam yaitu; varietas Giri  Hijau, Giti Merah, Maksi, Raja, Betawi, Skop, dan Hijau. Sedangkan  beberapa varietas bayam cabut unggul adalah Cempaka 10 dan Cempaka 20.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.4. Manfaat Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayam  merupakan bahan sayuran daun yang bergizi tinggi dan digemari oleh  semua lapisan masyarakat. Daun bayam dapat dibuat berbagai sayur mayur,  bahkan disajikan sebagai hidangan mewah (elit). Di beberapa negara  berkembang bayam dipromosikan sebagai sumber protein nabati, karena  berfungsi ganda bagi pemenuhan kebutuhan gizi maupun pelayanan kesehatan  masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manfaat lainnya adalah sebagai bahan obat  tradisional, dan juga untuk kecantikan. Akar bayam merah dapat digunakan  sebagai obat penyembuh sakit disentr. Daun dan bunga bayam duri  berkhasiat untuk mengobati penyakit asma dan eksim. Bahkan sampai batas  tertentu, bayam dapat mengatasi berbagai jenis penyakit dalam. Untuk  tujuan pengobatan luar, bayam dapat dijadikan bahan kosmetik  (kecantikan). Biji bayam digunakan untuk bahan makanan dan obat -  obatan. Biji bayam dapat dimanfaatkan sebagai pencampur penyeling terigu  dalam pembuatan roti atau dibuat bubur biji bayam. Ekstrak biji bayam  berkhasiat sebagai obat keputihan dan pendarahan yang berlebihan pada  wanita yang sedang haid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.5. Syarat Pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1)  Keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak tanaman bayam  khususnya untuk bayam yang sudah tinggi. Kencangnya angin dapat  merobohkan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2) Karena tanaman bayam cocok ditanam di dataran  tinggi maka curah hujannya juga termasuk tinggi sebagai syarat  pertumbuhannya. Curah hujannya bisa mencapai lebih dari 1.500 mm /  tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3) Tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Kebutuhan  akan sinar matahari untuk tanaman bayam cukup besar. Pada tempat yang  terlindungi (ternaungi), pertumbuhan bayam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4) Suhu udara yang sesuai untuk tanaman bayam berkisar antara 16 - 20 derajat Celcius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5) Kelembaban udara yang cocok untuk tanaman bayam antara 40 - 60%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.6. Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a.  Tanaman bayam menghendaki tanah yang gembur dan subur. Jenis tanah yang  sesuai untuk tanaman bayam adalah yang penting kandungan haranya  terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Tanaman bayam termasuk peka terhadap pH tanah. Bila pH  tanah di atas 7 (alkalis), pertumbuhan daun-daun muda (pucuk) akan  memucat putih kekuning - kuningan (klorosis). Sebaliknya pada pH di  bawah 6 (asam), pertumbuhan bayam akan merana akibat kekurangan beberapa  unsur. Sehingga pH tanah yang cocok adalah antara 6 - 7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Tanaman  bayam sangat reaktif dengan ketersediaan air di dalam tanah. Bayam  termasuk tanaman yang membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannnya.  Bayam yang kekurangan air akan terlihat layu dan terganggu  pertumbuhannya. Penanaman bayam dianjurkan pada awal musim hujan atau  akhir musim kemarau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Kelerengan lahan untuk budidaya tanaman bayam adalah sekitar 15 - 45 derajat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.7. Ketinggian Tempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dataran tinggi merupakan tempat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman bayam. Ketinggian tempat yang baik yaitu ±2000 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.8. Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Persyaratan Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1) berasal dari induk yang sehat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2) bebas dari hama / penyakit,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3) daya kecambah 80 prosen, dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4) memiliki kemurnian benih yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disamping  persyaratan seperti yang disebutkan diatas, benih / bibit yang  digunakan kalau bisa merupakan benih unggul agar nantinya tahan terhadap  hama dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Penyiapan Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Benih Bayam sayur yang  ditanam petani kebanyakan swadaya dari tanaman terdahulu yang sengaja  dibiarkan tumbuh terus untuk produksi biji. Keperluan benih untuk lahan 1  hektar berkisar antara 5 - 10 kg, atau 0,5 - 1,0 gram per m2 luas  lahan. Biji dipanen pada waktu musim kemarau dan hanya dipilih tandan  yang sudah tua (masak). Tandan harus dijemur beberapa hari, kemudian  biji dirontokkan dari tandan dan dipisahkan dari sisa - sisa tanaman.  Untuk memproduksi bibit bagi satu hektar kebun yang berisi 25000 - 40000  tanaman, kemungkinan dibutuhkan sekitar 1 - 2 kg benih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Teknik Penyemaian Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lahan  untuk pembibitan dipilih yang lebih tinggi dari sekitarnya dan bebas  dari hama dan penyakit tanaman maupun gulma. Pembibitan diberi atap  plastik atau atap jerami padi. Benih bayam disebar merata atau berbaris -  baris pada tanah persemaian dan ditutup dengan selapis tanah tipis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Pemeliharaan Pembibitan / Penyemaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam  pemeliharaan benih / bibit perlu dilakukan penyiraman dengan teratur  dan hati-hati. Tanah yang digunakan juga perlu dipupuk agar kesuburannya  tetap terjaga. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk kandang. Setelah  bibit tumbuh dan ada benih yang terserang hama / penyakit maka perlu  disemprot dengan pestisida dengan dosis rendah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e. Pemindahan Bibit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah  bibit tumbuh berumur sekitar 7 - 14 hari, bibit dipindah-tanam ke dalam  pot-pot yang terbuat daun pisang atau kantong plastik es mambo yang  sebelumnya telah diisi dengan medium tumbuh campuran tanah dan pupuk  organik yang halus (1:1). Bibit dalam pot disiram teratur dan setelah  berumur sekitar 7 - 14 hari setelah dipotkan, bibit tersebut telah siap  untuk dipindah-tanam ke lapangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.9.  Pengolahan Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum  pengolahan lahan dilakukan perlu diketahui terlebih dahulu pH tanah  yang sesuai yaitu antara 6 - 7 sehingga perlu dilakukan pengukuran  dengan menggunakan pH-meter. Selanjutnya menganalisis tanah yang cocok  untuk tanaman bayam, apakah perlu dilakukan pemupukan atau tidak. Kapan  tanaman akan ditanam dan sebaiknya pada awal musim hujan atau akhir  musim kemarau. Berapa luas lahan yang akan ditanami dan akan melakukan  sistem polikultur atau monokultur. Dan berapa banyak kebutuhan benih  untuk dapat memenuhi produk bayam yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Pembukaan Lahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lahan  yang akan ditanami dicangkul / dibajak sedalam 30 - 40 cm, bongkah  tanah dipecah gulma dan seluruh sisa tanaman diangkat dan disingkirkan  lalu diratakan. Lahan kemudian dibiarkan selama beberapa waktu agar  tanah matang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Pembentukan Bedengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah tahap  pencangkulan kemudian dibuat bedengan dengan lebar sekitar 120 cm atau  160 cm, tergantung jumlah populasi tanaman yang akan ditanam nanti.  Dibuat parit antar bedengan selebar 20 - 30 cm, kedalaman 30 cm untuk  drainase. Pada bedengan dibuat lubang - lubang tanam, jarak antar  barisan 60-80 cm, jarak antar lubang (dalam barisan) 40-50 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Pengapuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila  pH tanah terlalu rendah maka diperlukan pengapuran untuk menaikkannya.  Pengapuran dapat menggunakan kapur pertanian atau Calcit maupun Dolomit.  Pada tipe tanah pasir sampai pasir berlempung yang pH-nya 5,5  diperlukan ± 988 kg kapur pertanian / ha untuk menaikkan pH menjadi 6,5.  Kisaran kebutuhan kapur pertanian pada tanah lempung berpasir hingga  liat berlempung ialah antara 1.730 - 4.493 kg / hektar. Sebaliknya,  untuk menurunkan pH tanah, dapat digunakan tepung Belerang (S) atau  Gipsum, biasa sekitar 6 ton / hektar. Cara pemberiannya, bahan - bahan  tersebut disebar merata dan dicampur dengan tanah minimal sebulan  sebelum tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e. Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemupukan awal menggunakan pupuk  kandang yang telah masak. Waktu pemupukan dilakukan satu minggu atau dua  minggu sebelum tanam. Cara pemupukan adalah dengan disebarkan merata  diatas bedengan kemudian diaduk dengan tanah lapisan atas. Untuk  pemupukan yang diberikan per lubanng tanam, cara pemberiannya dilakukan  dengan memasukkan pupuk ke dalam lubang tanam. Dosis pemberian pupuk  dasar disesuaikan dengan jenis tanaman dan keadaan lahan. Akan tetapi  dosis untuk pupuk kandang sekitar 10 ton per hektar. Pemupukan per  lubang tanam biasanya diperlukan sekitar 1 - 2 kg per lubang tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f. Pemberian Mulsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk  memperoleh hasil produksi yang berkualitas baik maka di dalam penanaman  perlu dipasang palstik perak-hitam sebagai mulsa. Dengan penggunaan  plastik ini dapat mengurangi serangan hama dan penyakit termasuk  gangguan gulma dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.10. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Penentuan Pola Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jarak  tanam untuk tanaman bayam adalah antara 60 cm x 50 cm atau 80 cm x 40  cm. Jarak tanam tersebut dapat divariasikan sesuai dengan tingkat  kesuburan tanah dan jenis bayam sehingga populasi tanaman per hektar  berkisar antara 30.000 - 60.000 tanaman. Pola tanam untuk bayam cabut  adalah monokultur. Dalam satu hamparan lahan biasanya ditanam berbagai  jenis tanaman dengan pola mosaik (perca), yaitu berbagai tanaman ditanam  monokultur pada petak - petak tersendiri. Tanaman lainnya tadi antara  lain seperti kakngkung (darat), selada, lobak, paria, kemangi dan  sayuran lalapan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Pembuatan Lubang Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lubang  tanam dapat dibuat dengan menggunakan alat kayu dengan cara di  pukul-pukul sehingga membentuk lubang. Jarak antara barisan adalah 60 -  80 cm dan jarak antar lubang (antar barisan) 40 - 50 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Cara Penanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penanaman  dapat langsung di lapangan tanpa penyemaian atau dengan penyemaian  terlebih dahulu. Apabila tanpa penyemaian maka biji bayam dicampur abu  disebarkan langsung di atas bedengan menurut barisan pada jarak antar  barisan 20 cm dan arahnya membujur dari Barat ke Timur. Setelah  disebarkan benih segera ditutup dengan tanah halus dan disiram hingga  cukup basah. Waktu penanaman paling baik adalah pada awal musim hujan.  Dengan penyemaian maka tanaman dapat tumbuh dengan lebih baik karena  benih diperoleh dengan cara seleksi untuk ditanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.11. Pemeliharaan Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Penjarangan dan Penyulaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila  sewaktu menyebar benih secara langsung di lapangan tidak merata maka  akan terjadi pertumbuhan yang mengelompok (rapat) sehingga  pertumbuhannya terhambat karena saling bersaing satu sama lain. Oleh  karena itu perlu dilakukan penjarangan sekaligus sebagai panen pertama.  Apabila tanaman bayam dihasilkan dari benih yang disemai maka setelah  penanaman di lapangan ada yang mati / terserang penyakit, maka perlu  dilakukan penyulaman dengan mengganti tanaman dengan yang baru. Caranya  dengan mencabut dan apabila terserang penyakit segera dimusnahkan agar  tidak menular ke tanaman lainnya. Penyulaman dapat dilakukan seminggu  setelah tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyiangan dilakukan apabila  muncul gulma tanaman Gelang (Portulaca oleracea) dan rumput liar  lainnya. Kehadiran gulma gelang dapat menurunkan produksi bayam antara  30 - 65%. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah. Alat  yang digunakan dalam penyiangan dapat berupa cangkul kecil atau sabit.  Caranya dengan dicangkul untuk mencabut gulma atau langsung dicabut  dengan tangan. Disamping itu pencangkulan dilakukan untuk menggemburkan  tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Proses pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Perempalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila  perawakan tanaman terlalu subur, mungkin perlu dilakukan perempalan  tunas - tunas liar dan pemasangan ajir / turus untuk memperkuat tegaknya  tanaman agar tidak rebah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e. Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemupukan dilakukan  dengan menggunakan pupuk organik, untuk tiap lubang calon tanaman  sekitar 0,4 - 0,8 kg. Dengan demikian kuantum pupuk organik akan  berkisar 15 - 30 ton  (http://Cerianet-agricultur.blogspot.com/2008/12/budidaya-bayam.html)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena  bercocok tanam secara organik tidak menggunakan pupuk sintetis, sebagai  gantinya mereka mengandalkan metode alami, seperti kompos dan mengganti    tanaman jenis  panen, seperti tanaman polong. Sayangnya, kompos tidak  dapat mencukupi pengembalian nitrogen ke dalam tanah guna menumbuhkan  sejumlah besar tanaman yang diperlukan untuk memberi makan pada ternak  dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengganti tanaman dengan jenis panen sebetulnya adalah  sangat menjanjikan, namun banyak petani tidak mampu menanam tanaman yang  mereka sendiri tidak mampu menjualnya. Meskipun beberapa jenis tanaman  polong dapat dikonsumsi, namun jenis paling baik dalam memproduksi  nitrogen justru dari jenis yang  tidak bisa dimakan  (http://erabaru.net/kesehatan/34-kesehatan/1913-beralih-ke-organik-sebanding-harganya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f. Pengairan dan Penyiraman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada  fase awal pertumbuhan, sebaiknya penyiraman dilakukan rutin dan  intensif 1 - 2 kali sehari, terutama di musim kemarau. Waktu yang paling  baik untuk menyiram tanaman bayam adalah pagi atau sore hari, dengan  menggunakan alat bantu gembor (emrat) agar air siramannya merata  (http://cerianet-agricultur.blogspot.com/2008/12/budidaya-bayam.html).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;g. Waktu Penyemprotan Pestisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jenis  pestisida yang digunakan pada budidaya tanaman bayam secara organik  adalah daun Mindi yang mengandung margosin, glikosdida flafonoid untuk  mengendalikan ulat grayak dan kutu daun,  Surian yang daun dan kulit  batangnya berfungsi untuk mengendalikan hama ulat, tungau dan lain-lain.  Sedangkan untuk mengendalikan penyakit bisa digunkan bunga Camomil  (Chamaemelum spp). Pengaplikasian dengan menggunakan 60 cc untuk 1 lt  air, disemprotkan ke tanaman yang terkena hama pada daun dan batangnya 1  minggu 1 kali (google search: pembuatan pestisida alami, Blog Lesman).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyemprotan  dilakukan dengan menggunakan alat penyemprot berupa tangki sprayer.  Cara penyemprotan yaitu jangan dilakukan ketika angin bertiup kencang  dan jangan menentang arah datangnya angin. Jangan melakukan penyemprotan  pada saat akan hujan dan sebaiknya dicampurkan bahan perekat. Waktu  penyemprotan dilakukan pada pagi hari benar atau sore hari ketika udara  masih tenang. Hal tersebut untuk menghindari matinya lebah atau serangga  lainnya yang menguntungkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.12. Hama dan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Hama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1) Serangga ulat daun (Spodoptera Plusia Hymenia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala: daun berlubang - lubang. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2) Serangga kutu daun (Myzus persicae Thrips sp.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3) Serangga tungau (Polyphagotarsonemus latus)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4) Serangga lalat (Liriomyza sp.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1) Rebah kecambah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyebab: cendawan Phytium sp. Gejala: menginfeksi batang daun maupun batang daun. Pengendalian: Fungisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2) Busuk basah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyebab:  cendawan Rhizoctonia sp. Gejala: adanya bercak - bercak putih.  Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit rebah kecambah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3) Karat putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyebab:  cendawan Choanephora sp. Gejala: menginfeksi batang daun dan daunnya.  Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit rebah kecambah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Gulma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jenis  gulma: rumput - rumputan, alang-alang. Ciri - ciri: tumbuh mengganggu  tanaman budidaya. Gejala: lahan banyak ditumbuhi pemila liar.  Pencegahan: herbisida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.13. Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Ciri dan Umur Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ciri-ciri  bayam cabut siap panen adalah umur tanaman antara 25 - 35 hari setelah  tanam. Tinggi tanaman antara 15 - 20 cm dan belum berbunga. Waktu panen  yang paling baik adalah pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak  terlalu tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Cara Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara panennya adalah dengan  mencabut seluruh bagian tanaman dengan memilih tanaman yang sudah  optimal. Tanaman yang masih kecil diberi kesempatan untuk tumbuh  membesar, sehingga panen bayam identik dengan penjarangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Periode Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Panen  pertama dilakukan mulai umur 25 - 30 hari setelah tanam, kemudian panen  berikutnya adalah 3-5 hari sekali. Tanaman yang sudah berumur 35 hari  harus dipanen seluruhnya, karena bila melampaui umur tersebut  kualitasnya menurun atau rendah; daun - daunnya menjadi kasar dan  tanaman telah berbunga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Prakiraan Produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Produksi bayam per hektar dapat mencapai sekitar 22.630 kg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e. Pascapanen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1) Pengumpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengumpulan  dilakukan setelah panen dengan cara meletakkan di suatu tempat yang  teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung, karena dapat membuat  daun layu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2) Penyortiran dan Penggolongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyortiran  dilakukan dengan memisahkan bayam yang busuk dan rusak dengan bayam yang  baik dan segar. Disamping itu juga penggolongan terhadap bayam yang  daunnya besar dan yang daunnya kecil. Setelah itu diikat besar - besar  maupun langsung degan ukuran ibu jari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3) Penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyimpanan  untuk menjaga kesegaran bayam dapat diperpanjang dari 12 jam tempat  terbuka (suhu kamar) menjadi 12 - 14 hari dengan perlakuan suhu dingin  mendekati 0 derajat C, misalnya dengan remukan es.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4) Pengemasan dan Pengangkutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengemasan  (pewadahan) dalam telombong atau dedaunan yang digulungkan menyelimuti  seluruh bagian bayam, sehingga terhindar dari pengaruh langsung sinar  matahari. Pengangkutan ke pasar dengan cara dipikul maupun angkutan  lainnya, seperti mobil atau gerobak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5) Pencucian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pencucian hasil panen pada air yang mengalir dan bersih, atau air yang disemprotkan melalui selang maupun pancuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6) Penanganan Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayam  dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Sewaktu memasak bayam  ialah tidak boleh terlalu lama. Bayam cukup hanya direbus selama ± 5  menit. Memasak bayam terlalu lama akan menyebabkan daun-daunnya menjadi  hancur (lonyoh), rasanya tidak enak, dan kandungan vitamin C nya  menghilang (menguap) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(http://cerianet-agricultur.blogspot.com/2008/12/budidaya-bayam.html)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PERMASALAHAN SEPUTAR PERTANIAN ORGANIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.1. Penyediaan pupuk organik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Permasalahan  pertanian organik di Indonesia sejalan dengan perkembangan pertanian  organik itu sendiri. Pertanian organik mutlak memerlukan pupuk organik  sebagai sumber hara utama. Dalam sistem pertanian organik, ketersediaan  hara bagi tanaman harus berasal dari pupuk organik. Padahal dalam pupuk  organik tersebut kandungan hara per satuan berat kering bahan jauh  dibawah realis hara yang dihasilkan oleh pupuk anorganik, seperti Urea,  TSP dan KCl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.2. Teknologi pendukung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah masalah  penyediaan pupuk organik, masalah utama yang lain adalah teknologi  budidaya pertanian organik itu sendiri. Teknik bercocok tanam yang benar  seperti pemilihan rotasi tanaman dengan mempertimbangkan efek  allelopati dan pemutusan siklus hidup hama perlu diketahui. Pengetahuan  akan tanaman yang dapat menyumbangkan hara tanaman seperti legum sebagai  tanaman penyumbang Nitrogen dan unsur hara lainnya sangatlah membantu  untuk kelestarian lahan pertanian organik. Selain itu teknologi  pencegahan hama dan penyakit juga sangat diperlukan, terutama pada  pembudidayaan pertanian organik di musim hujan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.3. Pemasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemasaran  produk organik didalam negeri sampai saat ini hanyalah berdasarkan  kepercayaan kedua belah pihak, konsumen dan produsen. Sedangkan untuk  pemasaran keluar negeri, produk organik Indonesia masih sulit menembus  pasar internasional meskipun sudah ada beberapa pengusaha yang pernah  menembus pasar international tersebut. Kendala utama adalah sertifikasi  produk oleh suatu badan sertifikasi yang sesuai standar suatu negara  yang akan di tuju. Akibat keterbatasan sarana dan prasarana terutama  terkait dengan standar mutu produk, sebagian besar produk pertanian  organik tersebut berbalik memenuhi pasar dalam negeri yang masih  memiliki pangsa pasar cukup luas. Yang banyak terjadi adalah  masing-masing melabel produknya sebagai produk organik, namun  kenyataannya banyak yang masih mencampur pupuk organik dengan pupuk  kimia serta menggunakan sedikit pestisida. Petani yang benar-benar  melaksanakan pertanian organik tentu saja akan merugi dalam hal ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama  beberapa dasawarsa ini telah terjadi pergeseran pola dan system tanam  pada masyarakat petani kita, sehingga terjadi perubahan dan kerusakan  lingkungan yang bersifat global, tidak hanya pada tanah tetapi juga pada  air dan udara. Dibawah ini merupakan beberapa pengaruh dari kerusakan  lingkungan terhadap berbagai bidang, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akibat  perubahan lingkungan , berdampak pula pada kesehatan manusia dimana  daya tahan manusia terhadap penyakit semakin menurun, dan timbul jenis –  jenis bakteri dan virus yang baru dan daya tahan bakteri dan virus baru  tersebut relative meningkat terhadap obat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Keadilan dan Perlindungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau  dibandingkan dengan zaman dahulu , zaman sekarang terjadi penurunan  terhadap kwalitas maupun kwantitas terhadap hasil dari tanaman, sehingga  menimbulkan dampak terhadap pendapatan dari para petani, dimana terjadi  peningkatan modal tapi tidak disertai dengan hasil yang memadai.  Munculnya strain baru hama dan penyakit dari tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Finansial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama  ini kita melihat keuntungan dari hasil panen petani tidak seluruhnya  diterima oleh petani, hanya sekitar 20% - 30% hasil dari panen, yang  lain menghilang begitu saja, hal ini diakibatkan oleh kurangnya modal  para petani . Kurangnya bantuan berupa modal dan tehnologi dari  pemerintah maupun kredit Bank.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari hasil pengamatan terhadap  keempat hal diatas, kita dapat menyimpulkan apa penyebab perubahan semua  itu, yaitu pengolahan lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan,  pemakaian pupuk dan penggunaan pestisida kimia yang tidak sesuai  prosedur, kurang pengetahuan tentang kesehatan lingkungan (google search  : Lembaga Mitra Tani organik).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://hirupbagja.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-3406664291170917412?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3406664291170917412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3406664291170917412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/sistem-pertanian-organik.html' title='SISTEM PERTANIAN ORGANIK'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-7419404674265049768</id><published>2011-08-21T19:36:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T19:36:00.503-07:00</updated><title type='text'>Menanam Sayur Organik</title><content type='html'> 			 			&lt;div style="text-align: justify;" class="post-144 post type-post status-publish format-standard hentry category-informasi-kesehatan tag-menanam tag-sayur-organik"&gt; 				&lt;div class="entry"&gt; 			      		&lt;p&gt;&lt;a href="http://garasibu.files.wordpress.com/2008/08/imgp0813.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-141 alignleft" src="http://garasibu.files.wordpress.com/2008/08/imgp0812.jpg?w=191&amp;amp;h=161" alt="" height="161" width="191" /&gt;&lt;img class="size-full wp-image-142 alignleft" src="http://garasibu.files.wordpress.com/2008/08/imgp0813.jpg?w=171&amp;amp;h=159" alt="" height="159" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesadaran untuk hidup sehat membuat orang mulai mencari makanan  organik. Saat ini dikota-kota besar sudah mulai banyak dijumpai  gerai-gerai organik yang menjual sayuran, ayam, telur dll yang  dipelihara dengan metoda organik, suatu metoda yang menghindari  penggunaan pestisida, pupuk kimia, antibiotik dan hormon penumbuh.&lt;br /&gt;Namun harga produk-produk organik masih dirasa mahal walaupun sebenarnya mahal itu relatif jika dibandingkan de&lt;span id="more-144"&gt;&lt;/span&gt;ngan biaya berobat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, bagaimana jika sayuran organik mulai ditanam dirumah sendiri.  Tidak harus di tanah, bisa ditanam di pot. Alihkan hobi menanam bunga  dengan menanam sayuran. Tentu tidak diberi pupuk kimia dan pestisida.  Tanaman sayur organik bisa tumbuh cantik seperti tananam bunga yang  sudah biasa kita tanam, dan kita masih mendapatkan nilai tambah manfaat  sayur organiknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://garasibu.files.wordpress.com/2008/08/imgp0816.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-143" src="http://garasibu.files.wordpress.com/2008/08/imgp0816.jpg?w=316&amp;amp;h=227" alt="" height="227" width="316" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://garasibu.files.wordpress.com/2008/08/imgp0802.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-140" src="http://garasibu.files.wordpress.com/2008/08/imgp0802.jpg?w=308&amp;amp;h=231" alt="" height="231" width="308" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://garasibu.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-7419404674265049768?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7419404674265049768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7419404674265049768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/menanam-sayur-organik.html' title='Menanam Sayur Organik'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4130518123845657311</id><published>2011-08-20T19:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-20T19:33:00.578-07:00</updated><title type='text'>Tips Tabulampot</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buat Anda yang gemar menanam tanaman buah dalam pot (Tabulampot) ada baiknya menyimak tips singkat berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk merangsang tabulampot Anda berbunga, berikan pupuk daun dengan  kandungan P tinggi. Hal ini juga harus dibarengi dengan pemberian hara  yang cukup pada media tanam, seperti memberikan NPK pada media tanam  (Kandungan NPK bisa setara atau P-nya lebih tinggi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah tanaman mulai berbunga, di sinilah diperlukan “ketegaan”  kita. Perhatikan rasio/perbandingan jumlah daun dan bunga/buah nantinya.  Jangan merasa sayang untuk membuang/menjarangkan bunga jika terlihat  berlebihan dibandingkan jumlah daunnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada yang menyarankan untuk membuang buah yang pertama terbentuk. Hal  ini ada baiknya karena buah yang pertama terbentuk cenderung berkembang  lebih pesat sehingga akan menghambat/mengurangi perkembangan bunga/buah  berikutnya. Penjarangan buah yang terbentuk dilakukan sedini mungkin  agar makanan/energi tanaman tidak banyak terbuang. Buang buah yang  terlihat kurang mulus, bengkok, dan lain-lain. Bungkus buah yang  terbentuk untuk mencegah serangan lalat buah atau hama dan penyakit  lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Harap diingat penjarangan ini harus dilakukan, jika tidak hasilnya  akan fatal. Tanaman Anda bisa mati atau paling tidak mogok berbuah pada  musim berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://tabulampot.wordpress.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-4130518123845657311?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4130518123845657311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4130518123845657311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/tips-tabulampot.html' title='Tips Tabulampot'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-5922761836430999411</id><published>2011-08-19T19:29:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T19:32:50.397-07:00</updated><title type='text'>Menanam POHON DUKU (Buah Duku)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content" id="post-body-1962378442049157222"&gt; &lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SbNX-zzKTiA/Thh05-u_53I/AAAAAAAAAVE/q_-O2M2j1UM/s320/pohon%2Bduku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627376273840924530" border="0" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut  ini info menanam pohon duku (buah duku). Buah yang enak dan manis,  tetapi untuk menanam buah duku dalam pot, tentu tidak bisa. Karena pohon  ini adalah pohon berumur panjang dan berbatang besar. Ok segera cari  "bibit pohon duku, pen jual bibit pohon duku" di kota anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pohon duku&lt;/span&gt;  umumnya di tanam di pekarangan, tetapi sering pula ditanam tumpang sari  di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan  tanaman lain seperti pohon manggis dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;durian&lt;/span&gt; (di Indonesia dan Thailand). Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari  jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha, di Philipina) sampai jarak 12x12 m  untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan  (50-60 pohon/hektar). Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan  adanya pohon-pohon pendampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m, 8x9 m, 9x9 m, 9x10 m. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar, karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m, berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jarak tanam ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 1- 2 bulan sebelum penanaman bibit. Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0,6 x 0,6 x 0,6 meter. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0,8 x 0,8 x 0,7 meter. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji), maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok), penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penanaman bibit pohon duku&lt;/span&gt; sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. Sebelum penanaman dilakukan, maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang&lt;br /&gt;tanam. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan. Pada saat penanaman bibit, kondisi tanah harus basah/disiram dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanaman bibit duku &lt;/span&gt;jangan terlalu dangkal. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. Setelah bibit tanam, maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pisang&lt;/span&gt;, jerami, atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://tabulampot-ok.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-5922761836430999411?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5922761836430999411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5922761836430999411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/08/menanam-pohon-duku-buah-duku.html' title='Menanam POHON DUKU (Buah Duku)'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SbNX-zzKTiA/Thh05-u_53I/AAAAAAAAAVE/q_-O2M2j1UM/s72-c/pohon%2Bduku.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4956866601081818840</id><published>2011-07-14T06:02:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T19:37:34.214-07:00</updated><title type='text'>Wereng Padi Hijau: Nephotettix nigropictus (Stal)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Famili: Cicadellidae.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ordo : Homoptera.&lt;br /&gt;Wereng padi hijau ini dapat menularkan virus tipe N.  nigropictus dan N. Virescens; keduanya merupakan vector tungro atau virus “penyakit merah” dan kerdil kuning atau virus “padi jantan”.&lt;br /&gt;Penyakit virus tungro banyak merusak tanaman padi Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tanaman inang: Padi dan rumput liar.&lt;br /&gt;Penvebaran : India dan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daur Hidup&lt;br /&gt;Telur wereng hijau diletakkan di pelepah daun di bawah&lt;br /&gt;rErmis dan menetas sekitar 6 han. Jumlah dalam satu kali&lt;br /&gt;2hir rata-rata 250 telur, bentuknya memanjang, warnanya&lt;br /&gt;r±iig pucat. Nimfa mengalami 5 instar dalam waktu 14 —&lt;br /&gt;tiari Nimfa yang barn saja menetas warnanya putih krem&lt;br /&gt;rn garis memanjang hitam pada samping badan. Instar&lt;br /&gt;kedua dan kelima warnanya kuning sampai hijau. Wereng&lt;br /&gt;telah dewasa berwarna hijau dengan bercak hitam, panjang&lt;br /&gt;4,2 — 5,5 mm. Nimfa memilih tinggal di bagian atas dan&lt;br /&gt;rnan padi. Wereng dapat terbang beberapa km dan rnemilih&lt;br /&gt;wi dengan tanaman padi yang muda. Daur hidup lebih 3 minggu. Dalam satu tahun mungkin 6 generasi.&lt;br /&gt;&amp;amp; Kerugian yang Ditimbulkan&lt;br /&gt;Nimfa dan wereng hijau dewasa mengisap cairan daun&lt;br /&gt;rnenvebabkan pertumbuhannya terganggu. Varietas padi&lt;br /&gt;erumur panjang lebih menderita daripada yang berumur&lt;br /&gt;Kerugian yang terbesar disebabkan karena adanya&lt;br /&gt;iIaran penyakit virus, yaitu tungro, cebol kuning, dli.&lt;br /&gt;Pfngendalian&lt;br /&gt;• Bila ada 1 —2 wereng hijau pada setiap tanaman (ambang batas ekonomi) harus segera dikendalikan.&lt;br /&gt;• Musuh alami:&lt;br /&gt;— Parasitoid: Cotesia spp., Bracon spp., Trichogramma spp., Tetrastichus formosanus, Apanteles spp.&lt;br /&gt;— Predator: Lalat damsel, kumbang tanah, belalang bertanduk panjang, katak, itik, dli.&lt;br /&gt;d. Praktek Pen gendalian di Lapangan dan Pemeliharaan Sawah&lt;br /&gt;Rumput liar dan gulma dibersihkan dengan cara dicabut karena tanaman liar dan gulma sangat disukai sebagai tempat untuk bertelur bagi wereng hijau.&lt;br /&gt;f. Tanaman Pen gendali Wereng&lt;br /&gt;• Perendaman akar: Sebelum semai dipindah ke sawah, semai direndam terlebih dahulu selama 24 jam dalam ekstrak biji nimba 5% atau emulsi minyak nimba 2% untuk mengurangi telur dan menetasnya nimf a.&lt;br /&gt;• Semprot: Ekstrak biji nimba, bungkil nimba, brotowali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-4956866601081818840?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4956866601081818840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4956866601081818840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/07/wereng-padi-hijau-nephotettix.html' title='Wereng Padi Hijau: Nephotettix nigropictus (Stal)'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6845582289481608417</id><published>2010-07-05T23:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T23:39:00.166-07:00</updated><title type='text'>Cara pengendalian wereng coklat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:rnIcFgnGjmk0yM"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:rnIcFgnGjmk0yM" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Bila ada 1-2 wereng setiap tanaman (ambang batas ekonomi) harus segera dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh alami:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Parasitoid: Apantes spp, Cotesia spp, Bracon spp, Trichogramma spp, tetrastichus formosanus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Predator: Laba-laba, capung, kumbang macan, kumbang tanah, belalang bertanduk panjang, jangkrik, katak, itik dll.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Praktek pengendalian dilapangan dan pemeliharaan sawah.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sawah yang tergenang air sebaiknya segera dikeringkan selama 3-4 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sawah yang tergenang air terus menerus akan menjadi tempat berkembang biak wereng coklat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sawah sebaiknya dibersihkan dari gulma, rumput liar dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemupukan nitrogen harus hati-hati sebab bila pemupukan nitrogen tinggi akan mendorong perkembangan populasi wereng coklat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Penolak wereng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekam padi 15 kg dicampur dengan minyak tanah 3 liter dan ditaburkan pada pagi hari dibawah permukaan tanah, campuran sekam padi sebanyak ini dapat ditaburkan pada sawah seluas 0,4072 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Pengendali wereng coklat.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebelum semai padi ditanam disawah, akar direndam lebih dulu selama 24 jam dalam ekstrak biji nimba 5 %, atau emulsi minyak nimba 2% untuk mengurangi telur dan menetasnya nimfa wereng.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;penyemprotan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;ekstrak daun mulwa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;air tuba&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pyrethrum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;emulsi minyak nimba 3% sesudah penanaman disawah 10, 25, 40 dan 55 hari.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-6845582289481608417?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6845582289481608417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6845582289481608417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/07/cara-pengendalian-wereng-coklat.html' title='Cara pengendalian wereng coklat'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-725205436746367121</id><published>2010-06-30T18:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:01:25.748-07:00</updated><title type='text'>Menanam Pohon Mangga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="post"&gt;&lt;img src="http://i267.photobucket.com/albums/ii295/DayTradeWorld/Mangga-Mangifera_Indica.jpg" alt="" border="0" /&gt;  &lt;img src="http://i267.photobucket.com/albums/ii295/DayTradeWorld/Mangga-Mango_Flower.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama buah mangga (Mangifera indica) ini berasal dari Malayalam manga. Kata ini diindonesiakan menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti mempelam (Mly.), pelem atau poh (Jw.), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon mangga berperawakan besar, dapat mencapai tinggi 40 m atau lebih, meski kebanyakan mangga peliharaan hanya sekitar 10 m atau kurang. Kulit batang coklat kelabu sampai kehitaman, memecah atau beralur. Bertajuk rimbun, melebar sampai 10 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah batu (drupa) yang berdaging, dengan ukuran dan bentuk yang sangat berubah-ubah bergantung pada macamnya, mulai dari bulat (misalnya mangga gedong), bulat telur (gadung, indramayu, arumanis) hingga lonjong memanjang (mangga golek). Kulit buah agak tebal berbintik-bintik kelenjar; hijau, kekuningan atau kemerahan bila masak. Daging buah jika masak berwarna merah jingga, kuning atau krem, berserabut atau tidak, manis sampai masam dengan banyak air dan berbau kuat sampai lemah. Biji berwarna putih, gepeng memanjang tertutup endokarp yang tebal, mengayu dan berserat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hasil dan kegunaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangga terutama ditanam untuk buahnya. Buah yang matang umum dimakan dalam keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Buah yang muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas, dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan cabai. Buah mangga juga diolah sebagai manisan, irisan buah kering, dikalengkan dan lain-lain. Di pelbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal atau masakan ikan dan daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan di masa paceklik. Daun mudanya dilalap atau dijadikan sayuran. Kayu mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangga terutama dihasilkan oleh negara-negara India, Meksiko, Brasil, Pakistan, Thailand, Tiongkok, Indonesia, Filipina, dan Bangladesh. Total produksi dunia di tahun ‘80an sekitar 15 juta ton, namun hanya sekitar 90.000 ton (1985) yang diperdagangkan di tingkat dunia. Artinya, sebagian besar mangga dikonsumsi secara lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pasar utama mangga adalah Asia Tenggara, Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Singapura, Hong Kong dan Jepang merupakan pengimpor yang terbesar di Asia. Gambaran produksi mangga tahun 2005 dapat dilihat pada tabel di bawah: (sumber FAO)&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;br /&gt;Negara             luas kebun (hektare)&lt;br /&gt;India               1,600,000&lt;br /&gt;RRC                   433,600&lt;br /&gt;Thailand              285,000&lt;br /&gt;Indonesia             273,440&lt;br /&gt;Meksiko               173,837&lt;br /&gt;Filipina              160,000&lt;br /&gt;Pakistan              151,500&lt;br /&gt;Niger                 125,000&lt;br /&gt;Guinea                 82,000&lt;br /&gt;Brasil                 68,000&lt;br /&gt;Vietnam                53,000&lt;br /&gt;Bangladesh             51,000&lt;br /&gt;Total Dunia         3,870,200&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangga memiliki nilai-nilai kultural yang tinggi, khususnya di pelbagai negara di Asia bagian selatan. Di Filipina, buah ini merupakan simbol nasional. Dalam kitab suci Weda agama Hindu, mangga dianggap sebagai “hidangan para dewa”. Daun-daun mangga kerap digunakan secara ritual dalam dekorasi upacara perkawinan atau keagamaan Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana supaya pohon mangga cepat berbuah...?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli yang cangkokan akan paling cepat berbuah karena mendapat sifat dari induknya, jadi mirip kloning induknya tapi dibuat miniaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarkan getah pohon mangga sebanyak-banyaknya dengan membuat guratan-guratan di batang pohon sehingga getahnya banyak yang keluar. Dijamin pasti lebat deh buahnya. Ingat, mangga adalah buah musiman, jadi buat guratan pada waktu musim mangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira kira 2cm dari tanah, batang utama dibor dgn diameter sebesar pensil. Ingat, bor ini sampai tembus ya, kemudian diisi dgn kayu atau pensil kayu.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya ini sama dgn membuat guratan tadi, tapi lebih effisien, karena cairan akan keluar dari tekanan akar yang lebih daripada guratan. Ini menstimulasi kembang.&lt;br /&gt;Cara lain, pohonnya dipaku. Tusuk paku dan biarkan disitu. &lt;span style="color: teal;"&gt;Materi referensi: Eyang saya juara kebun subur disemarang. pohon mangganya di pakuin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain batangnya dilukai, bisa juga dipupuk NPK sebulan sekali (pupuknya dibenamkan di tanah dengan jarak sekitar 20 cm dari batang utama, dengan kedalaman sekitar 10 cm) lalu disiram air agar pupuk cepat diserap tanaman. Bisa juga disemprot pupuk daun tiap 2 minggu sekali (semprot pada jam 7 pagi atau jam 4 sore) terutama pada bagian bawah daun karena letak stomata ada di permukaan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i267.photobucket.com/albums/ii295/DayTradeWorld/Mangga-Gedong-Gincu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://forum.tamanroyal.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-725205436746367121?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/725205436746367121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/725205436746367121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/menanam-pohon-mangga.html' title='Menanam Pohon Mangga'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6549410520682883414</id><published>2010-06-28T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-28T23:21:00.302-07:00</updated><title type='text'>Wereng coklat padi ( Nilaparvata lugens)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://edu2000.org/portal/images/stories/ricebrownplanthopper.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 400px;" src="http://edu2000.org/portal/images/stories/ricebrownplanthopper.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wereng coklat, selain makan daun atau batang padi dapat membawa virus yang merusak tanaman padi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Daur Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;wereng coklat betina bertelur sebanyak+- 200-700 butir yang diletakan dipelapah daun atau sepanjang urat tengah dan menetas dalam 5-9 hari. Telurnya berwarna keputih-putihan dalam barisan memanjang. Panjang nimfa 0,6 - 3 mm. Nimfa mengalami 5 instar dalam waktu 12-18 hari, berwarna coklat muda sampai tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wereng coklat ada 2 macam, yaitu wereng coklat yang sayapnya pada waktu istirahat menutupi seluruh tubuh disebut macropterous, sedangkan wereng coklat yang sayapnya pendek disebut brachypterous. wereng coklat coklat mempunyai mulut penghisap dan memasukan alat penghisap (stylet) tersebut untuk mengisap cairan dari jaringan phloem tanaman padi. Wereng coklat mengeluarkan kotoran manis mengandung gula yang disebut embun madu (honeydew). Hidup wereng coklat ini sekitar 3 minggu. Dalam satu tahun mungkin ada 4 atau lebih generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang ditimbulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nimfa dan wereng coklat dewasa sangat banyak menghisap cairan sebgai makananya. Karena wereng coklat ini menghisap cairan lebih banyak daripada mencernakan makanan, maka wereng ini mengeluarkan embun madu yang menyebabkan bercak hitam yang disebabkan cendawan jelaga. Keadaan ini merugikan fotosintesis dan pernapasan. Kombinasi mengisap cairan yang banyak dan menyuntikan air liur yang beracun menimbulkan bercak-bercak coklat kering yang hasilnya simtom terbakar wereng. Wereng juga membawa penyakit virus penyakit kerdil rumput.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-6549410520682883414?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6549410520682883414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6549410520682883414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/wereng-coklat-padi-nilaparvata-lugens.html' title='Wereng coklat padi ( Nilaparvata lugens)'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-3539914108432351286</id><published>2010-06-21T22:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T22:50:00.043-07:00</updated><title type='text'>Cara pengendalian hama penggerek padi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pupuk.cvmgm.com/sos/aplikasi/kendala/hama/penggerek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 186px;" src="http://www.pupuk.cvmgm.com/sos/aplikasi/kendala/hama/penggerek.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ulat penggerek yang telah masuk ke batang padi sangat sulit dikendalikan, karena kabut semprotan tidak dapat masuk kedalam batang sehingga ulat tidak bisa mati. Oleh karena itu, harus segera diambil tindakan dengan cara mencegahnya sebelum hama tersebut masuk kedalam batang padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila serangan telah mencapai ambang batas ekonomi, yakni ada 2 ngengat dewasa atau satu kelompok telur tiap m2 atau 10% sundep atau 2 % beluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh alami:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Parasitoid: Trichogrammma japonicum, Trichogramma braziliensiz&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Predator: Lembing 9kumbang) macan, kumbang tanah, jangkerik, semut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Parasitoid adalah predator yang hidup didalam atau diluar tubuh inang untuk kurun waktu tertentu. Predator adalah binatang pemakan binatang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Praktek pengendalian dilapangan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penanaman dan panen secara serentak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menggunakan perangkap cahaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menanam varietas yang resisten dan berumur pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;telur-telur dipesemaian dimusnahkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk varietas padi berumur pendek, jarak tanam antar barisan 15 cm, dan jarak dalam barisan 10 cm, sedangan untuk varietas padi berumur panjang jarak tanam antar barisan 15 cm. Biasanya, jika jarak tanam antar barisan lebih besar maka serangan hama juga akan semakin besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika serangan hama cukup hebat, maka pada waktu panen batang padi harus dipotong sedekat mungkin dengan tanah, ulat dan pupa yang terbawa jerami akan dimakan oleh ternak atau dapat juga dimusnahkan dengan cara dibakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sesudah panen, tanah sebaiknya segera dibajak untuk membinasakan telur dan pupa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah panen, sawah segera digenangi air sampai pangkal batang padi tenggelam selama kurang lebih 7 hari, agar ulat dan pupa yang ada didalam pangkal batng padi mati.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Penolak Penggerek batang padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekam padi sebanyak 5-10 kg dicampur dengan minyak tanah 3-5 liter, kemudian ditaburkan diatas tanaman. Tindakan ini akan efektif menolak hama penggerek padi jika dilakukan pada pagi-pagi benar. Sekam padi sebanyak ini cukup untuk ditaburkan pada sawah seluas4072m2 atau 0,4072 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Pengendali Penggerek Batang padi&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nimba&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tembakau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ekstrak daun mulwa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ekstrak mulwa, nimba dan lombok rawit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;sebaiknya, penyemprotan dilakukan sekitar satu bulan sebelum tanaman padi mulai berbunga, atau bila kelihatan ngengat beterbangan dan kelihatan ulat segera disemprot.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-3539914108432351286?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3539914108432351286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3539914108432351286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/cara-pengendalian-hama-penggerek-padi.html' title='Cara pengendalian hama penggerek padi'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-5550334649189120866</id><published>2010-06-19T05:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T05:45:12.673-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;   &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Y3dy3HIhmkT4zM:http://www.isroi.org/wp-content/images/kompos_jerami/gambar16a.jpg" align="left" border="3" height="118" width="124" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dewasa&lt;span class="caption"&gt; &lt;/span&gt;ini pemupukan dengan pupuk anorganik atau pupuk buatan penggunaannya semakin meningkat. Hal ini bila berlangsung terus dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hara dalam tanah, dan rusaknya struktur tanah, sehingga dapat menurunkan produktivitas tanah pertanian. Salah satu alternatif untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan pemberian bahan organik seperti pupuk kandang ke dalam tanah. Pemberian pupuk kandang, selain dapat meningkatkan kesuburan tanah juga dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan yang harganya relatif mahal dan terkadang sulit diperoleh. Pupuk kandang adalah kotoran padat dan cair dari hewan yang tercampur dengan sisa-sisa pakan dan alas kandang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em style="font-family: Arial;"&gt;MANFAAT PUPUK KANDANG&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: Arial;" align="justify"&gt;Nilai pupuk kandang tidak saja ditentukan oleh kandungan nitrogen, asam fosfat, dan kalium saje, tetapi karena mengandung hampir sernua unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman serta berperan dalam memelihara keseimbangan hara dalam tanah.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong style="font-family: Arial;"&gt;Keistimewaan penggunaan pupuk kandang antara lain:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;"&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: Arial;"&gt;Merupakan pupuk      lengkap, karena mengandung semua hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman,      juga mengandung hara mikro.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: Arial;"&gt;Mempunyai pengaruh susulan, karena pupuk kandang mempunyai pengaruh untuk jangka waktu yang lama dan merupakan gudang makanan bagi tanaman yang berangsur-angsur menjadi tersedia.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: Arial;"&gt;Memperbaiki struktur tanah sehingga aerasi di dalam tanah semakin baik. Meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: Arial;"&gt;Meningkatkan      kapasitas tukar kation sehingga hara yang terdapat di dalam tanah mudah      tersedia bagi tanaman. &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: Arial;"&gt;Mencegah hilangnya      hara (pupuk) dari dalam tanah akibat proses pencucian oleh air hujan atau      air irigasi. &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: Arial;"&gt;Mengandung hormon      pertumbuhan yang dapat memacu pertumbuhan tanaman.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: Arial;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em style="font-family: Arial;"&gt;CARA PENGGUNAAN PUPUK KANDANG&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: Arial;" align="justify"&gt;Kotoran ternak segar yang bercampur dengan sisa-sisa pakan ternak tidak dapat&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: Arial;" align="justify"&gt;langsung digunakan sebagaj pupuk. Agar dapat digunakan sebagai pupuk, kotoran ternak harus mengalami proses pelapukan (dekomposisi) terlebih dahulu. Proses pelapukan dapat dilakukan dengan cara menyimpan kotoran ternak segar di dalam lubang atau karung plastik selama 2-3 bulan. Pada budidaya padi sawah, pupuk kandang diberikan secara kombinasi dengan pupuk buatan. Sebelum pengolahan tanah pupuk kandang disebar merata dj alas permukaan tanah, dan selanjutnya baru dilakukan pembajakan. Jumlah pupuk kandang yang diberikan antara 5-10 ton perhektar, tergantung pada kesuburan tanah.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://lestarimandiri.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-5550334649189120866?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5550334649189120866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5550334649189120866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/dewasa-ini-pemupukan-dengan-pupuk.html' title=''/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4462243789640062517</id><published>2010-06-18T00:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T00:36:12.441-07:00</updated><title type='text'>WERENG COKLAT Sebagai Hama Utama Tanaman Padi Yang Mudah Mengalami Perubahan Biotipe</title><content type='html'>&lt;table border="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="200"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tanindo.com/abdi4/IMAGE/hal-38a.jpg" height="142" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td rowspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;     Salah                      satu hambatan dalam menaikkan produksi beras di Indonesia                      adalah serangan hama wereng coklat ( Nilaparvata Lugens).                      Wereng coklat secara langsung merusak tanaman padi karena                      nimfa dan imagonya mengisap cairan sel tanaman sehingga tanaman                      kering dan akhirnya mati. Kerusakan secara tidak langsung                      terjadi karena serangan penyakit virus kerdil rumput dan kerdil                      hampa yang ditularkannya. Kerusakan berat yang disebabkan                      oleh wereng coklat terkadang ditemukan pada persemaian, tetapi                      sebagian besar menyerang pada saat tanaman padi masak menjelang                      panen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                  &lt;td bg height="65" width="200" style="color:#33ccff;"&gt;  &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:78%;"&gt;Hama                      Wereng coklat mampu menimbulkan kerusakan hebat pada tanaman                      padi bahkan dapat menyebabkan puso.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bila                tanaman padi muda terserang, menjadi berwarna kuning, pertumbuhan                ter-hambat dan tanaman kerdil. Pada serangan yang parah keseluruhan                tanaman menjadi putih, kering dan mati, perkembangan akar merana                dan bagian bawah tanaman yang terserang menjadi terlapisi oleh jamur,                yang berkembang pada sekresi embun madu serangga. Serangga hama                wereng coklat di Indonesia telah diketahui sejak sebelum perang                dunia ke-II dengan luas daerah serangan yang terbatas. Serangan                hama wereng pertama kali dilaporkan pada tahun 1931, yaitu dengan                merusak beberapa petak tanaman padi di daerah Darmaga, Bogor kemudian                Mojokerto pada tahun 1939, di Yogyakarta pada tahun 1940. Sampai                tahun 1951 luas areal yang terserang sekitar 50 - 150 Ha padi sawah                permusim di Jawa. Serangan hebat mulai terdapat di Jawa sekitar                tahun 1969 dan di Sumatera Utara sekitar tahun 1972. Pada sekitar                tahun 1974 terjadi epidemi di Sumatera Utara, Jabar, Jateng dan                Jatim. Dua tahun setelah itu serangan wereng coklat meliputi seluruh                wilayah Indonesia kecuali Irian Jaya dan Maluku. Pada tahun 1976                - 1977 lebih dari 450.000 Ha sawah diserang wereng coklat dan kerugian                yang disebabkannya mencapai 100 juta US $. Pada tahun 1987 beberapa                ribu Ha pertanaman padi di D. I. Yogyakarta dan Jateng terserang                berat wereng coklat. Varietas utama yang banyak terserang adalah                Cisadane. Wereng coklat ini agak berbeda dengan wereng coklat biotipe                1, 2, 3, 4 dan SU. Masalah wereng coklat ini bertambah kompleks                dengan munculnya biotipe-biotipe baru. Hal ini disebabkan oleh kemampuan                wereng coklat yang sangat tinggi untuk beradaptasi terhadap per-ubahan                lingkungan. Siklus hidup wereng coklat yang pendek ( hanya 21- 30                hari dari stadia telur sampai dewasa), kemampuan berreproduksi yang                tinggi ( di alam, seekor wereng betina mampu bertelur 100-600 butir                semasa hidupnya), dan sifatnya yang hanya memakan padi, mendorong                munculnya biotipe baru yang bisa mematahkan resistensi padi yang                semula dianggap tahan. Hal ini terutama bila varietas tahan itu                ketahanannya hanya terdiri dari satu gen dan ditanam monokultur                terus-menerus.&lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;b&gt;PERUBAHAN BIOTIPE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;     Perubahan                biotipe wereng coklat ini sebenarnya terjadi melalui seleksi alam.                Dalam pertanaman padi yang intensif, penggunaan insektisida yang                tidak tepat mematikan musuh alami tapi tidak mematikan telur dan                nimfa wereng secara keseluruhan. Wereng yang selamat merupakan wereng                yang secara genetik memang terseleksi dari lingkungan yang tidak                menguntungkan. Hal ini mungkin terjadi karena populasi wereng coklat                yang tinggi menyebabkan ke-ragaman genetik yang berbeda. Intensifikasi                dengan varietas lokal yang unggul, memunculkan biotipe I yang dapat                memusokan sawah. Kemudian diperkenalkan IR 26, dengan gen resistensi                Bph 1 ( Bph = Brown Plant Hopper ), tapi kemudian muncul biotipe                2 . Selanjutnya dikenalkan IR 36 dengan gen resisten Bph 2 yang                semula resisten terhadap biotipe 2 ternyata bisa dipatahkan dengan                muculnya biotipe 3 yang latent. Lalu diper-kenalkan IR 56 dengan                gen resisten Bph 3, tetapi kembali pertanaman yang monokultur dan                terus-menerus meng-akibatkan gen resisten Bph 3 patah kembali. Kemudian                diperkenalkan IR 64 dengan gen resistens Bph 4 yang tahan terhadap                serangan wereng coklat biotipe 3 sampai sekarang.&lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;b&gt;PENCEGAHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;     Tindakan                pencegahan yang hanya mengandalkan sepenuhnya pada pengendalian                wereng pada penanaman varietas tahan saja, ternyata tidak mencegah                eksplosi serangan. Harus diikuti tindakan lain, seperti pergiliran                antar varietas dan antar tanaman. Sedangkan peng-gunaan insektisida,                hanya dibatasi pada saat diperlukan, tapi bukan untuk pencegahan.                Varietas padi yang tahan saat ini baru mampu dibuat dari satu gen                resisten saja. Memang resistensinya sangat tinggi terhadap serangan                wereng, tetapi tidak bisa bertahan lama karena sifat wereng yang                hanya makan padi dengan keraganan genetik yang tinggi. Sampai saat                ini sudah empat gen resisten wereng coklat yang ditemukan yaitu                Bph 1, Bph 2, Bph 3 dan Bph 4. Waktu pengaturan tanam yang serempak                merupakan prioritas pertama pengendalian wereng, karena secara efektif                menekan populasi wereng melalui pemutusan rantai makan. Wereng coklat                yang bermigrasi ( yang bersayap panjang ), biasanya mencari tanaman                muda didekatnya bila tanaman padi di tempat asal mendekati pembungaan.                Penggunaan insektisida hanya digunakan bila jumlah wereng melewati                ambang ekonomis per rumpunnya. Penyemprotan pun tidak bisa dilakukan                pukul rata pada semua areal yang luas ( Blanket spray ), tetapi                per lokasi serangan. Hal ini selain dapat mencegah matinya musuh                alami yang sebenarnya cukup efektif memangsa wereng coklat, tetapi                juga mencegah munculnya resurjensi dan resistensi wereng coklat                tersebut. Pada Blanket spray, musuh alami mati tapi telur dan nimfa                wereng tidak mati, lalu mereka tumbuh subur karena tidak ada saingannya.                Pada pen-yemprotan per lokasi, wereng di lokasi penyemprotan saja                yang mati dan apabila cara penyemprotannya benar, telur dan nimfanya                pun akan mati, sehingga kemungkinan resistensi yang menjurus timbulnya                biotipe baru, bisa dicegah. Hal ini karena wereng di luar lokasi                penyemprotan berinteraksi melalui per-kawinan dengan wereng di lokasi                penyemprotan sehingga resistensi wereng coklat tersebut terhadap                insektisida dan varietas padi yang ditanam tetap rendah. Penggunaan                pestisida selalu membawa empat resiko yakni resistensi terhadap                hama dan penyakit, munculnya hama dan penyakit baru akibat matinya                musuh alami, resurjensi ( hama penyakit tersebut makin meningkat                populasinya, juga disebabkan oleh matinya musuh alami akibat pestisida                yang disemprotkan ) dan keracunan lingkungan. Setelah sekitar lima                puluh tahun pestisida diperkenalkan, kini ditemukan pestisida generasi                ketiga yang cara kerjanya tidak langsung mematikan serangga, tetapi                merusak atau mengganggu proses fisiologis serangga. Salah satunya                adalah buprofezin, yang dihasilkan Jepang, Mampu menahan telur wereng                menetas dan nimfanya berganti kulit. Karena tidak bisa berganti                kulit, padahal nimfa ini perlu bertambah besar untuk menjadi dewasa,                maka nimfa tersebut akan mati. Namun demikian pestisida ini mempunyai                kendala utama yakni saat pemberiannya yang harus tepat. Hal ini                berhubungan dengan periode migrasi wereng dewasa bersayap panjang                (makro-ptera) pada awal pem-bentukan anakan. Setelah menetap, wereng                coklat mulai berkembang biak satu atau dua generasi pada tanaman                padi stadia vegetataif, tergantung saat migrasinya jika terjadi                2-3 Minggu Setelah Tanam ( MST ), imigran berkembang biak dua generasi.                Puncak populasi nimfa generasi pertama dan ke dua berturut-turut                muncul pada umur padi 5-6 MST dan 10-11 MST. Bila imigrasi terjadi                setelah padi umur 5-6 MST, puncak populasi nimfa hanya satu kali,                yaitu 9-10 MST. Serangga dewasa yang muncul setelah padi berumur                7 MST, umumnya bersayap pendek (brak-hiptera) yang tidak dapat bermigrasi                dan bertelur ditempat asal. Setelah itu, akibat tekanan populasi,                yang muncul adalah makroptera yang jumlahnya meningkat saat tanaman                memasuki stadium pembungaan. Makrotera inilah yang bermigrasi mencari                tanaman padi muda baru di dalam jangkauannya. In-sektisida selain                buprofezin, yaitu yang berbahan aktif karbonat digunakan pada saat                padi berumur 8-11 MST. Di sinilah tampak pentingnya pengamat-an                hama, untuk mendeteksi jumlah populasi wereng coklat dewasa. (red)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.tanindo.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-4462243789640062517?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4462243789640062517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4462243789640062517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/wereng-coklat-sebagai-hama-utama.html' title='WERENG COKLAT Sebagai Hama Utama Tanaman Padi Yang Mudah Mengalami Perubahan Biotipe'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-1379691934496460724</id><published>2010-06-16T19:29:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T19:31:23.894-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR MENANAM KACANG TANAH SECARA BENAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt; #feature-wrapper,#carousel_control,#featured_posts {display:none;padding:0;margin:0;} .post { margin:0 0 15px; padding: 15px 15px; background:#fff url(http://2.bp.blogspot.com/_lxBSX0YJV58/SwQkg_x07sI/AAAAAAAAAi0/CGdD6bqHwXM/s1600/box-bg.gif) repeat-x top left !important;   border:2px solid #eaeaea; } .post-body { padding-bottom:10px; margin:0; line-height:1.6em; background: url(http://4.bp.blogspot.com/_lxBSX0YJV58/SwQk0u1fWeI/AAAAAAAAAj8/KZzJfqsEaNg/s1600/dot.gif) repeat-x bottom; }  .post h3 {  width:543px;  margin: 0px 0px;  padding: 7px 0px 15px 0px;  font-size: 22px;  background: url(http://4.bp.blogspot.com/_lxBSX0YJV58/SwQk0u1fWeI/AAAAAAAAAj8/KZzJfqsEaNg/s1600/dot.gif) repeat-x bottom; } &lt;/style&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_Qx0eUJhk1CQ/TBO1joFzuEI/AAAAAAAAAPg/-wkB_NMuKzQ/s1600-h/kacang%20tanah%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="kacang tanah" style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" alt="kacang tanah" src="http://lh4.ggpht.com/_Qx0eUJhk1CQ/TBO1mXezzGI/AAAAAAAAAPk/ivVywpfKeEQ/kacang%20tanah_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="117" width="154" /&gt;&lt;/a&gt; Salam pertanian. Budidaya kacang tanah bukanlah hal yang sulit, sebagian besar petani kita pasti bisa menanam kacang tanah. Cuma yang jadi permasalannya adalah sudah maksimalkah cara budidaya mereka. Sebagian besar petani kita dalam budidaya kacang tanah tidak pernah diimbangi dengan pemupukan yang sesuai rekomendasi, pengendalian hama dan penyakit kacang tanah dan cara tanam yang tepat. Karena hal tersebut diatas akan mengakibatkan produksivitasnya rendah. Berikut sedikit gambaran bagi rekan-rekan petani yang ingin meningkatkan produksi kacang tanahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;SYARAT PERTUMBUHAN &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;2.1. Iklim     &lt;br /&gt;a. Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.&lt;br /&gt;b. Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.      &lt;br /&gt;c. Kelembaban udara berkisar 65-75 %.      &lt;br /&gt;d.Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;2.2. Media Tanam     &lt;br /&gt;a. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.      &lt;br /&gt;b. pH antara 6,0-6,5.      &lt;br /&gt;c. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.      &lt;br /&gt;d. Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;2.3. Ketinggian Tempat     &lt;br /&gt;Ketinggian penanaman optimum 50 - 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;3.1. Pembibitan     &lt;br /&gt;3.1.1. Persyaratan Benih      &lt;br /&gt;Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:      &lt;br /&gt;a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.      &lt;br /&gt;b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.      &lt;br /&gt;c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.      &lt;br /&gt;d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.      &lt;br /&gt;e. Kadar air benih berkisar 9-12 %. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;3.1.2. Penyiapan Benih     &lt;br /&gt;Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam     &lt;br /&gt;3.2.1. Persiapan dan Pembukaan lahan      &lt;br /&gt;Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.&lt;br /&gt;3.2.2. Pembentukan Bedengan      &lt;br /&gt;Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.      &lt;br /&gt;3.2.3. Pengapuran      &lt;br /&gt;Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 - 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;3.3. Teknik Penanaman      &lt;br /&gt;3.3.1. Penentuan Pola Tanam      &lt;br /&gt;Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.&lt;br /&gt;3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam      &lt;br /&gt;Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.      &lt;br /&gt;3.3.3. Cara Penanaman      &lt;br /&gt;Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman     &lt;br /&gt;3.4.1. Penyulaman      &lt;br /&gt;Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).&lt;br /&gt;3.4.2. Penyiangan dan Pembumbunan      &lt;br /&gt;Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.      &lt;br /&gt;Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.      &lt;br /&gt;3.4.3. Pengairan dan Penyiraman      &lt;br /&gt;Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.&lt;br /&gt;3.4.6. Pemeliharaan Lain      &lt;br /&gt;Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;3.5. Hama dan Penyakit     &lt;br /&gt;&lt;em&gt;3.5.1. Hama&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;&lt;em&gt;a. Uret &lt;/em&gt;     &lt;br /&gt;Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;b. Ulat Penggulung Daun&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;d. Ulat Jengkal (Plusia sp)&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Gejala: menyerang daun kacang tanah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;em&gt;e. Kumbang Daun&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;em&gt;3.5.2. Penyakit&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;&lt;em&gt;a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;b. Penyakit sapu setan&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;em&gt;c. Penyakit Bercak Daun&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;d. Penyakit Gapong&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;e. Penyakit Sclerotium&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;f. Penyakit Karat&lt;/em&gt;      &lt;br /&gt;Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;3.6. Panen     &lt;br /&gt;Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:&lt;br /&gt;a) Batang mulai mengeras.      &lt;br /&gt;b) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.      &lt;br /&gt;c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://gerbangtani.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-1379691934496460724?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1379691934496460724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1379691934496460724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/belajar-menanam-kacang-tanah-secara.html' title='BELAJAR MENANAM KACANG TANAH SECARA BENAR'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_Qx0eUJhk1CQ/TBO1mXezzGI/AAAAAAAAAPk/ivVywpfKeEQ/s72-c/kacang%20tanah_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-3383553383032626946</id><published>2010-06-14T20:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T20:47:00.842-07:00</updated><title type='text'>Kerugian yang ditimbulkan penggerek batang padi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://minyakatsiriindonesia.files.wordpress.com/2009/06/0g64.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 400px;" src="http://minyakatsiriindonesia.files.wordpress.com/2009/06/0g64.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karena bagian dalam batang dimakan hama penggerek, maka aliran air yang membawa unsur hara terganggu, sehingga batang menjadi lemah dan mudah patah. Gangguan akan menjadi besar bila pemindahan semai padi ke lapangan terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggerek batang padi putih dan bergaris masuk ke dalam pelepah daun dan berjalan menuju ke titik tumbuh, sehingga merusak tanaman tersebut. Hama ini disebut sundep. Sesudah tanaman menjadi rusak, ulat mencari tanaman padi yang baru sebagai sumber makanan sehingga kerusakan menjadi lebih besar. Jika tanaman padi yang diserang masih muda, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan karena kerusakan teras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tanaman padi yang diserang sesudah bulirnya terbentuk, maka aliran air yang membawa undur hara pada malai terganggu. akibatnya, tanamn padi menghasilkan malai-malai yang hampa dan berwarna keputih-putihan sehingga disebut hama beluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulat penggerek batang yang telah masuk kedalam batang padi akan sulit untuk dikendalikan, karena kabut semprotan tidak dapat masuk ke dalam batang sehingga ulat tidak mati. Oleh karena itu, perkembangan hama ini harus dicegah secepat mungkin, jangan sampai terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambang batas ekonomi serangan hama penggerek batang padi adalah bila ada 2 ngengat dewas atau satu kelompok telur/m2 atau 10% sundep atau 2% beluk. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-3383553383032626946?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3383553383032626946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3383553383032626946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/kerugian-yang-ditimbulkan-penggerek.html' title='Kerugian yang ditimbulkan penggerek batang padi'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4919855575384953547</id><published>2010-06-07T20:09:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T20:09:00.552-07:00</updated><title type='text'>Penggerek batang padi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ikagisumatera.com/img2/sfd2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 108px;" src="http://ikagisumatera.com/img2/sfd2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada beberapa jenis hama penggerek batang tanaman padi. antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Penggerek batang padi putih: Scirpophaga innotata Wlk. sundep adalah hama yang merusak tanaman padi sebelum berbunga. Beluk adlah hama yang merusak tanaman padi ketika akan berbunga, sehingga seluruh malai menjadi kering.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggerek pada batang padi kuning:&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggerek batang padi bergaris&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggerek batang padi merah jambu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggerek batang padi kepala hitam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serangan hama penggerek batang padi paling banyak pada akhir musim hujan. Jumlah hama ini bertambah besar bila terjadi beberapa kali penenan setiap tahunya, karena hama penggerek batang padi selalu mendapat makanan yang tetap dari tanaman padi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Daur Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daur hidup semua penggerek batang padi hampir sama. Ngengat betina dewasa bertelur lebih kurang 200 butir yang diletakkan pada daun atau pelepah daun tanaman dan telurnya ditutup dengan bulu-bulu seperti beludru berwarna coklat muda. Beberapa telur akan berbentuk sisik. Telur akan menetas sesudah 5-10 hari, kemudian larva makan daun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari kemudian, mereka menggerek batang dan masuk kedalam batang dan makan bagian dalam batang padi. Penggerek batnag padi kepala hitam terutama makan buku batang padi sehingga batang padi yang diserang akan patah. Tingkatan larva lamanya sekitar 28-35 hari. Larva menjadi pupa pada pangkal batang padi, walaupun mungkin juga terjadi dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sekitar 10 hari pupa menetas jadi ngengat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-4919855575384953547?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4919855575384953547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4919855575384953547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/penggerek-batang-padi.html' title='Penggerek batang padi'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2572533976626877253</id><published>2010-06-01T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T21:02:00.443-07:00</updated><title type='text'>Pertanian Tumpangsari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda hanya memiliki lahan yang sempit, jangan takut berharap bisa menuai hasil panen yang besar. Sekarang sudah ada resepnya. Petani di lereng Gunung Merapi membuktikan. Resep manjur itu adalah sistem tanam tumpangsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tanam model tumpangsari bukanlah hal baru bagi petani. Ide dasarnya adalah menanam beberapa jenis tanaman dalam satu lahan. Sistem ini mengurangi pengeluaran petani untuk biaya pengolahan lahan serta meningkatkan hasil panen berlipat ganda. Menurut, Nur Sriyanto, Sekretaris Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten, sistem tanamsari tak jauh beda dengan pengolahan lahan biasa. Namun, petani perlu menjadwal waktu tanam jenis-jenis tanaman yang akan dibudidayakan secara teliti. Sebagai contoh, petani ingin membudidayakan loncang, kol bunga atau kol bulat, sawi, dan cabe. Maka, petani perlu memahami sifat-sifat masing-masing jenis tanaman terlebih dahulu untuk membuat jadwal tanamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah pengolahan lahan selesai, petani mesti menanam kol bunga dan cabe. Perlakukan dua jenis tanaman ini tidak jauh berbeda. Petani juga bisa juga menanam sawi di sepanjang tepi gulutan. Kol bunga akan bisa dipanen setelah umur dua bulan. Sementara cabe baru bisa dipanen setelah empat bulan. Sambil menunggu panen cabe, petani dalam waktu yang relatif singkat bisa memanen kol bunga dan sawi. Hasil panen kol bunga dan sawi bisa mengembalikan 50 prosen modal yang dikeluarkan petani. Setelah panen kol bunga dan sawi, kol bunga bisa diganti tanaman loncang, sementara sawi akan terus bisa dipanen secara periodikal. Loncang sekitar 2 bulan selanjutnya bisa dipanen," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menanam loncang, petani mulai melakukan perawatan terhadap tanaman cabe, terutama penanggulangan hama, memberi pupuk tambahan, dan penyiangan. Loncang bisa dipanen setiap saat, perawatannya juga mudah. Budidaya loncang bisa menjadi masukan harian bagi petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil panen jenis tanaman loncang, sawi, kol bunga, kol bulat, petani sudah dapat mengembalikan modal. Bahkan, jika harga tidak anjlog petani bisa mendapat keuntungan," lanjut Nur Sriyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem tanam seperti tanaman cabe bisa dikatakan sebagai keuntungan petani. Berapapun harga cabe, petani tetap untung. Terlebih jika harga cabe sedang bagus, maka petani bisa memperoleh pendapatan yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk petani lahan kering, pengolahan lahan dilakukan pada bulan Oktober dan November. Pada bulan Desember, saat musim hujan petani mulai melakukan kegiatan tanam. Pada akhir Januari petani sudah bisa panen sawi. Jadi, petani bisa mendapat pemasukan. Pada awal maret petani bisa panen kol bunga, dan locang dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa dikatakan oleh Srijono, warga Desa Tegalmulyo, Kemalang. Ia mencontohkan untuk lahan seluas 1000 M2, untuk pengolahan lahan petani mengeluarkan modal 500 ribu, pupuk kandang 200 ribu, plastik mulsa 400 ribu, bibit 650 ribu, obat-obatan 300 ribu, dan ongkos perawatan 300 ribu, jadi total pengeluaran petani sebesar 2,35 juta. Sementara penghasilan petani dari kol bunga sebesar 1 juta, sawi sebesar 1,2 juta, loncang sebesar 1,8 juta, dan dari cabe sebesar 2,5 juta. Jadi, penghasilan petani sebesar 7,5 juta. Petani juga mendapat tambahan dari sisa-sisa panen yang dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hambatan utama petani adalah angin musiman, naik-turun harga pasaran, dan serangan kera. Idealnya ada komunikasi antara petani, kelompok tani, dan pemerintah untuk mencari jalan keluar yang terbaik," lanjunya. Srijono optimis dalam harga yang anjlog pun dengan sistem tumpangsari petani tidak rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://paryo.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2572533976626877253?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2572533976626877253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2572533976626877253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/06/pertanian-tumpangsari.html' title='Pertanian Tumpangsari'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-1472836747677887270</id><published>2010-05-31T19:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T19:16:00.181-07:00</updated><title type='text'>Tanaman Industri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Selain tanaman pangan, Indonesia juga kaya akan &lt;strong&gt;tanaman industri&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;holtikultura&lt;/strong&gt;. Tanaman tersebut merupakan salah satu kekayaan alam yang tak ternilai yang bermanfaat untuk konsumsi dalam dan luar negeri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-113" style="margin: 2px 6px;" title="kelapa_sawit" src="http://duniatanaman.com/wp-content/uploads/2008/04/kelapa_sawit-300x225.jpg" alt="kelapa_sawit" height="225" width="300" /&gt;Tanaman industri adalah komoditas untuk memajukan perekonomian negara serta sebagai penghasil devisa dengan mengekspornya ke negara lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanaman industri tersebar di berbagai dataran di Indonesia dari ujung nusantara ke ujung lainnya. Sayangnya karena nilai tanaman ini sangat tinggi, terkadang harus mengorbankan keseimbangan alam. Contohnya untuk membuka lahan kelapa sawit banyak warga yang mengorbankan hutan tropis. Ketidakseimbangan alam tersebut mengakibatkan banyak bencana alam yang akhir-akhir ini marak terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kerusakan hutan menjadi hal yang sangat biasa terjadi dan tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal ini tidak seharusnya terjadi dan perlu penanganan lebih lanjut. Beberapa tanaman industri diantaranya adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kelapa Sawit, Kopi, Tembakau, Cengkeh, Coklat, Tebu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://duniatanaman.com&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-1472836747677887270?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1472836747677887270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1472836747677887270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/tanaman-industri.html' title='Tanaman Industri'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-330019609956780952</id><published>2010-05-31T06:19:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T06:19:00.136-07:00</updated><title type='text'>Menanam secara polikultur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://agricenter.jogjaprov.go.id/images/Image/Markisa/102_7139_533_400.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 319px; height: 239px;" src="http://agricenter.jogjaprov.go.id/images/Image/Markisa/102_7139_533_400.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bertanam secara polikultur adalah menanam bermacam-macam tanaman pada waktu dan lahan yang sama. Setelah di coba lebih dari 20 tahun ternyata tanaman monokultur lebih bermasalah daripada tanaman polikultur. dengan  menanam tanaman yang berabeka ragam dapat mengurangi serangan hama dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman tanaman yang beraneka ragam dapat dikerjakan dengan cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tumpangsari, yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dan dalam waktu yang bersamaan, serta dalam barisan-barisan yang teratur. Disebut juga intercropping.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman perangkap, yaitu menanam tanaman yang lebih menarik daripada tanaman pokok. Disebut juga trap croping.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daya tarik tanaman, yaitu tanaman yang dapat memberikan makanan atau melindungi serangga yang bermanfaat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyamaran tanaman pokok, misalnya buncis ditanam diantara tunggul jerami, sehingga lalat agromyza tidak melihat semai buncis diantara tunggul jerami tersebut. Dengan demikian, tanaman buncis tetap sehat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman adas ditanam diantara kobis bunga untuk memberi aroma yang enak sehingga hama lebih tertarik pada tanaman adas daripada tanaman kobis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan tekstur atau warna dari latar belakang tanaman, sehingga hama aphis lebih tertarik pada tanaman kol dengan tanah kosong daripada tanah yang berumput dengan latar belakang bermacam-macam tanaman, beberapa serangga tidak suka warna merah dan opal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman yang menghasilkan bau yang kuat, misalnya bawang putih, bawang merah, bawang daun(prei,oncang), kemangi, selasih, ketumbar, sering kali menolak serangga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengalihkan perhatian hama dari tanaman pokok ke tanaman kedua yang lebih disenangi (sebagai tanamn perangkap)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-330019609956780952?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/330019609956780952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/330019609956780952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/menanam-secara-polikultur.html' title='Menanam secara polikultur'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-3163025622751297766</id><published>2010-05-30T19:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T19:18:00.355-07:00</updated><title type='text'>Tanaman obat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Keanekaragaman hayati yang ada di bumi ini tak hanya digunakan sebagai bahan pangan ataupun untuk dinikmati keindahanannya saja, tetapi juga bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati berbagai penyakit. Tanaman yang ada, terutama yang tumbuh di Indonesia dikenal sebagai bahan yang ampuh untuk obat dan digunakan sebagai bahan baku industri obat di Indonesia selain juga sebagai obat-obatan tradisional. Sebenarnya, tanaman yang berguna sebagai obat dapat juga ditemui sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanaman seperti &lt;em&gt;kunyit, &lt;strong&gt;jahe&lt;/strong&gt;, jeruk pecel&lt;/em&gt; dapat ditanam di pekarangan rumah dan berguna sebagai pengusir berbagai penyakit ringan sehari-hari seperti batuk, masuk angin dan panas dalam. Tak hanya itu, beberapa tanaman yang ada Indonesia terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit yang lebih berat. Beberapa bahkan dipercaya dapat mengatasi penyakit mematikan seperti AIDS, kanker dan sebagainya. Tanaman obat juga dapat dijadikan alternatif berobat yang lebih aman dan alami. Selain itu, tanaman obat juga baik untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit dan tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanaman obat dapat dikonsumsi dengan cara diolah terlebih dahulu. Beberapa tanaman obat dapat digunakan sehari-hari dan diolah dengan cara sederhana seperti direbus dan dicampur dengan air atau bahan-bahan lainnya, sedangkan tanaman yang lain diolah secara modern oleh pabrik atau industri rumah tangga dengan cara dikeringkan dan dikemas dalam kemasan yang praktis untuk dikonsumsi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Walaupun telah banyak tanaman obat yang diproduksi secara moderen, masyarakat yang mengkonsumsi harus tetap cermat dalam memilih produk tanaman obat. Cek kadaluarsa dan produk apakah masih dalam keadaan baik atau telah rusak. Perhatikan pula kode produksi apakah telah terdaftar di Badan POM. Alangkah lebih baik jika memilih produk yang kemasannya lebih baik dan tersegel dengan baik. Memang biasanya agak lebih mahal akan tetapi lebih baik karena aman untuk kesehatan anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah tanaman obat yang banyak dikenal oleh masyarakat dan yang sering diolah menjadi produk yang baik untuk kesehatan tubuh atau mengobati penyakit :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;strong&gt;Kina &lt;/strong&gt;:  Kina adalah satu-satunya bahan yang ampuh untuk &lt;em&gt;mengobati malaria&lt;/em&gt;. Pohon kina merupakan pohon perdu yang berkayu dan warnanya selalu hijau dengan kulit kayu yang tebal. Kina berkembang biak dengan cara berbunga dengan bakal buah di dalam bunga. Obat kina diproduksi dari kulit pohonnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jahe &lt;/strong&gt;: Jahe adalah tanaman berakar rimpang dan bahan berkasiat pada tanaman ini terletak pada akarnya. Jahe popular sebagai minuman yang dapat &lt;em&gt;menghangatkan tubuh&lt;/em&gt;. Meminum sari jahe dipercaya juga dapat mengembalikan kesegaran tubuh. Cara membuat minuman jahe cukup mudah, hanya digepengkan dan kemudian diseduh dengan air hangat kemudian dapat ditambahkan gula atau bahan lainnya seperti kopi dan the.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Lidah buaya&lt;/strong&gt; : selain berfungsi sebagai tanaman hias, lidah buaya juga memiliki berbagai manfaat yang berguna baik untuk kesehatan ataupun kecantikan. Sejak berabad lamanya lidah buaya atau lebih dikenal dengan aloevera ini digunakan sebagai bahan untuk merawat kecantikan para putri raja. Sebagai obat, aloevera bermanfaat untuk &lt;em&gt;memperlambat tumbuhnya virus HIV&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;memperbaiki sistim pencernaan, membunuh kuman dan menghilangkan rasa sakit&lt;/em&gt;. Sebagai bahan kecantikan aloevera bermanfaat untuk melindungi kulit dari kekeringan dan dehidrasi, &lt;em&gt;merangsang tumbuhnya sel sel kulit yang baru&lt;/em&gt;, serta dapat menyuburkan rambut. Tak hanya itu lidah buaya ini juga dapat dikonsumsi dan dapat digunakan sebagai bahan campuran minuman yang menyegarkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="size-thumbnail wp-image-112 alignright" style="margin: 2px 6px;" title="temulawak" src="http://duniatanaman.com/wp-content/uploads/2008/04/temulawak-150x150.jpg" alt="temulawak" height="150" width="150" /&gt;Temulawak &lt;/strong&gt;: merupakan tanaman obat yang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat jawa. Temulawak merupakan tumbuhan asli Indonesia dan memiliki khasiat yang lengkap. Temulawak atau juga disebut Curcuma biasanya diberikan kepada anak anak untuk &lt;em&gt;menambah nafsu makan&lt;/em&gt; mereka. Temulawak juga dapat menghilangkan flek-flek hitam pada wajah dan kandungan minyak atsirinya dapat membersihkan isi perut serta &lt;em&gt;memperlancar ASI pada wanita yang menyusui&lt;/em&gt;. Penelitian lebih lanjut mengemukakan bahwa temulawak sangat ampuh untuk mengobati penyakit hati atau penyakit liver dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena dalam temulawak terdapat kandungan kurkumin yang &lt;em&gt;dapat menyehatkan hati&lt;/em&gt;. Sama seperti jahe dan kencur, cara mengkonsumsi temulawak adalah dengan diparut dan diambil sari airnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kayu putih&lt;/strong&gt; : kayu putih sangat dikenal di Indonesia yang berfungsi untuk &lt;em&gt;menghangatkan badan&lt;/em&gt;. Kayu putih juga termasuk tanaman industri dan pemrosesannya adalah dengan menyuling minyak yang dihasilkan dari daunnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kencur &lt;/strong&gt;: merupakan bumbu masak yang popular di kalangan masyarakat Indonesia. Kencur dipakai hamper di seluruh masakan Indonesia. Sebagai tanaman obat, kencur sangat bermanfaat untuk &lt;em&gt;mengobati batuk, menghilangkan nafas tidak sedap, menghilangkan kembung dan mual masuk angin&lt;/em&gt; serta manfaat-manfaat lainnya. Selain diseduh sarinya setelah diperas, kunir juga dapat dimakan mentah-mentah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kunir &lt;/strong&gt;: kunir merupakan satu kelompok tanaman yang sama dengan jahe dan kencur, yaitu tanaman berakar rimpang. Kunir mudah dikenali karena warnanya yang kuning. Selain menjadi bumbu masak utama untuk berbagai makanan Indonesia, kunir juga bermanfaat untuk &lt;em&gt;mencegah sariawan, panas dalam, serta baik untuk wanita hamil dan menyusui&lt;/em&gt;. Cara sederhana untuk mengkonsumsi kunir adalah dengan memarut kunir dan memeras sari parutannya lalu merebusnya dengan air panas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="size-thumbnail wp-image-111 alignright" style="margin: 2px 7px;" title="mahkota_dewa" src="http://duniatanaman.com/wp-content/uploads/2008/04/mahkota_dewa-150x150.jpg" alt="mahkota_dewa" height="150" width="150" /&gt;Mahkota Dewa&lt;/strong&gt; : merupakan tanaman yang sangat terkenal yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tanaman mahkota dewa ini sebenarnya &lt;em&gt;berasal dari Papua&lt;/em&gt; dan memiliki berbagai zat aktif yang seperti &lt;em&gt;alkaloid, saponin, flavonoid dan polivenol&lt;/em&gt;. Beberapa manfaat tanaman ini untuk kesehatan adalah sebagai zat ampuh untuk detoksifikasi &lt;em&gt;menghilangkan racun racun dalam tubuh, sumber anti bakteri dan virus, dapat meningkatkan sistim kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan darah, melancarkan peredaran darah ke seluruh tbuh, mengurangi kandungan kolesterol dan resiko penyakit jantung koroner, mengandung antiinlamasi, sebagai anti oksidan dan dapat membantu mengurangi sakit pada saat pendarahan.&lt;/em&gt; Tumbuhan ini tidak besar namun dapat tumbuh hingga sepanjang 3 meter. Buahnya berwarna merah dan tumbuh dari batang hingga ke ranting.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignright size-thumbnail wp-image-114" style="margin: 2px 5px;" title="mengkudu" src="http://duniatanaman.com/wp-content/uploads/2008/04/mengkudu-150x150.jpg" alt="mengkudu" height="150" width="150" /&gt;Mengkudu &lt;/strong&gt;: mengkudu adalah tanaman tradisional yang banyak tumbuh dimana mana dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman ini termasuk dalam jenis kopi-kopian dengan tumbuhan yang tidak terlalu tinggi. Buahnya hijau dengan bentuk yang lonjong dan bertotol totol dnegan biji yang banyak dan kecil dalam daging buahnya. Mengkudu banyak berkembang biak secara liar namun banyak juga yang memelihara tanaman ini di halaman rumah. Mengkudu juga dikenal dengan nama pace yang bermanfaat sebagai salah satu obat untuk &lt;em&gt;mengurangi hipertensi, sakit kuning, demam, flu, batuk, dan sakit perut&lt;/em&gt;. Tanaman ini juga bermanfaat untuk kecantikan yaitu menghilangkan sisik pada kaki. Pada dasarnya buah mengkudu yang masak berbau tidak sedap, namun justru buah itulah yang mengandung banyak zat penting seperti morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol yang sangat bermanfaat untuk kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Buah merah&lt;/strong&gt; : Buah merah merupakan tanaman obat yang popular setelah mahkota dewa. Sama dengan tanaman mahkota dewa, buah merah juga berasal dari Papua. Buah merah sangat terkenal karena dipercaya dapat &lt;em&gt;mengurangi virus HIV dalam darah&lt;/em&gt;. Tanaman ini tumbuh menyerupai pandan dengan tinggi tanaman hingga 16 m yang dikokohkan dengan akar tunjang. Seperti namanya buah merah berwarna merah marun saat matang namun ada juga buah yang berwarna coklat atau coklat kekuningan. Buah ini dapat juga bermanfaat untuk mencegah penyakit mata, cacingan, kulit dan meningkatkan stamina tubuh. Selain itu buah merah dipercaya dapat mengobati penyakit kanker. Buah merah banyak mengandung &lt;em&gt;antioksidan seperti karoten, beta haroten dan tokoferol serta asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, omega 3 dan omega 9&lt;/em&gt; yang selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh juga dapat menangkal pembentukan radikal bebas dalam tubuh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://duniatanaman.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-3163025622751297766?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3163025622751297766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3163025622751297766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/tanaman-obat.html' title='Tanaman obat'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-5767287876950518570</id><published>2010-05-29T19:15:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T19:15:00.113-07:00</updated><title type='text'>Tanaman Pangan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Indonesia adalah negara agraris tempat tumbuh berbagai jenis tanaman pangan. Walaupun saat ini banyak sekali tanaman budidaya pertanian yang diekspor namun dulunya Indonesia pernah dikenal sebagai negara swasembada pangan. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itu, sebagian besar tanaman pangan yang ditanam di negara ini adalah padi. Daerah lumbung padi di Indonesia sebagian besar adalah di pulau Jawa, Bali dan Sumatra. Walaupun sebagian besar beras diekspor dari negara lain, namun ketiga pulau inilah yang menyumbang konsumsi beras nasional. Selain padi, makanan pokok lainnya adalah sagu, singkong, jagung serta ubi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanaman pangan yang dapat ditemui sehari-hari dan ditanam di pekarangan rumah adalah sayur mayur dan buah-buahan yang dapat diolah menjadi masakan dan beberapa tanaman dapat dimakan tanpa harus dimasak. Di Jawa Barat, sebagian besar masyarakatnya biasa memakan sayuran mentah yang dijadikan lalapan dan sebagian besar dari sayuran tersebut diambil dari kebun mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-125" style="margin: 2px 6px;" title="kedelai" src="http://duniatanaman.com/wp-content/uploads/2008/04/kedelai-300x296.jpg" alt="kedelai" height="296" width="300" /&gt;Memakan &lt;em&gt;sayuran dari kebun sendiri lebih sehat daripada membeli sayuran di pasar karena sayuran kebun tumbuh secara alami tanpa terkena bahan-bahan yang berbahaya seperti pestisida&lt;/em&gt;. Banyak memakan sayuran dan buah sangatlah baik untuk kesehatan. Selain mengandung banyak serat dan vitamin, tanaman juga dapat membuat awet muda, memuluskan kulit serta melunturkan lemak.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selain kedua jenis tanaman tersebut, jenis tanaman pangan lainnya adalah tanaman yang dapat diolah menjadi makanan lain atau jenis &lt;em&gt;holtikultura&lt;/em&gt;. Salah satu contoh jenis tanaman ini adalah kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi tempe, tahu, susu dan makanan lainnya. Tanaman holtikultura juga merupakan bagian dari pertanian yang memiliki peranan penting bagi dunia industri di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanaman tersebut menjadi bahan baku pokok untuk berbagai produk makanan, baik yang diawetkan/instan atau makanan lainnya. Selain itu, holtikultura juga mendatangkan devisa bagi negara yaitu sebagai &lt;strong&gt;komoditas ekspor&lt;/strong&gt;. Sayangnya dunia pertanian di Indonesia saat ini mengalami kemunduran.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hal ini disebabkan karena pemerintah tidak menaruh minat serius untuk mengembangkan berbagai bibit tanaman unggul seperti yang difokuskan pada jaman Orde Baru ketika Indonesia terkenal jaya sebagai negara swasembada pangan yang menjadi kiblat percontohan negara-negara lainnya terutama negara tetangga.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun, walaupun beberapa bahan makanan pokok dan tanaman holtikultura penting saat ini masih diimpor dari negara lain, kebutuhan tanaman pangan di Indonesia masih mencukupi untuk konsumsi pangan masyarakat Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://duniatanaman.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-5767287876950518570?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5767287876950518570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5767287876950518570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/tanaman-pangan.html' title='Tanaman Pangan'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2156061967644351229</id><published>2010-05-28T19:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T19:10:00.669-07:00</updated><title type='text'>Ilmu Tanaman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ilmu tanaman sebenarnya sangatlah penting walaupun banyak yang belum menyadarinya. Banyak yang melupakan bahwa tanamanlah yang menyuport hidup miliaran umat manusia di dunia. Dari tanaman kita mendapatkan oksigen untuk bernafas dan dari tanaman pulalah kita mendapatkan bahan makanan kita.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semakin lama lahan untuk hidup tanaman semakin terbatas padahal kebutuhan hidup manusia semakin membesar.Selain menjadi bahan utama dalam penyediaan makanan bagi seluruh mahluk hidup di dunia, tanaman juga dapat menjadi solusi energy masa depan. Penyediaan bahan bakar minyak semakin lama akan semakin berkurang dan bisa jadi keeksistensiannya akan lenyap dari muka bumi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penjagaan eksistensi tanaman baik tanaman pangan ataupun jenis tanaman lainnya seperti tanaman hias dan tanaman industry membutuhkan perhatian tersendiri dari manusia. Pengembangan varietas tanaman baru dengan sifat-sifat keunggulan harus ditingkatkan dengan melakukan penelitian lebih lanjut di bidang pertanian. Pembelajaran tentang ilmu tanaman saat ini mulai digalakkan oleh beberapa pemerintah berbagai negara di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selain itu ilmu tanaman saat ini mulai diminati dan menjadi titik balik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Sayangnya di Indonesia para peneliti dipandang sebelah mata dan posisinya tidak lebih baik dibandingkan dengan para pelaku ekonomi padahal peran sertanya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;sangat penting untuk meningkatkan perbaikan terutama perbaikan di bidang pertanian. Pemerintah sebaiknya dapat memberikan rangsangan berupa gaji yang lebih baik kepada para peneliti serta memberi kesempatan berupa beasiswa ke luar negeri untuk memberikan hasil yang terbaik untuk bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sayangnya, karena gaji peneliti di Indonesia jauh lebih kecil serta tidak adanya penjaminan untuk hidup yang layak, banyak peneliti Indonesia yang belajar di luar negeri lebih memilih untuk bekerja di negara lain. Hal ini sebenarnya sangat merugikan Indonesia karena Indonesia telah kehilangan orang orang yang berjasa menciptakan teknologi yang dapat membawa Indonesia menuju ke negara yang lebih maju.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://duniatanaman.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-2156061967644351229?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2156061967644351229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2156061967644351229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/ilmu-tanaman.html' title='Ilmu Tanaman'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-5923206393203890968</id><published>2010-05-27T19:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T19:08:00.849-07:00</updated><title type='text'>Mentimun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mentimun ternyata memiliki beragam khasiat. Biji mentimun memiliki racun alkaloid jenis hipoxanti untuk mengobati anak-anak yang &lt;em&gt;&lt;strong&gt;menderita cacingan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu mentimun dapat digunakan untuk mengobati penyakit disentri. Kandungan yang terdapat pada mentimun antara lain 0.65% protein, 0.1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2.2%, kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, B1, B2, dan C.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apabila anda menderita &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sakit pada tenggorokan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang menyebabkan sulit bicara (batuk) dapat dirawat dengan biji mentimun. Caranya sedikit biji mentimun dicampurkan dengan sedikit garam dan dikumur beberapa hari sekali. Pengobatan ini dipercaya dapat mengembalikan suara yang hilang akibat sakit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penyakit pening-pening yang berakibat menurunkan berat badan dapat diatasi dengan mengkonsumsi mentimun mentah atau yang telah dimasak. Selain itu, mentimun juga dapat mengobati penyakit disentri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bersihkan ginjal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Selain mampu menurunkan demam, &lt;strong&gt;mencegah sariawan&lt;/strong&gt;, menurunkan tekanan darah tinggi, tanaman merambat ini juga mampu membersihkan ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1. tekanan darah tinggi – parut buah mentimun dan peras airnya kemudian diminum 2 – 3 kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2. sariawan – setiap hari makan buah ketimun sebanyak 9 buah lakukan secara rutin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3. Membersihkan ginjal – parut buah mentimun dan peras airnya kemudian diminum sedikit demi sedikit sampai lambung terbiasa menerima cairan mentimun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;4. Demam – parut mentimun dan letakan hasil parutan diatas perut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;5. Jerawat – cuci dan iris kecil kecil buah mentimun kemudia letakkan diatas jerawat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://duniatanaman.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-5923206393203890968?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5923206393203890968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5923206393203890968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/mentimun.html' title='Mentimun'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-3227813661191941881</id><published>2010-05-26T19:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T19:03:00.267-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Tanaman Anggrek</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber :  &lt;a href="http://www.deptan.go.id/ditlinhorti/"&gt;http://www.deptan.go.id/ditlinhorti/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;A.  ASPEK LINGKUNGAN&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara alami anggrek (Famili Orchidaceae) hidup epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain, namun dalam pertumbuhannya anggrek dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, seperti faktor lingkungan, antara lain sinar matahari, kelembaban dan temperatur serta pemeliharaan seperti : pemupukan, penyiraman serta pengendalian OPT.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-9"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya anggrek-anggrek yang dibudidayakan memerlukan temperatur 28 + 2° C dengan temperatur minimum 15° C. Anggrek tanah pada umumnya lebih tahan panas dari pada anggrek pot. Tetapi temperatur yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelembaban nisbi (RH) yang diperlukan untuk anggrek berkisar antara 60–85%. Fungsi kelembaban yang tinggi bagi tanaman antara lain untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi. Pada malam hari kelembaban dijaga agar tidak terlalu tinggi, karena dapat mengakibatkan busuk akar pada tunas-tunas muda. Oleh karena itu diusahakan agar media dalam pot jangan terlampau basah. Sedangkan kelembaban yang sangat rendah pada siang hari dapat diatasi dengan cara pemberian semprotan kabut (mist) di sekitar tempat pertanaman dengan bantuan sprayer. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarakan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu, simpodial dan monopodial. Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama, bunga ke luar dari ujung batang dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh. Kecuali pada anggrek jenis Dendrobium sp. yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh dari anggrek tipe simpodial antara lain : &lt;em&gt;Dendrobium sp., Cattleya sp., Oncidium sp. &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Cymbidium sp.  &lt;/em&gt;Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat di ujung batang, pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang. Bunga ke luar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial antara lain : &lt;em&gt;Vanda sp.&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Arachnis sp.&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Renanthera sp., Phalaenopsis sp., &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Aranthera sp.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Habitat tanaman anggrek dibedakan menjadi  4 kelompok sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Anggrek &lt;strong&gt;epifit&lt;/strong&gt;, yaitu anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari, misalnya &lt;em&gt;Cattleya sp. &lt;/em&gt; memerlukan cahaya +40%, &lt;em&gt;Dendrobium sp.&lt;/em&gt; 50–60%, &lt;em&gt;Phalaenopsis sp.&lt;/em&gt; + 30 %, dan &lt;em&gt;Oncidium sp.&lt;/em&gt;  60 – 75 %.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anggrek &lt;strong&gt;terestrial&lt;/strong&gt;, yaitu anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung, misalnya &lt;em&gt;Aranthera sp., Renanthera sp., Vanda sp.&lt;/em&gt;  dan &lt;em&gt;Arachnis sp.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tanaman anggrek terestrial membutuhkan cahaya matahari 70 – 100 %, dengan suhu siang berkisar antara 19 – 380C, dan malam hari 18–210C. Sedangkan untuk anggrek jenis &lt;em&gt;Vanda sp.&lt;/em&gt; yang berdaun lebar memerlukan sedikit naungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Anggrek &lt;strong&gt;litofit&lt;/strong&gt;, yaitu anggrek yang tumbuh pada batu-batuan, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh, misalnya &lt;em&gt;Dendrobium phalaenopsis.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Anggrek &lt;strong&gt;saprofit&lt;/strong&gt;, yaitu anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta membutuhkan sedikit cahaya matahari, misalnya &lt;em&gt;Goodyera sp.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-3227813661191941881?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3227813661191941881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3227813661191941881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/budidaya-tanaman-anggrek.html' title='Budidaya Tanaman Anggrek'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-5961887518481935172</id><published>2010-05-25T18:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T18:59:00.719-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Tanaman Lada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanaman lada termasuk tanaman rempah yang banyak dikembangkan di Indonesia. PT. Natural Nusantara berupaya membantu meningkatkan produksi tersebut secara kuantitas, kualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan(Aspek K-3). &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.1. Iklim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Curah hujan 2.000-3.000 mm/th.&lt;br /&gt;- Cukup sinar matahari (10 jam sehari).&lt;br /&gt;- Suhu udara 200C – 34 0C.&lt;br /&gt;- Kelembaban udara 50% – 100% lengas nisbi dan optimal antara 60% – 80% RH.&lt;br /&gt;- Terlindung dari tiupan angin yang terlalu kencang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.2. Media Tanam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Subur dan kaya bahan organik&lt;br /&gt;- Tidak tergenang atau terlalu kering&lt;br /&gt;- pH tanah 5,5-7,0&lt;br /&gt;- Warna tanah merah sampai merah kuning seperti Podsolik, Lateritic, Latosol dan Utisol.&lt;br /&gt;- Kandungan humus tanah sedalam 1-2,5 m.&lt;br /&gt;- Kelerengan/kemiringan lahan maksimal ± 300.&lt;br /&gt;- Ketinggian tempat 300-1.100 m dpl.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3.1. Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Terjamin kemurnian jenis bibitnya&lt;br /&gt;- Berasal dari pohon induk yang sehat&lt;br /&gt;- Bebas dari hama dan penyakit&lt;br /&gt;- Berasal dari kebun induk produksi yang sudah berumur 10 bulan-3 tahun   (Kebutuhan bibit ± 2.000 bibit tanaman perhektar)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Cangkul  1, pembalikan tanah sedalam 20-30 cm.&lt;br /&gt;b. Taburkan kapur pertanian dan diamkan 3-4 minggu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dosis kapur pertanian :&lt;br /&gt;- Pasir dan Lempung berpasir: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.&lt;br /&gt;- Lempung: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 1,7 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.&lt;br /&gt;- Lempung Berdebu: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 2,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 3,2 ton/ha.&lt;br /&gt;- Lempung Liat: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 3,4 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 4,2 ton/ha.&lt;br /&gt;c. Cangkul  2,  haluskan dan ratakan tanah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Sistem penanaman adalah monokultur (jarak tanam 2m x 2m). Tetapi juga bisa ditanam dengan tanaman lain.&lt;br /&gt;- Lubang tanam dibuat limas ukuran atas 40 cm x 35 cm, bawah 40 cm x 15 cm dan kedalaman 50 cm.&lt;br /&gt;- Biarkan lubang tanam 10-15 hari barulah bibit ditanam.&lt;br /&gt;- Waktu penanaman sebaiknya musim penghujan atau peralihan dari musim kemarau kemusim hujan, pukul 6.30 pagi atau 16.30-18.00 sore.&lt;br /&gt;- Cara penanaman : menghadapkan bagian yang ditumbuhi akar lekat kebawah, sedangkan bagian belakang (yang tidak ditumbuhi akar lekat) menghadap keatas.&lt;br /&gt;- Taburkan pupuk kandang 0,75-100 gram/tanaman yang sudah dicampur NATURAL GLIO.&lt;br /&gt;- Tutup lubang tanam dengan tanah galian bagian atas yang sudah dicampur pupuk dasar :&lt;br /&gt;- NPK 20 gram/tanaman&lt;br /&gt;- Untuk tanah kurang subur ditambahkan 10 gram urea, 7 gram SP 36 dan 5 gram KCl per tanaman.&lt;br /&gt;- Segera setelah ditutup, disiram SUPERNASA :&lt;br /&gt;- Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.&lt;br /&gt;- Alternatif 2 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.&lt;br /&gt;- Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat diberikan setiap 3 – 4 bulan sekali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.4.1. Pengikatan Sulur Panjat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Panjatkan pada tiang panjat menggunakan tali. Ikatkan dengan dipilin dan dilipat hingga mudah lepas bila sulur tumbuh besar dan akar lekatnya sudah melekat pada tiang panjat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.4.2. Penyiangan dan Pembumbunan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Penyiangan setiap 2-3 bulan sekali. Pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.4.4. Perempalan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Perempalan atau pemangkasan dilakukan pada:&lt;br /&gt;Batang, dahan, ranting yang tidak produktif, atau terserang hama dan penyakit.&lt;br /&gt;Pucuk/batang, karena tidak memiliki dahan yang produktif&lt;br /&gt;Batang yang sudah tua agar meremajakan tanaman menjadi muda kembali.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.4.5. Pemupukan Susulan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Penyemprotan POC NASA (4-5 tutup) atau POC NASA (3- 4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 3 – 4 minggu sekali.&lt;br /&gt;Pupuk makro diberikan sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td rowspan="2" valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Umur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(bln)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td colspan="3" valign="top" width="189"&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pupuk makro (gram/pohon)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Urea&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="57"&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;SP 36&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="48"&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;KCl&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;3-4&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;35&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="57"&gt; &lt;div&gt;15&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="48"&gt; &lt;div&gt;20&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;4-5&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;35&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="57"&gt; &lt;div&gt;20&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="48"&gt; &lt;div&gt;25&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;5-6&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;35&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="57"&gt; &lt;div&gt;25&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="48"&gt; &lt;div&gt;30&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;6-17&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="84"&gt; &lt;div&gt;35&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="57"&gt; &lt;div&gt;30&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="48"&gt; &lt;div&gt;35&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.4.6. Pengairan dan Penyiraman&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pada musim kemarau penyiraman sehari sekali di sore hari. Pada musim hujan tidak boleh tergenang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.4.7. Pemberian Mulsa&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Usia 3-5 bulan, beri mulsa alami berupa dedaunan tanaman tahunan ataupun alang-alang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.4.8. Penggunaan Tajar ( Ajir)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya gunakan tajar mati dari bahan kayu. Pangkal tajar diruncingkan, bagian ujung dibuat cabang untuk menempatkan batang lada yang panjangnya telah melebihi tinggi tajar. Panjang tajar 2,5-3 m..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;3.5.1. Hama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Hama Penggerek Batang &lt;em&gt;(Laphobaris Piperis)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ciri: berwarna hitam, ukuran 3-5 mm. Serangga dewasa lebih suka menyerang bunga, pucuk daun dan cabang-cabang muda. Akibat lain bila Nimfanya (serangga muda) berupa ulat akan menggerek batang dan cabang tanaman. Pengendalian: memotong cabang batang; penyemprotan PESTONA.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Hama bunga&lt;br /&gt;Ciri: Serangga dewasa berwarna hitam, sayap seperti jala, terdapat tonjolan pada punggungnya, ukuran panjang tubuh 4,5 mm dan lebar 3 mm. Gejala: serangga dewasa/nimfanya menyerang bunga berakibat bunga rusak dan menimbulkan kegagalan pembuahan, siklus hidupnya sekitar 1 bulan. Pengendalian: penyemprotan PESTONA, serta dapat juga dilakukan pemotongan pada tandan bunga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Hama buah&lt;br /&gt;Ciri: serangga berwarna hijau kecoklatan, nimfanya tidak bersayap, berwarna bening dan empat kali ganti kulit. Serangga dewasa atau nimfanya menyerang buah sehingga isi buah kosong. Telurnya biasa diletakkan pada permukaan daun atau pada tandan buah, siklus hidupnya sekitar 6 bulan. Pengendalian: musnahkan telur dipermukaan daun, cabang, dan yang ada pada tandan buah. Gunakan PESTONA.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.5.2. Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Penyakit busuk pangkal batang (BPP)&lt;br /&gt;Penyebab: jamur Phytopthora Palmivora Var Piperis. Gejala: awal serangan sulit diketahui. Bagian yang mulai terserang pada pangkal batang memperlihatkan garis-garis coklat kehitaman dibawah kulit batang. Daun berubah warna menjadi layu (berwarna kuning). Pencegahan : penanaman jenis lada tahan penyakit BPB. Pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Penyakit kuning&lt;br /&gt;Penyebab: tidak terpenuhinya berbagai persyaratan agronomis serta serangan cacing halus (Nematoda) Radhophalus similis yang mungkin berasosiasi dengan nematoda lain seperti Heterodera SP, M incognita dan Rotylenchus Similis. Gejala: menyerang akar tanaman lada, ditandai menguningnya daun lada, akar rambut mati, membusuk dan berwarna hitam. Cepat lambatnya gejala daun menguning tergantung berat ringannya infeksi dan kesuburan tanaman. Pengendalian: Pemberian pupuk kandang, pengapuran, pemupukan tepat dan seimbang, pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.6. Panen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.6.1. Ciri dan Umur Panen&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Panen pertama umur tiga tahun atau kurang. Ciri-ciri: tangkainya berubah agak kuning dan sudah ada buah yang masak (berwarna kuning atau merah).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.6.2. Cara Panen&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pemetikan dari buah bagian bawah hingga buah bagian atas,  dengan mematahkan persendian tangkai buah yang ada diketiak dahan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.6.3. Periode Panen&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Periode panen sesuai iklim setempat, jenis lada yang ditanam dan intensitas pemeliharaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://komplexpertanian.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/963464153022081740-5961887518481935172?l=mitra-petani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5961887518481935172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5961887518481935172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2010/05/budidaya-tanaman-lada.html' title='Budidaya Tanaman Lada'/><author><name>Iwan Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-7848885479638375160</id><published>2010-05-24T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T18:57:00.281-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Tanaman Jarak</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;img src="http://www.indobiofuel.com/images/pupuk.gif" alt="" height="217" width="327" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Tanaman Jarak di Indonesia dapat tumbuh dengan baik karena kesesuaian iklim dan tanah, sehingga tumbuh bisa merata sebagai gulma. Namun karena hasil dari tanaman ini bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, maka tanaman ini kini mulai di budidayakan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;PT. Natural Nusantara mencoba memberikan bantuan teknis budidaya tanaman ini sehingga mampu berproduksi sesuai dengan harapan yang diinginkan tanpa meninggalkan standar kuantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan  air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya.&lt;br /&gt;Disamping faktor air, tanaman jarak ini membutuhkan syarat temperatur 20º-30ºC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 m dpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40ºC atau lebih.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;PERSIAPAN LAHAN &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman jarak ini biasanya memilih tanah yang kurang produktif ataupun kurang pengairan, dan ini biasanya di daerah marginal / kritis, karena tanaman jarak ini tidaklah terlalu membutuhkan syarat-syarat khusus, seperti halnya tanaman perdu lainnya. Pengolahan tanah yang standar adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30 cm x 30cm x 30cm dan jarak tanam antar barisan 2-4 meter dan jarak dalam barisan 1-2 meter tergantung varietas yang dipilih. Persiapan tanah yang bisa juga dilakukan adalah membersihkan dari gangguan gulma, terutama akar-akar ilalang yang menghasilkan alelopati / senyawa penghambat tumbuh tanaman lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;PEMBIBITAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biji jarak dapat ditanam 2-3 butir biji perlubang langsung di lahan kemudian pilih tanaman yang terbaik pertumbuhannya untuk dibudidayakan. Pemeliharaan tanaman muda dilakukan dengan menyemprot dengan POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki seminggu sekali pada pagi hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;MACAM-MACAM JENIS JARAK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali jenis jarak yang dapat tumbuh di tanah air kita antara lain :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;A. Jarak Kepyar/Jepang ( Ricinus communis).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jenis ini laku di pasaran dunia yang dikenal dengan nama castor oil plant. Jenis ini berbuah sekali dalam setahun (semusim), dengan ciri buah muda berwarna hijau dan berubah coklat setelah tua. Buahnya berduri lemah seperti rambutan. Bijinya mengandung Glycoprotein yang bersifat racun dan orang sering menyebutnya Ricin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;B . Jarak Pagar/Cina (Jatropha curcas )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jenis ini berbuah terus menerus (tahunan). Jenis jarak ini yang dianjurkan ditanam, yaitu:&lt;br /&gt;- Asembagus 22 : kandungan minyak 55-57%&lt;br /&gt;- Asembagus 60 : kandungan minyak 48-52%&lt;br /&gt;- Asembagus 81 : kandungan minyak 51-54%&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Komposisi biji jarak terdiri dari 20% kulit dan 80% biji (daging), mengandung 40-60% minyak. Kandungan minyak mentahnya 32-48% dan sisanya adalah ampas.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMELIHARAAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang penting diperhatikan adalah tanaman jarak ini mempunyai sifat kurang suka air sehingga kelebihan air (terendam) justru akan merugikan pertumbuhan tanaman, namun jika panas terik berlangsung hingga 3-4 bulan penyiraman perlu sesekali dilakukan untuk menghindari kematian akibat kekeringan.&lt;br /&gt;Lakukan penyiangan gulma jika tanaman mulai terganggu baik pertumbuhan bagian atas dalam persaingan terhadap cahaya maupun perakaran yaitu penyerapan hara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;PEMUPUKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertumbuhan yang baik berikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang di samping pupuk anorganik pada saat tanam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;col span="2" width="82"&gt; &lt;col width="144"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="43" width="82"&gt; &lt;div&gt;Jenis    Pupuk&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="82"&gt;Dosis (kg/ha)&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt; &lt;div&gt;Waktu Pemupukan&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="24"&gt; &lt;div&gt;Urea&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;50&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;Saat tanam&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="24"&gt; &lt;div&gt;SP-36&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;75&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;Saat tanam&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="24"&gt; &lt;div&gt;KCl&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;50&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;2 minggu setelah    tanam&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="24"&gt; &lt;div&gt;Urea&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;100&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;1 bulan setelah tanam&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan : tidak berlaku mutlak/bervariasi untuk masing – masing daerah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan lebih baik ditambah SUPERNASA atau POWER NUTRITION dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . Satu botol SUPERNASA atau POWER NUTRITION diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian se
